Rabu, 30 Januari 2013

Ercoli (ITA) and Nunez (ESP) reach highest podium in Rosario


OPEN WATER INDONESIA - Lausanne (SUI), January 28, 2013 – Rosario, in Argentina, welcomed 32 swimmers from 11 countries for the inaugural race of the FINA Open Water Swimming Grand Prix 2013 on Sunday January 27.

In the 15km event, Italy’s Simone Ercoli emerged from a competitive field to win the race in a 1h51m03s effort. His compatriot Mario Sanzullo took silver in 1h51m08s20, finishing ahead of home favourite Guillermo Bertola, who clocked 1h51m08s76.

Among women, the podium was exclusively European with Spain’s Esther Nunez registering a clean win over main challengers Karla Sitic from Croatia and Russian Olga Kozydub. The Spanish touched first in 1h58m38s while second-place finisher Sitic completed the race in 2h01m14s. Kozydub secured the bronze in a time of 2h01m16s. 

Full FINA Open Water Swimming Grand Prix 2013 calendar:

Race 1: January 27, 2013 in Rosario (ARG)
NEXT RACE: February 3, 2013 in Santa Fe-Coronda (ARG)
Race 3: February 10, 2013 in Hernandarias-Parana (ARG)
Race 4: April 20, 2013 in Cancun (MEX)
Race 5: July 27, 2013 in Lac St-Jean (CAN)
Race 6: August 3, 2013 in Lac Magog (CAN)
Race 7:  August 24, 2013 in Ohrid Lake (MKD)
Race 8:  September 1, 2013 in Capri-Napoli (ITA)

Menpora berharap centra pelayanan cedera segera diaktifkan


Jakarta, AKUATIK INDONESIA - Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo berharap Centra Pelayanan Rehabilitasi Cedera Olahraga Nasional segera bisa diaktifkan karena gedung kesehatan yang terletak di kawasan GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur itu sudah lama berdiri.

"Tempat ini sudah lama berdiri dan selama ini tidak aktif, maka saya berharap tempat ini bisa diaktifkan," kata Roy Suryo saat meninjau gedung Centra Pelayanan Rehabilitasi Olahraga Nasional tersebut, Sabtu.

Ia mengatakan, tempat rehabilitasi cedera yang berdiri pada 2009 dan belum resmi dioperasikan ini memiliki fasilitas rehabilitasi kesehatan yang cukup canggih.

"Di sini ada hidro pool yang menjadi unggulan, dan fasilitas lainnya seperti alat-alat kebugaran, poli gigi, ruang operasi dan lainnya, ini tempat yang cukup layak untuk rehabilitasi," kata Menpora setelah berkeliling melihat-lihat fasilitas yang ada di gedung berlantai empat itu.

"Tapi gedung ini juga perlu ada sedikit perbaikan, seperti lantai-lantainya yang ada beberapa sudah rusak," tambahnya.

Ditanya tentang siapa yang akan mengelola tempat rehabilitasi cedera itu, Roy Suryo mengatakan bisa dijalankan oleh satu pihak atau yang bersifat kerja sama.

"Nanti akan saya rekomendasikan apakah tempat rehabilitasi ini dikelola oleh Kemenpora atau kerja sama dengan pihak lain," katanya.

Menurut Menpora, untuk beroperasinya centra rehabilitasi cedera ini tidak bisa begitu saja berjalan, namun harus masuk akreditasi seperti harus adanya dokter serta administrasi pelayanan, serta struktur organisasi," kata Menpora yang berencana menamai tempat itu dengan nama tokoh olahraga atau tokoh kesehatan olahraga. (ANTARA News)

Senin, 28 Januari 2013

Roy Suryo akan Bawa Hasil Pantauan Lapangan ke Sidang Kabinet


JAKARTA – AKUATIK INDONESIA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mengatakan, sebagian besar cabang olahraga (cabor) yang dipromosikan
mengikuti SEA Games XXVII Myanmar 2013, butuh sarana dan prasarana memadai.
Karena itu, hasil pemantauan lapangan ke sejumlah pengurus besar (PB)/pengurus pusat (PP), akan menjadi bahan untuk dibawa ke sidang kabinet, supaya diketahui pemerintah. Rencananya, Roy Suryo bertemu Komisi X DPR untuk rapat dengar pendapat (RDP) pada akhir Januari 2013.
“Perbaikan sarana dan prasarana butuh anggaran yang cukup. Saya berharap, anggaran persiapan atlet menuju SEA Games XXVII Myanmar berjalan lancar. Bahkan, yang masih ditandai bintang sudah cair sesuai waktu yang diharapkan,” kata politisi Partai Demokrat saat ditemui wartawan termasuk Tribunnews.com di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (25/1/2013).
Roy yang didampingi Kasatlak Prima Surya Darma, Sekjen KONI Pusat Hamidi, dan Deputi Bidang Prestasi Menpora Djoko Pekik mencontohkan, saat atlet Pelatnas Renang Indah latihan di kawasan stadion kolam renang Senayan, alat kelentingan loncatan sudah aus, dan perlu perbaikan atau pergantian.
Peralatan yang canggih seperti di Cina cukup bagus. Itu yang tampaknya perlu didatangkan dari Negara 'Tirai Bambu' secepatnya.
"Begitu juga dengan cabor tinju, perlu peralatan yang canggih, agar mengembalikan prestasi atlet tinju di zaman kejayaannya, dan selalu tampil di Olimpiade," tutur Roy.
Ia berharap, petinju nasional memiliki prestasi puncak, baik di amatir hingga melangkah ke tinju profesional. Cabor wushu, karate, dan panahan juga butuh alata yang canggih, agar mampu bersaing dengan atlet dari negara lain.
Cabang wushu selalu memberikan kontribusi medali emas bagi Indonesia saat tampil di SEA Games. Begitu juga dengan karate dan panahan.
"Usahakan tempat latihan panahan tidak diganggu dengan cabang lain," pinta Roy.
Bahkan, lanjutnya, lapangan ABC Senayan selalu digunakan latihan sepakbola. Sehingga, jelas mengganggu para atlet panahan saat latihan. (TRIBUNNEWS.COM)

Menpora Tinjau Pelatnas Renang Indah

Roy Suryo

Jakarta, LONCAT INDAH INDONESIA:  Menpora Roy Suryo didampingi istrinya Ismarindayani Priyanti meninjau tempat pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Renang, Tinju, Karate, Wushu dan Panahan di Area Komplek Gelora Bung Karno (25/1).
Selama melakukan peninjauan Menpora melihat-lihat langsung para atlet menjalani latihan sekaligus meninjau  fasilitas peralatan yang  mereka gunakan. Di kolam renang Senayan, Menpora menyalami dan berkenalan dengan para atlet-atlet Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).. 
Saat melakukan  peninjauan, Menpora mendapat masukan  dari para atlet, pengurus dan pelatih mengenai bagaiamana persiapan dan kondisi peralatan selama digunakan untuk latihan. Memang saat meninjau di PRSI, Menpora melihat ada beberapa peralatan latihan yang sudah  tidak layak digunakan, seperti trumpoline yang pegasnya sempat lepas dan dilihat  Menpora. 
Setelah meninjau renang indah, Menpora melanjutkan pelatnas tinju yang masih masuk dalam kompleks Senayan. Di situ Menpora melihat  sebanyak sekitar 30 atlet putra dan putri yang sedang melakukan latihan tinju. Mengenai kondisi beberapa peralatan dan kondisi atlet tak luput dipertanyakan masing-masing oleh Menpora. Begitu juga ketika melihat latihan Wushu di pintu VIII Senayan Jakarta, Menpora menanyakan mengenahi target masing-masing atlet dalam persiapa SEA Games nanti. 
Pelatnas yang terakhir dilihat oleh Menpora adalah panahan. Didampingi Binpres PB Perpani Nyoman Budiana, Menpora melihat para atlet panahan yang sedang beristirahat, karena  hujan dan kondisi lapangan yang banyak tergenang air. Nyoman mengatakan kondisi lapangan seperti itu sangat menggangu latihan para atlet.  "Bukan hanya kondisi lapangan, waktu berlatih kita juga harus gantian dengan tim sepakbola yang setiap jam 4 selalu tiba di lapangan, ini sangat terganggu," kata Nyoman. 
Usai meninjau beberapa tempat pemusatan latihan nasional tersebut, Roy mengakui  memang masih banyak kekurangan dan kendala termasuk sarana dan prasarana, pendidikan dan kesejahteraan atlet. Masalah itu yang akan menjadi perhatian Menpora yang akan dibicarakan lebih lanjut dengan jajaran terkait, termasuk dengan Mendiknas yang diharapkan bisa membantu pendidikan atlet Indonesia
"Yang menjadi prioritas untuk diselesaikan adalah  sarana prasarana, pendidikan dan kesejahteraan atlet. Tiap-tiap cabang saya lihat juga punya permasalahan mikro sendiri-sendiri, misalnya panahan yang saya dapatkan datanya yakni mereka harus bergantian tempat untuk berlatih. Selain itu masalah teknologi dalam pertandingan juga perlu diperhatikan dan diikuti, jangan sampai kita salah dalam mengantisipasi. Untuk mengatasi masalah ini semua saya tetap akan berusaha secepatnya, tapi saya harus tetap taat azas dan aturannya," kata Menpora.  

Radja Nasution Dirawat di RS Advent Bandung.


JAKARTA. AKUATIK INDONESIA: Pelatih renang Radja Murnisal Nasution yang mengalami penyakit diabetes (kencing manis), terpaksa menjalani perawatan khusus di RS Advent di Bandung.
Ayah dari Ratu Renang tahun 1980-1990-an, Elvira Rossa dan Elsa Manora, ini sudah lama menderita penyakit tersebut. Ia juga telah mengalami pemotongan telapak kaki kirinya. "Tadinya, kondisi Pak Radja Nasution sempat tidak sadarkan diri. Namun, kini sudah mulai berangsur pulih. Dia disuruh puasa oleh dokter yang merawat untuk mengurangi kadar gula dalam darahnya," kata Sri Mulyani, salah satu orangtua murid klub Pari Sakti saat menjenguknya, Minggu (13/1).
Radja dirawat di rumah sakit tersebut sejak tanggal 30 Desember lalu. Mantan pemain polo air nasional ini terus mengabdikan dirinya menangani klub. Beberapa perenang nasional berprestasi tingkat internasional berhasil dilahirkannya. Dan, ia juga berhasil menjadikan anak-anaknya perenang andal.
Radja merupakan pendiri klub renang Pari Sakti. Tak ada klub renang di Jakarta sehebat Pari Sakti, sehingga bisa dikatakan bahwa Pari Sakti adalah klub renang tak tertandingi untuk kawasan Ibu Kota dan sekitarnya. Hampir setiap kejuaraan renang di sekitar Jakarta, apa pun nama kejuarannya, Pari Saktilah rajanya.
Bukan hanya lantaran pendiri dan pimpinannya bernama Radja, melainkan memang atlet asuhannya memang luar biasa. Kalau mau dicari saingannya, maka saingan terdekatnya justru datang dari klub renang milik anak-anaknya, seperti Elfira Swimming Club (ESC), yang memiliki cabang di mana-mana seperti pohon durian.
Kehebatan Pari Sakti didukung oleh sarana dan prasarana yang representatif di Kolam Renang Senayan, yang sering dijadikan ajang pertarungan atlet nasional dan internasional. Namun, yang lebih dari itu adalah kehebatan oleh sang pendiri dan sekaligus pelatih Radja Mursinal Nasution yang telah terkenal banyak melahirkan atlet-atlet nasional.
Radja tidak berambisi buru-buru mencetak juara bagi anak-anak asuhannya itu. Ia dengan sabar mendidik anak asuhannya berlatih dengan telaten tahap demi tahap. (Suara Karya) 

Jumat, 18 Januari 2013

Jakarta Jadi Kolam Renang

Presiden di Istana Negara
AKUATIK INDONESIA. Banjir yang mengepung Jakarta hingga mengubahnya menjadi kolam renang (Kamis, 17 Januari). Air merata memasuki seluruh daerah pemukiman penduduk, gedung perkantoran, perbelanjaan, hingga istana negara.

KONI Award 2012: Tono Suratman Raih Penghargaan Senagai Pembina


KUDUS, AKUATIK INDONESIA - Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman kembali menegaskan telah memberikan penghargaan KONI Award 2012 kepada insan olah raga yang terdiri atas 8 atlet, 1 pelatih, 2 pembina, dan 5 lembaga yang dinilai telah memberikan sumbangan besar bagi kemajuan olah raga di tanah air. Hal itu diutarakannya dalam acara Penghargaan KONI Award dan Atlet PB Djarum Berprestasi 2012 yang berlangsung di GOR PB Djarum Jati, Jalan Ahmad Yani nomor 28, Panjunan, Kudus, Jawa tengah, Rabu (16/1/2013).
Tokoh renang Jawa Barat, Entis Kushendar menjadi salah satu penerima penghargaan dari kategori pembina olah raga bersama imron Rosadi dari cabang angkat besi. Entis diganjar penghargaan itu karena prestasi renang Jabar yang gemilang pada PON XVIII di Riau yang sukses menyabet 22 medali emas.
Dalam sambutannya, Tono mengatakan, program penghargaan tersebut merupakan yang pertama kalinya diadakan KONI sejak berdiri 1942 silam. Delapan atlet yang mendapat penghargaan itu di antaranya ialah Triyatno dan Eko Yuli Irawan (angkat besi), Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir (bulutangkis), Sri Hartati (angkat berat), Chris John dan Daud Yordan (tinju), dan David Jakobs (tenis meja paralympic).
Untuk kategori pelatih, penghargaan diraih pelatih angkat besi, Lukman. Untuk kategori lembaga, penghargaan didapat PT Djarum Kudus, Tabloid Bola, Yayasan Supersemar, PT Chevron Pacific Indonesia, dan LPP TVRI. Secara simbolis, penghargaan itu sudah diserahkan kepada para penerima di Kalimantan Timur oleh Menkoksesra Agung Laksono beberapa waktu lalu. (pikiran rakyar)

Rabu, 16 Januari 2013

Fokus Mempertahankan Juara Umum Sea Games di Myanmar.

Menpora Roy Suryo

Jakarta: AKUATIK INDONESIA, Menpora Roy Suryo dan pejabat Eselon I Kemenpora menghadiri acara Coffe Morning bersama media tentang program Kemenpora 2013 di ruang Media Center Kemenpora, Jakarta. Dalam menyampaikan program tersebut Menpora didampingi Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Djoko Pekik dan Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Alfitra Salamm dan dimoderatori oleh Kepala Biro Hukum Humas dan Kepegawaian Amar Ahmad. 
Dalam menyampaikan program Kemenpora 2013, Menpora mengatakan ada beberapa program penting yang memang menjadi perhatian utama untuk kementerian ini. Program tersebut yakni, masalah anggaran, keolahragaan, kepemudaan dan kepramukaan. Roy berharap program-program itu dalam kurun waktu 1,5 tahun ini bisa berjalan dengan baik. 
"Memang ada program-program penting yang ada di kementerian ini harus dijalankan dengan baik, salah satuanya bagaimana mencairkan anggaran yang selama ini masih di bintang, fokus kita mempertahankan juara umum SEA Games di Myanmar hingga bagaimana caranya mengembangkan pramuka kepada anak muda sekarang. Termasuk masalah konflik PSSI dan KPSI," kata Roy
Untuk masalah persiapan SEA Games 2013 di Myanmar nanti, Kemenpora bersama Program Indonesia Emas (PRIMA) akan terus bekerjasama dan berkomunikasi untuk menyiapkan strategi-strategi dalam mempersiapkan atlet agar bisa memenuhi target bisa menjadi juara umum. "Kita akan terus bekerjasama dengan baik bersama PRIMA untuk mewujudkan target mempertahankan juara umum. Untuk masalah teknis strateginya nanti saya akan komunikasi dengan deputi IV," katanya. 
Mengenai masalah PSSI dan KPSI, Roy hari ini sudah melakukan mendapat masukan dari KPSI dan PSSI, namun Menpora tetap akan mencari masukan-masukan dari KONI, KOI dan dari pejabat Kemenpora yang paham dengan permasalahan ini. "Prinsipnya saya masih akan mencari masukan-masukan dari berbagai pihak termasuk rekomendasi dari AFC. Kalau memang gak bisa disatukan maka dua-duanya juga gak bisa dipilih," tambahnya. 
Sementara itu, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi, Djoko Pekik mengatakan jika saat ini pemerintah melalui PRIMA terus mempersiapkan strategi-strategi yang akan dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games Myanmar nanti. "Selain menyiapkan atlet yang maksimal, kita juga sudah mulai menghitung kalkulasi perolehan medali untuk bisa mempertahankan juara umum, minimal harus bisa memperoleh 120 medali emas untuk bisa menjadi juara umum," kata Djoko. 

Selasa, 15 Januari 2013

Kejurnas Loncat Indah Bulan Maret


Semarang, LONCAT INDAH INDONESIA - Kejuaraan nasional (kejurnas) loncat indah yang semula dijadwalkan pada Desember 2012, akhirnya diundur hingga Maret 2013, kata Ketua Komisi Teknik Loncat Indah Pengurus Provinsi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jawa Tengah Maryono.
"Saya tidak tahu persis alasan pengunduran jadwal kejurnas ini, apakah karena kesulitan dana atau ada kegiatan lain, yang pasti pada Desember kemarin tidak ada kegiatan kejurnas," katanya di Semarang, Kamis (10/1).

Sebenarnya, katanya, di sela kejurnas tersebut ada penataran pelatih loncat indah, tetapi ternyata tidak jadi. "Mungkin pada Maret mendatang dua kegiatan itu dilakukan bersamaan," katanya, laporAntara.

Terlepas mundur atau tidaknya kejurnas tersebut, kata dia, Jateng tetap menyiapkan 10 peloncat indah yang sebagian besar adalah atlet junior, sedangkan dua lainnya adalah atlet senior yaitu Dewi Setyaningsih dan Setyo Aji Nugroho.

"Mereka tetap menjalani latihan seperti biasa di Semarang untuk atlet junior, sedangkan Setyo Aji Nugroho di Ragunan Jakarta, kemudian Dewi menjalani pelatnas untuk persiapan SEA Games 2013 Myanmar," katanya.

Dewi Setyaningsih menjalani pelatnas di Jakarta sejak 6 Januari 2013.

"Sebenarnya yang bersangkutan sudah harus masuk pelatnas pada Desember 2012, tetapi karena alasan sekolah akhirnya minta dispensasi dan baru bergabung beberapa waktu lalu," katanya.

Keikutsertaan Dewi di pelatnas itu, kata dia, sudah yang kedua kalinya, karena sebelumnya juga masuk pelatnas untuk SEA Games 2011, bahkan yang bersangkutan menyumbangkan medali perak untuk Indonesia.

Ia mengatakan sebenarnya pelatnas untuk SEA Games 2013 dilaksanakan secara desentralisasi, yaitu di Jakarta, Palembang (Sumatera Selatan), dan Surabaya (Jatim).

Akan tetapi, kata dia, akhirnya secara sentralisasi di Jakarta.

"Saya mendengar pelatnas di Jakarta hanya diikuti atlet dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Kalimantan, sedangkan dari Jatim dan Sumsel tidak mengirimkan atletnya di pelatnas," katanya. (GATRAnews)

Senin, 14 Januari 2013

Yang Muda, yang Ukir Prestasi


AKUATIK INDONESIA. PON Riau 2012 masih diwarnai kejayaan atlet senior, seperti Dedeh Erawati di atletik, Krisna Bayu di judo. Namun, harapan terbuka akan lahirnya atlet muda potensial, binaan pelatih bertangan dingin, yang bakal jadi penerus. Ke depan, nama mereka yang bakal menghiasi kejuaraan internasional.
Di cabang renang, Ricky Anggawijaya (16) dari Jawa Barat menunjukkan diri sebagai perenang muda yang berbakat. Ricky mampu merebut 1 medali emas di nomor perseorangan dan 2 emas di estafet.
”Saya menemukan bakat Ricky sejak tahun 2000 di klub. Daya apungnya bagus dan sangat mulus saat meluncur di air. Sejak itu saya berpesan ke orangtuanya agar memberi nutrisi yang baik dan kami melatihnya dengan serius,” kata Nizarudin, manajer tim renang Jabar, Selasa (18/9).
Sejak memasuki usia remaja, Ricky dilatih untuk punya daya tahan dan stamina yang baik serta teknik berenang yang benar. Pada SEA Games 2011, Ricky merebut dua perak di renang perairan terbuka di nomor 5.000 meter dan 10.000 meter.
Pada PON Riau 2012, Ricky merebut emas 1.500 meter gaya bebas putra. Ricky akan berlatih intensif menghadapi SEA Games Myanmar 2013. Ia dipersiapkan di nomor menengah.
”Ricky, kami harapkan, dapat meraih medali dari kolam renang meskipun tidak harus emas pada SEA Games 2013. Catatan waktunya saat ini masih menempatkannya di urutan ketiga Asia Tenggara. Namun, jika latihannya intensif, Ricky bakal merebut emas pada SEA Games 2015,” kata Nizarudin.
Di lapangan tembak, Diaz Kusuma Wardani (Jawa Timur) dan Vegy Sepfriani Agipratama (Jawa Barat) adalah dua petembak muda yang menyedot perhatian. Mereka baru 16 tahun, belum lama berlatih, dan langsung menggaet emas.
Diaz, siswi kelas II SMA Negeri 2, Sidoarjo, mengaku baru berlatih menembak tiga tahun lalu. Ia mengenal olahraga ini dari ibunya, Letnan Kolonel Tresna Kusumawati, seorang perwira TNI Angkatan Laut. Dalam seleksi pra-olimpiade di Doha, Qatar, Januari 2012, Diaz mencatat 388 poin di nomor 10 meter senapan angin.
PON Riau 2012 merupakan PON pertama, tetapi ia langsung meraih emas di nomor 10 meter senapan angin yunior putri. ”Saya memang cocok pakai senapan, tetapi ke depan saya mau mencoba pistol,” kata Diaz yang bertekad akan terus menjadi petembak.
Vegy juga baru pertama kali ikut PON dan langsung dapat emas di nomor 10 meter pistol angin yunior putri. Sebelum mengikuti PON di Riau, Vegy menjajal kejuaraan nasional, yaitu Kapolri Cup dan Lely Sampoerna Cup II pada 2011. Dari kejuaraan itu, ia mendapat perak dan perunggu. ”Saya baru berlatih satu tahun dan masih ingin memperbaiki prestasi di tingkat internasional,” katanya.
Vegy merupakan putri Agus Supartono, petembak yang masih aktif membela DKI Jakarta.
Beberapa atlet muda potensial juga terpantau di cabang panahan. Puryoto, Kepala Bidang Pembibitan Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia, mengatakan, daerah-daerah dengan atlet muda potensial di antaranya Jatim, Jabar, dan Papua Barat. Beberapa di antaranya Dianandra Chairunnisa dan Yance Iba hingga Asep Wandi dan Sifa Nurafifah Kamal.
Di judo, tidak ada yang menyangka, Peter Taslim, pejudo nasional asal Sumatera Selatan, peraih emas SEA Games 2011 kalah dengan nilai ippon oleh pendatang baru, I Kadek Rananda (17) asal Bali di semifinal kelas 66 kg. Remaja yang baru duduk di kelas III SMA itu kembali menundukkan seniornya Deden Setiadi di final. Kadek terlahir dari keluarga judo. Bapaknya I Kadek Rakyanda adalah pelatih judo Bali. Kakaknya, I Kadek Adiwirawan, juga pejudo. Agaknya, generasi penerus akan terus lahir di banyak cabang. (kompas.com)

Jumat, 11 Januari 2013

Menjadi Atlet Butuh Komitmen Kuat

Alexis dan kedua orangtuanya

BANDUNG, AKUATIK INDONESIA - Di balik setiap atlet yang berprestasi tinggi, terdapat pendukung yang berkomitmen kuat.

Di kolam renang, kita mengenal Michael Phelps sebagai perenang terbesar sepajang sejarah. Phelps baru saja muundur setelah mampu merebut medali emas di Olimpiade London 2012 lalu.

Namun tidak banyak diungkap bahwa di balik figur Phelps, terdapat Debbie Phelps, ibunya. Sebagai seorang orang tua tunggal, Denbbie mmebesarkan Micahel dan ekdua kaka perempuannya seorang diri setelah ditinggal oleh suaminya. Debbie-lah yang menyadari bahwa di balik sosok ringkih Michael tersimpan potensi yang ternyata terbukti setelah memilih olah raga renang.

Pem,bina yang baik memang tidak harus orang tua memang. Di dunia tenis dikenal kisah hubungan yang unik antara petenis Spanyol, Rafael Nadal dan pamannya, Antonio "Toni" Nadal. Rafael Nadal adalah putera Sebastian, kakak dari Toni. Namun justru Toni-lah yang menyuruh di kecil Rafael saat berusia 12 tahun untuk meninggalkan sepakbola dan fokus pada tenis. Toni pula yang mengajarkan Nadal pukulan bertenaga dengan menggunakan bola-bola bekas.

Ini pula yang dilakukan David Stephen Budiman, seorang pensiunan pegawai bank di Bandung.  Sebagai seorang penggenar olah raga tenis, ia mengajarkan dua puterinya, Joleta dan Jennifer bermain olah raga ini sejak usia dini (5 tahun). "Bagi saya lebih baik mengenalkan olah raga sejak usia dini. Setidaknya badannya sehat," kata David.

Latihan tenis pun dilakukan tidak secara rutin dan lebih hanya sebagai suatu kegiatan di samping sekolah. "Saya memang terobsesi dengan dunia tenis. Sifatnya yang individual bagi saya dapat membentuk karakter yang baik buat seorang anak," ungkapnya.

Namun persoalan menjadi berbeda saat puterinya Joleta mengutarakan keinginannya untuk menjadi petenis profesional. Gadis kelahiran 18 Januari 2000 ini mengatakan ingin bertanding  seperti para petenis idolanya, Maria Sharapova dan Maria Kirilenko. "Saat kelas 6 SD, ia mengutarakan keingiannya untuk total sebagai pemain. Padahal prestasi akademiknya sendiri sangat bagus," ungkap David lagi.

"Saat itu saya tidak merasa ragu-ragu atau khawatir tentang masa depannya sebagai atlet. Saya hanya berpikir kesempatan kedua tidak akan datang, jadi harus diambil saat itu juga," lanjutnya. √úntuk itu saya harus mendukung penuh dan berkomitmen terhadap keputusan anak saya itu."

Dukungan moral dan perhatian tentu saja tidak sulit buat Joleta yang kemudian diikuti adiknya Jennifer. David yang telah purnakarya  memiliki banyak waktu untuk tidak hanya mengawasi anaknya befrlatih namun juga bertidnak sebagai pelatih. Apalagi ia didukung oleh isterinya, Dewi Anggraeni yang juga kerap nongkrong di lapangan tenis setiap hari.

Namun yang lebih berat adalah dukungan finanasial. √úntuk belanja peralatan, makanan dan asupan tambahan untuk dua anak ini kami habis sekitar 8-9 juta rupiah sebulan,"" kata David.  Ia memang menerapkan pola makan yang sangat ketat buat kedua anaknya tersebut. "setiap hari fisik keduanya digenjot dengan lari 9 kilometer, latihan beban di gym serta latihan stroke di lapangan, jadi memang mereka butuh asupan yang baik."

Bukan hanya itu. Untuk kedua puterinya, David dan Dewi Anggareni menerapkan ola hidup yang "semi puritan." Ia membatasi pergaulan anak-anaknya,  tidak memperbolehkan keduanya menggunakan peralatan elektronik seperti smartphone atau pun ponsel. "Bahkan untuk menonton televisi pun, keduanya hanya saya ijinkan menonton ESPN atau Star Sports, khsusu saat menyiarkan pertandingan tenis, "kata David lagi.

Bagi Joleta, pilihan hidup orang tua dan dirinya ini tidak terasa memberatkan. Ia mengaku menyukai atmostfir persaingan dan pertandingan. ""Saya tidak suka kekalahan,  tetapi tidak takut kalah," kata Joleta yang kini memilih homeschooling meski tetap menginduk di SMP Negeri XXII, Bandung.

Dengan tinggi badan 1.72 meter, Joleta memang  menonjol untuk kelompok usianya, 12 tahun.  Dengan terbatasnya pemain di kelompok usianya ini, Joleta kerap  bertanding dengan lawan dari kelompok usia di atasnya.  Desember lalu, Joleta lolos dalam seleksi atlet tenis Jawa Barat untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) remaja yang akan berlangsung April 2013 ini.

Pembagian tugas dilakukan apabila  puteri-puetri ini harus bertanding di luar kota. Biasanya  Joleta dan Jennifer didampingi ibu mereka, Dewi Anggraeni. "Kalau bertanding, biasanya anak butuh sesuatu yang lebih dari sekadar teknik. Nah, di sini biasanya figur ibu bisa lebih masuk untuk mengatasi masalah mereka," kata David lagi.

Seperti yang dialami oleh  Jennifer saat bertanding di ajang  turnamen Sportama di Jakarta. "Ada  pendukung lawan yang meneror dengan menjelek-jelekan anak saya. Dikatakan seperti tante-tante-lah. Kalau begini, biasanya ibunya akan lebih emosional dan meledak-ledak dalam membela. Namun ternyata hal seperti itu kadang jutru dibutuhkan oleh anak."

Namun  dukungan kedua orang tua bukan berarti tak ada batasnya. "Saya memberi waktu tiga tahun buat puteri saya, Joleta. Apalabila ia mampu, ia akan terus mewujudkan impiannya sebagai petenis profesional. Namun bila begitu-begtu saja, saya akan memintanya untuk kembali berkonsentrasi ke bangku sekolah. Danm melupakan tenis."
(Kompas.com )

Presiden Pilih Roy Suryo Menpora baru


Jakarta. AKUATIK INDONESIA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat, mengumumkan Roy Suryo sebagai Menteri Pemuda dan Olah Raga yang baru.

"Yang bersangkutan saya tugaskan menggantikan Andi Mallarangeng," kata Yudhoyono kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Yudhoyono mengungkapkan, dia dan Wakil Presiden Boediono serta sejumlah menteri terkait, telah mewawancarai Roy Suryo.

Roy juga menjalani semajam uji kelayakan sebelum kemudian diputuskan menggantikan Andi yang mengundurkan diri beberapa waktu lalu menyusul pentersengkaaan dirinya oleh KPK dalam kasus Hambalang.

Yudhoyono menekankan beberapa tuga kepada Roy, diantaranya melanjutkan prestasi yang dicapai Menpora sebelumnya dan melakukan konsolidasi dengan KONI serta melibatkan FIFA untuk membenahi persepakbolaan nasional. (ANTARA News) 

Penghargaan untuk Peraih Medali ASEAN Schools Games


Jakarta: AKUATIK INDONESIA.Kemenpora memberi penghargaan kepada atlet muda Indonesia yang berprestasi di ajang internasional. Asisten Deputi Bidang Pengembangan Penghargaan dan Promosi, Yuni Poerwanti menyerahkan bantuan pembinaan khusus bagi olahragawan berprestasi dalam event ASEAN Schools Games 2012 di Wisma Kemenpora, Jakarta. Serahkan Penghargaan Senin (17/12)

Menurut Yuni Poerwanti, penghargaan ini sebagai motivasi bagi para atlet-atlet muda Indonesia agar bisa terus mendongkrak prestasinya dalam even internasional. Penghargaan berupa tabungan tersebut diberikan kepada 151 atlet Indonesia yang meraih medali emas, perak dan perunggu di ajang ASEAN Schools Games (ASG) yang berlangsung bulan Juni lalu di Surabaya. 

"Penghargaan ini secara khusus kami berikan kepada para atlet yang masih aktif belajar di kegiatan sekolah. Untuk peraih medali emas akan mendapatkan Rp 10 juta, perak Rp 7,5 juta dan perunggu sebesar Rp 5,6 juta. Saya ingin adik-adik semua tidak melihat nominalnya, namun penghargaan ini jadikan motivasi untuk kalian meraih prestasi lebih tinggi lagi," kata Yuni. 

Secara seremonial penghargaan itu diserahkan  Staf Ahli Menpora yang sekaligus Plt Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Tunas Dwidharto kepada atlet pencak silat, salah satunya adalah Djunaedi Abdullah yang berhasil menyumbangkan medali emas di ASG 2012. Menurut Tunas Dwidharto,  para atlet ASEAN Schools Games inilah  yang akan menjadi penerus bagi para atlet senior yang nantinya sudah tidak bermain lagi. 

"Kalian ini menjadi tongkat estafet bagi prestasi olahraga di Indonesia. Kalian semua yang akan menggantikan para atlet senior nanti. Oleh karena itu saya ingin kalian terus menumbuhkan rasa kebanggaan sebagai atlet Indonesia yang bisa bermain di event internasional. Jangan takut menjadi atlet karena masa depan kalian bisa terjamin dengan bisa menjadi Pegawa Negeri Sipil (PNS). Dan yang penting sebagai atlet muda, jauhi narkoba," kata Tunas

2013 open water swimming circuits kick off this month!


AKUATIK INDONESIA. 2013 will be another thrilling year for the open water world with FINA's two international open water swimming circuits kicking off January 27th.

The world's finest marathon swimmers will gather to Santos, Brazil for the first meet of the FINA 10km Marathon Swimming World Cup. The remaining seven stages will take place in Viedma (ARG) on February 2, Eilat (ISR) on March 1, Cancun (MEX) on April 13, Lac St-Jean (CAN) on July 25, Lac Megantic (CAN) on August 10, Hong Kong (HKG) on October 6 and Shantou (CHN) on October 13.

Greek Spyridon Gianniotis was the 2012 winner among men while Ana Marcela Cunha from Brazil took top spot in the women's field.

Meanwhile in nearby country Argentina, in Rosario, endurance and strategy will also be on display during the first race of the FINA Open Water Swimming Grand Prix. The event, which provides open water swimmers with an opportunity to compete in some of the world's most spectacular waterways - rivers, lakes, ocean, etc. - features races ranging from 15km to 88km!

Nine stages are on this year's programme: the first three take place in Argentina (Rosario on January 27, Santa Fe-Coronda on February 3 and Hernandarias on February 10) and will be followed by Cancun (MEX) on April 20, Capri-Napoli (ITA) on September 1, Lac St-Jean (CAN) on July 27, Lac Magog (CAN) on August 3, Sabac (SRB) and Ohrid Lake (MKD), whose dates remain to be confirmed.

Last year, Esther Nunez from Spain won the series among women while Australian Trent Grimsey was the best in the men's field.

Rabu, 09 Januari 2013

10 Kolam Renang Hotel Paling Top di Dunia

San Alfonso del Mar Resort, Chili

Jakarta – AKUATIK INDONESIA - Berenang merupakan salah satu kegiatan favorit traveler saat menginap di hotel. Apalagi, jika Anda berenang di 10 kolam renang paling top di dunia ini. Dari Ubud hingga Las Vegas, kolam renangnya bukan kolam biasa!

Selain fasilitas kamar yang mewah, hotel-hotel berbintang juga memiliki fasilitas kolam renang untuk para pengunjungnya. Kolam renang ini pun seolah menjadi tempat penghilang lelah para traveler setelah melakukan perjalanan jauh. Di dunia ini terdapat 10 hotel paling top. Berenang di sini dijamin enggan naik ke permukaan.

Dikutip dari News Australia, Selasa (8/1/2013), berikut 10 kolam renang hotel terbaik di dunia seperti yang dilansir oleh hotels.com:

1. San Alfonso del Mar Resort, Chili

Ini adalah kolam renang terbesar di dunia. Panjangnya dapat mencapai 1 kilometer. Tak hanya itu, kolam ini pun mempunyai kedalaman sekitar 35 meter dan juga menjadi kolam renang terdalam di dunia. Meski begitu, pemandangan lautan biru di depan mata dan gedung-gedung mewah di belakang Anda, menjadi perpaduan yang unik. Mau berenang di sini?

2. Hyatt Regency, Hawaii

Di Hyatt Regency, Maui, Hawaii terdapat dua kolam renang keren yang berbeda. Di Kolam Lahaina, Anda dapat berenang sambil dikelilingi oleh pohon-pohon palem yang bergoyang dan merasakan pasir putih ala pantai tropis. Atau, Anda bisa bermain di Kolam Napili dengan jembatan tali, pusaran air, batu lava, dan taman airnya. Seru!

3. Park Hyatt, Australia

Park Hyatt di Sydney, Australia menawarkan pemandangan yang cantik. Dari kolam renang, Anda dapat melihat Opera House Sydney dan pemandangan Kota Sydney yang cantik. Kolam renang di rooftop hotel berbintang lima ini juga menjadi favorit para pengunjung.

4. Conrad Maldives, Maladewa

Ada dua pilihan berenang yang sulit di Conrad Maldives di Rangali Island, Maladewa. Tinggal pilih, Anda mau berenang di ruang dek pribadi sambil menyaksikan matahari terbenam, atau berenang di dua kolam renang utama sambil disinari teriknya matahri.

5. Katikies Hotel, Yunani

Hotel di Oia, Yunani ini akan benar-benar menghipnosis Anda. Ada tiga kolam renang yang sama-sama memiliki pemandangan cantik, yaitu Anda akan melihat lautan biru yang berpadu dengan warna putih bangunan hotelnya. Selain itu, ada bar dengan minuman lengkap di tepian kolamnya. Apalagi yang Anda inginkan?

6. Alam Ubud Culture Villas, Indonesia

Indonesia pun mempunyai hotel dengan kolam renang terbaik di dunia. Datanglah ke Alam Ubud Culture Villas di Ubud, Bali untuk membuktikannya sendiri. Kolam renang di sini berada di tengah-tengah hutan hijau. Udara sejuk dan ketenangan akan menemani Anda saat berendam di dalam kolamnya. Benar-benar damai.

7. Song Saa Private Island, Kamboja

Kemewahan akan Anda rasakan saat berenang di Song Saa Private Island, Koh Ouen, Kamboja. Tidak ada keramaian, hanya lautan tenang, langit biru luas, dan pulau kecil di depan mata Anda.

8. W Retreat, Koh Samui, Thailand

W Retreat di Koh Samaui Thailand akan memberikan pengalaman berenang yang tidak terlupakan. Berenang di kolam renang di sini, Anda akan menikmati keindahan pulau tropis. Setelah merendamkan badan, Anda dapat bersantai dengan koktail yang bisa diambil dari lounge bar yang terletak di tengah-tengah kolamnya. Mantap!

9. Hard Rock Hotel, AS

Kolam renang di Hard Rock Hotel di Las Vegas, AS, adalah lambang gaya hidup yang penuh dengan pesta. Sebuah pesta akhir pekan selama empat hari akan mengundang semua tamu hotel untuk berenang dan berpesta di kolam seluas 18.581 meter persegi. Kolam renangnya pun memiliki tema setiap pagelaran pestanya, dari Nirwana sampai Rehab Sundays.

10. Holiday Inn Shanghai Pudong Kangqiao, China

Ingat, kolam renang ini tidak dianjurkan bagi Anda yang takut pada ketinggian. Anda dapat melambaikan tangan kepada pejalan kaki dari atas ketinggian 30 meter. Ya, Anda akan berenang di tempat yang sangat tinggi dengan kolam renang yang terbuat dari kaca. Anda dapat melihat kota Shanghai dengan jelas dari atas ketinggian sambil berenang.

Jadi, kolam renang mana yang mau Anda datangi?

(detik.com)

Terbengkalai Sejak Dikelola Pemkab. Kolam Renang Taman Ria Manunggal Mirip Tempat Sampah


AKUATIK INDONESIA: Kolam renang Manunggal kondisinya semakin tak terwat sejak pengelolaanya dimabil alih oleh Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Magetan, dari investor awal Januari lalu.
Sejak tidak beroprasi, kolam renang “Plat Merah” yang terletak di areal Taman Ria Manunggal ini sekarang kondisinya layaknya tempat sampah.
oleh pengelola lama PDAM magetan kepada Pemkab sejak awal Januari lalu, kolam renang Manunggal kondisinya tak terawat, bahkan aset Pemkab ini
Dari pantuan LI.COM, terlihat sampah berserakan memenuhi kolam. Baik di lokasi kolam renang dewasa maupun anak-anak. Selain kumuh, airnya kolam pun kotor hingga warnanya menghijau akibat lumut.
Terbengkalainya objek wisata ini membuat sejumlah pengunjung kecewa.
Menggapi permasalahan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan Abdul Azis mengatakan, saat ini pengelolaan obyek wisata itu masih dalam pembahasan bersama dinas-dinas terkait.
“Yang pasti, manunggal akan kami kelola dengan baik,” ujarnya Usai rapat gabungan terkait pengelolaan Taman Ria Manunggal pasca penglolaan dikembalikan ke PDAM di Kantor Kabupaten, Selasa, (08/01/2013).
Menurut Aziz, untuk menata kembali taman wisata itu, membutuhkan biaya yang sangat besar (LENSAINDONESIA.COM)

Persiapan Porprov 2015: Kolam Renang Internasional Sedot Anggaran Rp 15 M


AKUATIK INDONESIA - Pemkab Batangahari saat ini terus membangun sarana dan prasarana olahraga sebagai berntuk kesiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2015 mendatang. Salah satunya dengan membangun kolam renang berstandar internasional. 
‘’Insyaallah tahun ini akan dibangun kolam renang standar internasional sebagaisarana porprov 2015 mendatang,’’ ungkap Kepala Dinas PU Batanghari, Ruslan A Gani, kepada Koran ini dirung kerjanya, kemarin.
Pembangunan kolam renang itu, sambungnya, menggunakan APBD Batanghari 2013 dengan nilai Rp 15 miliar. Sedangkan untuk lokasi kolam renang itu nantinya akan dibangun dilokasi BSC (Bulian Sport Center, red), yang tidak jauh dari kantor KPUDBatanghari. ‘’Dalam DPA tahun 2013, kolam renang tersebut menelan dana Rp 15 miliar, dan lokasinya di BSC,’’ terangnya.
Sarana lain yang telah selesai dibangun, lanjutnya, untuk menyambut Kabupaten Batanghari sebagai tuan rumah Porprov 2015 mendatang adalah stadium KONI yang menelan dana Rp 8 miliar. ‘’Stadiun KONI sudah selesai pengerjaannya. Selain itu juga sarana penunjang lainseperti lapangan futsal juga sudah selesai,’’ tuturnya.
Sekedar diketahui, pelaksanaan Porprov akan dilangsungkan tahun 2014, tetapi tahun 2014, bertepatan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres), sehingga pemda Batanghari menunda pelaksanaan menjadi tahun 2015. (jambiekspress)

Selasa, 08 Januari 2013

USA NEWS: REALITY SHOW STARRING RYAN LOCHTE TO DEBUT IN APRIL

Ryan Lochte

Olympian to feature in six episodes on E! Entertainment Channel in the U.S.

PHOENIX, Arizona, AKUATIK INDONESIA, January 8. RYAN Lochte's cameos in "90210" and "30 Rock" were just the beginning of his plan to rule the TV airwaves, as the Olympic champion is set to make his reality show debut with his own series, called "What Would Ryan Lochte Do?"

The show will air six episodes in April, according to an announcement made today by E! Entertainment President Suzanne Kolb at the Television Critics Association press tour. Lochte has been tight-lipped about the content of the show, but in a post announcing the show, E! said the show "will follow the self-proclaimed King of Gainesville, Fla. as he looks for love (and) hits the pool."

Most reality shows are filmed months in advance of their airdates, so the first episodes could focus on Lochte's exploits immediately after the Olympics, including his romp through Las Vegas that had him racing Britain's Prince Harry in a pool. Lochte was also expanding his brand name outside the pool by attending fashion shows in an attempt to learn about starting his own fashion line. He was also a part of the E! channel's Fashion Week coverage in New York City in November. 

Journalists attending the TCA announcement were shown a sneak peek of the episode. Entertainment Weekly wrote that "Lochte came off more than a little dense. Sort of like a male Jessica Simpson (a swimbo?). 'I don't even know what is a douchebag,' the swimmer said when apparently asked about being called the term. 'I don't even know what it means.' "

The news of Lochte's reality show indicates that his former agent, Erika Wright, is a producer on the show. Lochte dropped Wright as his agent and signed with Creative Artists Agency in early December, and it is not clear if today's announcement means Wright and Lochte will continue to work together.

It is not known if the six episodes airing in April are the only episodes currently in production, or if "What Would Ryan Lochte Do?" will return for a second season.

Juggling swimming with participating in a reality show has been a mixed bag so far for Lochte in the five months since the Olympics. While he did win two individual events at the short course world championships, setting world records in the individual medleys, he was beaten in the 200 backstroke. Lochte does remain serious about his swimming goals, as evidenced by the recent video of him training with the Air Force Elite Special Forces. (swimmingworld)

Jumat, 04 Januari 2013

ATLET AKUATIK TERBAIK TAHUN 2012


Lausanne (SUI), AKUATIK INDONESIA, January 4, 2013 – For the third consecutive time, FINA selected the female and male Athletes of the Year in its five aquatic disciplines. In an initiative promoted by the “FINA Aquatics World Magazine” and after collecting the votes from the 202 National Member Federations, media and aquatic experts, FINA’s Athletes of 2012 are:

SWIMMING
Men: Michael Phelps (USA)
2012 Olympic champion in 200m IM, 100m fly, 4x100m medley, 4x200m free; Olympic silver medallist in 200m fly and 4x100m free
Women: Missy Franklin (USA)
2012 Olympic champion in 200m back, 100m back, 4x200m free and 4x100m medley; Olympic bronze medallist in 4x100m free

DIVING
Men: Ilya Zakharov (RUS)
2012 Olympic champion in 3m springboard and silver medallist in 3m springboard synchro
Women: Wu Minxia (CHN)
2012 Olympic champion in 3m springboard and 3m springboard synchro

WATER POLO
Men: Josip Pavic (CRO)
2012 Olympic champion; 2012 World League winner
Women: Maggie Steffens (USA)
2012 Olympic champion; 2012 World League winner

SYNCHRONISED SWIMMING
Natalia Ishchenko (RUS)
2012 Olympic champion in Duet and Team

OPEN WATER SWIMMING
Men: Oussama Mellouli (TUN)
2012 Olympic champion in 10km and bronze medallist in 1500m free
Women: Eva Risztov (HUN)
2012 Olympic champion in 10km