Sabtu, 28 Mei 2011

SEA Games 2011: Akuatik Siap Bertabur Emas

Akuatik siap menjadi cabang olah raga yang bertabur medali emas pada SEA Games XXVI pada November mendatang. Pengurus Besar (PB) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) pun berharap dapat mendulang minimal sepuluh emas dari cabang olah raga air ini.
Ketua Umum PB PRSI, Hilmi Panigoro, mengatakan bahwa renang yang menyediakan 38 medali itu diharapkan menjadi pendulang terbanyak. “Kami menargetkan lima medali emas dari cabang renang,” kata Hilmi di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman sponsorship dengan PT Jasa Marga dan Asuransi Jasindo di Jakarta.
Lima medali emas itu melebihi pencapaian Indonesia pada SEA Games 2009 Laos. Saat itu, Glenn Victor menyumbangkan emas untuk nomor 100 meter gaya punggung dan 4x100 meter gaya ganti perseorangan.
Untuk lima medali emas lainnya, PRSI membebankan pada cabang akuatik lainnya, seperti loncat indah, renang perairan terbuka, polo air, dan renang indah. “Cabang tersebut masing-masing satu medali. Kecuali renang perairan terbuka, kita punya peluang mendapat dua medali emas,” kata Sekretaris Jenderal PB PRSI, Tonny P Miharja.

Renang Patok Target 5 Emas
Ketua Umum PB PRSI Hilmi Panigoro menyatakan bahwa dari total target medali itu, subcabang renang diharapkan bisa meraup medali paling banyak. "Kami ingin lima emas dari renang," katanya di sela-sela acara penandatanganan nota kesepahaman dengan Jasa Marga dan Jasindo, 11/5. 
Target ini memang menjadi upaya perbaikan atas prestasi yang ditorehkan pada SEA Games Laos 2009. Tiga medali emas dipersembahkan untuk Indonesia saat itu. Dua emas dari subcabang renang yaitu dari Glenn Victor untuk nomor 100 meter gaya punggung dan tim 4x100 meter gaya ganti perseorangan. Satu emas lainnya dipersembahkan dari loncat indah nomor sinkronisasi putra papan 10 meter. 
Tahun ini, loncat indah juga diharapkan untuk kembali mempersembahkan satu medali emas. Sisanya diharapkan datang dari renang perairan terbuka, polo air, dan renang indah. "Kita mempunyai peluang dua medali emas di renang perairan terbuka," kata Sekretaris Jenderal PB PRSI, Tonny P Sastramiharja dalam kesempatan terpisah. 
Secara keseluruhan cabang akuatik akan memperebutkan 38 medali emas di SEA Games. Dengan persiapan yang sudah berada dalam hitungan bulan ini, Tonny mempercayakan proses pembangunan lokasi pertandingan yang kini masih belum rampung. "Kami mempercayakan kepada panitia lokal saja, tidak perlu lagi mencari solusi lain," katanya.
Seperti diketahui cabang renang dan lainnya akan digelar di Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang. Hingga saat ini proses pembangunan masih belum rampung. "Kami diberitahu bahwa venue itu akan kelar pada bulan September," katanya.
Sementara itu, untuk proses persiapan sendiri PB PRSI setidaknya bisa bernafas lega dengan adanya dukungan dari Jasa Marga dan Jasindo. Kedua BUMN ini sudah menyatakan komitmen mereka untuk memberikan dukungan kepada PB PRSI dalam bentuk sponsorship. PT Jasa Marga memberikan sponsor senilai Rp 1 miliar sementara Jasindo memberikan Rp 250 juta.EZTHER LASTANIA/ TEMPO Interaktif, Jakarta 

MAKAN DAGING ATAU DOPING?

Dua perenang China, Wang Wei dan Xiong Guoming, tak pernah menyangka, gara-gara menyantap tumis hati babi, mereka terkena hukuman: tak boleh berlomba tiga tahun. Pasalnya, hasil uji laboratorium menunjukkan di dalam tubuh mereka terkandung zat doping clenbuterol. Bahwa 11 di antara 60 sampel makanan serupa—yang diambil dari warung di Shanghai, China, tempat mereka makan—terbukti mengandung clenbuterol, ternyata itu tidak menghapus hukuman mereka.
Itu cerita tahun 1999. Pada Agustus tahun lalu, jejak clenbuterol juga tampak pada atlet yang baru pulang dari pertandingan di China. Adalah atlet tenis meja asal Jerman, Dimitrij Ovtcharov, yang terkena getahnya.
Peraih medali perak pada Olimpiade Beijing 2008 itu lantas menuding makanan hotel yang ia santap sebagai biang keladi. ”Beruntung”, urine empat atlet Jerman lain yang berlaga di turnamen yang sama terbukti juga mengandung clenbuterol, tulis kantor berita AP, Senin (24/11).
Ovtcharov tertolong oleh rambutnya yang gelap. Pasalnya, clenbuterol 20 kali lebih terlihat pada mereka yang rambutnya gelap ketimbang yang berambut pirang. Singkat kata, ia pun dinilai tidak curang. Federasi yang menaunginya pun menyatakan atlet ini tidak bersalah.
Namun, tidak demikian dengan Badan Antidoping Dunia (WADA). Lembaga yang satu ini memang terkenal dengan keteguhannya menegakkan aturan sehingga jarang ada kasus doping yang lolos. Dalam kasus yang menimpa Ovtcharov, misalnya, WADA bersikukuh untuk melanjutkan gugatannya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga. Alasannya, WADA tidak mau ada preseden terkait ”daging terkontaminasi” yang di kemudian hari bisa dipakai atlet untuk memanipulasi penggunaan clenbuterol.
Pada lingkaran atlet kondang dunia, kasus clenbuterol ini telah menjegal pebalap sepeda Alberto Contador setelah menjalani uji doping di lomba Tour de France tahun lalu. Federasi balap sepeda Spanyol memang belum mengeluarkan keputusan, tetapi para pejabat balap sepeda menduga Contador berbohong bahwa clenbuterol itu ada dalam tubuhnya gara-gara ia makan steak.
Selain Contador, pebalap sepeda China, Li Fuyu, juga terkena kasus serupa sampai ia dipecat dari tim balap Radio Shack yang menaungi pebalap kondang Lance Armstrong. Li dinyatakan positif doping pada balapan di Belgia, Maret tahun lalu. Seperti juga Contador, kandungan clenbuterol dalam tubuhnya amat kecil—0,000000000001 gram per tetes urine—sehingga tak terlihat oleh mata dan tak bisa dicatat oleh timbangan presisi tertinggi yang biasa dipakai ahli kimia sekali pun.
Persis seperti kilah yang diajukan Contador, Li pun bersikeras ia tidak memakai doping dan menuding makanan sebagai penyebabnya. ”(Dari) sejenis daging,” kata Li Fuyu.
Kambing hitam
Tampaknya memang paling mudah mengambinghitamkan daging sebagai penyebab masuknya clenbuterol ke dalam tubuh. Maklum, untuk makanan otot, tentu setiap atlet membutuhkan protein, terutama yang hewani.
Clenbuterol tergolong cepat membakar lemak dan membentuk otot. Itulah kenapa zat doping ini disukai mereka yang ingin memperkuat ototnya, juga oleh para peternak.
Untuk menguji apakah benar daging yang terkontaminasi clenbuterol bisa membuat atlet gagal melewati tes doping, laboratorium antidoping China tahun 2009 membeli sejumlah daging babi. Para pekerja lab pun diminta untuk memakannya. Urine mereka lantas dianalisis. Hasilnya, sebagian gagal. Jadi, andaikata mereka itu atlet, pasti mereka akan masuk dalam kasus doping WADA.
”Kami menemukan, kalau daging atau hati babi amat terkontaminasi, hasil tes kita bisa positif meski tidak selalu,” kata Zhao Jian, Deputi Dirjen Badan Antidoping China, kepada AP. ”Mungkin terjadi, terbukti ilmiah. Anda bisa positif doping dari daging yang terkontaminasi.”
Uji laboratorium itu lantas menjadi dasar bagi lembaga antidoping tersebut untuk mengingatkan atlet-atlet China agar tidak makan sembarangan di luar.
Pertanyaan yang kemudian muncul, apakah kasus daging yang terkontaminasi itu layak dipertimbangkan untuk ”mengampuni” atlet yang dari hasil laboratorium terbukti ”menggunakan” clenbuterol?
Bak makan buah simalakama. Dimakan mati ibu; tidak dimakan mati bapak. Kalau diberi toleransi, bisa saja ada atlet yang mencoba curang dengan mengakali lubang ini. Sementara itu, jika benar-benar tak ada ampun, bisa-bisa kasus clenbuterol ini menjerat atlet tak bersalah yang terjeblos hanya gara-gara salah makan.
WADA memilih bersikap keras. Tak ada toleransi. Sesedikit apa pun clenbuterol terkandung dalam tubuh atlet, itu sudah cukup untuk mendakwa sebagai positif doping.
Sebaliknya, laboratorium di China dan di Jerman menyarankan untuk memberi sedikit kelonggaran. China, yang melakukan uji doping lebih dari 10.000 kali setiap tahun, menemukan 20 kasus positif clenbuterol dalam tiga tahun terakhir. Namun, sampai saat ini pihaknya belum bisa membuktikan apakah ke-20 kasus itu berasal dari daging atau tidak.
Tampaknya kini atlet dan pelatih benar-benar harus bersikap hati-hati. Pelatih kepala tim tenis meja putri Jerman, Joerg Bitzigeio, sampai harus berkonsultasi dengan laboratorium di Koeln, Jerman, sebelum mengirim tiga pemainnya untuk berlatih dengan tim nasional China.
Saran yang diterima, jangan makan daging, jangan makan segala jenis produk susu dan telur. Sungguh repot (koni)

Sea Games 2011: Open Water Targetkan 4 Emas

Open Water menargetkan meraih empat medali emas atau sapu bersih seluruh emas yang diperebutkan pada SEA Games pada November 2011.  Target Indonesia bisa meraih seluruh medali emas atau empat emas yang disediakan untuk pertama kalinya cabang ini diperlombakan di SEA Games.     
Open Water telah menyiapkan enam atletnya, masing-masing tiga putra dan putri yang sudah menjalani pemusatan latihan nasional di Bandung, Jawa Barat. Keenam atlet tersebut adalah hasil seleksi nasional yang dilakukan pada beberapa waktu lalu dan kini di bawah asuhan pelatih nasional Dani dan Guruh. Mereka menjalani pelatnas.      
Atlet renang perairan terbuka Indonesia yang diturunkan pada SEA Games nanti di Pulau Putri Kepulauan Seribu, Jakarta. Mereka adalah Ricky Anggawijaya, Pratama Siahaan, dan Satrio. Putri: Yessy Yosaputra, Reina Saumi Grahana, dan Anisa Fabiola.      
Menurut Eko, untuk sementara menjaring tiga atlet dulu untuk putra dan putri. Kalau memang KONI mengizinkan enam atlet berarti kami tinggal memanggil tiga atlet lagi dari hasil seleknas.
Para atlet Indonesia itu akan diturunkan untuk seluruh nomor perlombaan, yakni maraton swimming 5 km dan 10 km putra putri dengan pesaing yang dihadapi dari Vietnam, Filipina, Singapura, dan Malaysia.
Menurut Eko, keenam atlet tersebut sedang mempersiapkan diri dengan berlatih dalam program 60 persen berlatih di kolam renang dan sisanya 40 persen latihan di perairan laut.  Beberapa bulan ke depan seluruh atlet itu sudah akan menjalani latihan di perairan laut untuk menyesuaikan kondisi alam dengan para atlet.
Prestasi terakhir dari nomor perairan terbuka pada event internasional adalah meraih medali perak pada Asian Beach Games 2010 lalu di Oman yang diraih oleh atlet Yessy Yosaputra.  
"Dengan modal prestasi yang ada dan ditambah persiapan yang maksimal, optimis emas medali emas SEA Games tahun ini bisa diraih seluruhnya oleh perenang Indonesia," kata Eko Purwandari.
Cabang renang perairan terbuka akan diperlombakan pada SEA Games nanti berlangsung pada 16-18 November 2011 di Pulau Putri Kepulauan Seribu Jakarta Utara.
Keenam Atlet ini merupakan hasil seleksi dari 35 perenang yang ambil bagian dalam seleknas. Seleknas menyaring tiga atlet putra dan tiga atlet putri. Mereka berasal dari tujuh daerah di Indonesia yakni DKI Jakarta, Sumutera Utara, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Bali, NTT, dan Jawa Tengah. Dalam seleksi, masing-masing perenang menempuh jarak sejauh 10 km yang dibagi dalam empat putaran Pulau Seribu Jakarta Utara.
Peraih medali perak nomor 10 km pada Asian Beach Game II  2010, Yessy P Yosaputra juga ikut ambil bagian. Yessy merupakan andalan PB PRSI  pada nomor open water di SEA Games 2011.
Menyinggung tentang pesaing, Ketua Komisi Teknik Open Water PRSI, Amir Hussein mengatakan, pesaing terberat sebenarnya dari China dan Hongkong. Di SEA Games, Vietnam kuat di nomor putra. Jadi peluang di nomor putri sebenarnya cukup besar. Peluang emas lainnya juga kami harapkan dari nomor putra. 

SEA Games 2011:Rp 150 M untuk Pembukaan dan Penutupan

Upacara pembukaan dan penutupan SEA Games yang akan berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan, 11-25 November 201, membutuhkan dana sedikitnya Rp 150 miliar. Hal itu dikatakan panitia daerah di Palembang.
”Pihak panitia daerah telah menyusun rencana kegiatan, termasuk dana yang dibutuhkan untuk menyukseskan upacara pembukaan dan penutupan,” kata Rusli Nawi, salah satu panitia daerah pada rapat persiapan pesta olahraga Asia Tenggara itu di Palembang, (21/3/11).
Pada rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Yusri Effendi, Rusli menjelaskan secara rinci persiapan upacara pembukaan dan penutupan SEA Games XXVI, mulai dari penyiapan panitia penerima tamu, pengamanan, hingga masalah fasilitas pendukung seperti perhotelan, konsumsi, termasuk transportasi.
Pada rapat tersebut juga terungkap bahwa antara panitia daerah dan pusat belum ada kesamaan persepsi, seperti masalah petugas yang masuk dalam tim penari massal saat pembukaan dan penutupan SEA Games.
Pihak panitia lokal berencana melibatkan penari dari 11 kabupaten dan empat kota di Sumsel agar pihak daerah merasa ikut dilibatkan, sementara panitia pusat punya wacana mendatangkan penari dari Jakarta atau merekrut tim kesenian dari Kota Palembang saja dengan pertimbangan efisiensi biaya dan kesiapan fasilitas pendukung di ibu kota Provinsi Sumsel itu.
Panitia pusat dan daerah sama-sama menginginkan kabupaten/kota di Sumsel tetap mengirimkan perwakilannya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah bersangkutan serta kesiapan fasilitas yang ada di Palembang, terutama masalah penginapan.
Denny Malik dari panitia pusat SEA Games mengatakan, pada prinsipnya upacara pembukaan dan pentutupan SEA Games itu bukan banyaknya personel yang dilibatkan, tetapi kualitas tampilan.
”Percuma kami merekrut banyak personel kesenian, tetapi ketika tampil tidak berkualitas serta kurang memuaskan,” katanya.
Untuk menyukseskan upacara pembukaan dan penutupan pesta olahraga se-Asia Tenggara itu, panitia telah menyiapkan 20 orang pelatih tari dan seniman. Harapannya, tim kesenian yang disiapkan itu tampil lebih semarak, memukau, dan sukses.

DKI Dapat Rp 70 Miliar untuk SEA Games
Dalam rangka pelaksanaan SEA Games XXVI yang rencananya akan dilaksanakan 11-25 November 2011, Jakarta terus berbenah diri sebagai salah satu lokasi penyelenggara. Demi kesuksesan acara tersebut, Jakarta memperoleh dana anggaran sebesar Rp 70 miliar yang berasal dari APBN.
"Sampai sekarang berjalan lancar. Berdasarkan laporan, semuanya sudah melebihi target. Kami optimistis semuanya akan bisa berjalan sesuai dengan rencana," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo seusai rapat pimpinan di Balaikota, Jakarta. (23/5/2011).
Namun, sejauh ini, masalah akomodasi masih belum teratasi. Laporan mengenai masalah akomodasi yang seharusnya segera diurus belum ada ujungnya. Kaitan akomodasi untuk atlet peserta SEA Games ini merupakan salah satu hal mendasar dan harus segera ada keputusan.
"Saya belum menerima laporan, padahal dua minggu lalu sudah saya ingatkan. Saya minta kepada yang bertanggung jawab mengenai akomodasi untuk secepatnya diselesaikan. Dengan begitu, hotel-hotel atau penginapan yang akan kami gunakan untuk kepentingan menampung atlet bisa terjamin. Kalau tidak ada kepastian, kan pengusahanya bisa bilang ngapain gue nungguin, bisa dijual ke tempat lain," ungkap Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo.
Problematika mengenai akomodasi ini juga memengaruhi pengaturan mobilitas antara tempat penginapan dan venue tempat penyelenggaraan pertandingan. Pemerintah Provinsi DKI sendiri ikut memberikan rekomendasi akomodasi untuk atlet peserta SEA Games ini.
Menurut Foke, ini lantaran pihaknya tahu apa yang terbaik dan memungkinkan pengaturan mobilitas itu berjalan lancar. Jika akomodasi jelas dan pengaturan mobilitas berjalan semestinya, rencana pengaturan lalu lintas dapat segera disiapkan, seperti penyediaan bus dan lain-lain.
"Untuk rekomendasi akomodasi, sudah diserahkan ke pusat dan bukan cuma satu. Misalnya, venuebalap sepeda ada beberapa opsi yang kami tawarkan agar atletnya ditaruh di tempat-tempat ini. Agar pengaturan transportasinya bisa baik," ucapnya

FINA Announces Two-Year Doping Suspension of Ksenia Atamanskaya of Kazakhstan

FINA recently announced that Kazakhstan's Ksenia Atamanskaya has been suspended for two years after testing positive for Fenoterol.
Fenoterol is an asthmatic medication that is banned by FINA as a Class S3 Beta-2 Agonist. The medication is designed to open the pathways to the lungs. 
The test occurred at the Kazakhstan Open Swimming Championships in 2011. Kazakhstan's national federation has imposed a sanction of two years, beginning on May 10, 2011

Regulations on Coordination between Food Safety Watchdogs Stipulated by OC of the 14th FINA World Championships

Regulations on Coordination between Food Safety Watchdogs Stipulated by OC of the 14th FINA World Championships
(Press Release III on Food Safety for FINA)

The OC Food Safety Department has stipulated the Regulations on Coordination between food safety watchdogs for the 14th FINA World Championships (hereinafter referred to as the Regulations), with a view to ensuring effective cooperation between five food safety watchdogs in terms of food cultivation (breeding), production, circulation and consumption for the Championships, redressing omissions in food safety supervision and administration from the field to the fork, and enhancing efficiency in food safety control. In line with the demand put forward by Shanghai Municipal People’s Government and the OC, Shanghai Municipal Agricultural Commission, Shanghai Municipal Bureau of Quality and Technical Supervision, Shanghai Administration for Industry & Commerce, Shanghai Entry-Exit Inspection and Quarantine Bureau, and Shanghai Food and Drug Administration, in the charge of the OC Food Safety Department, are responsible for supervision over food cultivation (breeding), production, circulation and consumption for the Championships.

The Regulations highlight coordination in the following aspects:
1. Principles for spot checks on the food for the Championships;
Organizations responsible for spot checks on food ingredients and products in the food supply chain are clarified.

2. Testing items and agencies;
Four certified testing agencies have been designated by the Food Safety Department to carry out the controls in line with the same approaches and criteria.

3. Coordination between the traceability of food and inspection over purchased ingredients;
Recommended food suppliers and official hotels are required to adopt the Food Traceability System for the 14th FINA World Championships and implement the Ingredient Distribution and Circulation Form for the 14th FINA World Championships to exercise IT-based control over food traceability.

4. Labeling in food distribution for the Championship;
Food for the Championships must be packaged with special labels, and all truck doors should be sealed with TAG that bear code numbers so as to ensure the food are not intact during the food transportation.

5. Chain of custody for food production and supply;
All suppliers have to retain their food production and supply records according to relevant requirements so that in case of any emergency, documents concerned can be provided in time. In addition, all food safety watchdogs have also to keep their records on food safety supervision and administration.

6. Information on food safety;
During the Championships, the results of food safety supervision for all food suppliers and official hotels will be reported to the OC on a daily base.

The OC Food Safety Department has stipulated the Regulations on Coordination between food safety watchdogs for the 14th FINA World Championships (hereinafter referred to as the Regulations), with a view to ensuring effective cooperation between five food safety watchdogs in terms of food cultivation (breeding), production, circulation and consumption for the Championships, redressing omissions in food safety supervision and administration from the field to the fork, and enhancing efficiency in food safety control. In line with the demand put forward by Shanghai Municipal People’s Government and the OC, Shanghai Municipal Agricultural Commission, Shanghai Municipal Bureau of Quality and Technical Supervision, Shanghai Administration for Industry & Commerce, Shanghai Entry-Exit Inspection and Quarantine Bureau, and Shanghai Food and Drug Administration, in the charge of the OC Food Safety Department, are responsible for supervision over food cultivation (breeding), production, circulation and consumption for the Championships.

Jumat, 20 Mei 2011

Phelps Kalahkan Lochte

Juara olimpiade, Michael Phelps mengalahkan rekan senegaranya, Ryan Lochte di nomor 200 meter punggung dalam turnamen grand prix Charlotte Ultraswim, Minggu.
Phelps peraih 14 medali emas Olimpiade meraih satu kemenangan di ajang Charlotte Ultraswim kali ini. Ia menempati  posisi enam  di nomor 200 meter gaya bebas dan posisi kedua nomor 200 meter gaya kupu-kupu.
Saat mengalahkan Lochte, Phelps mencatat waktu 1 menit 57.20 detik, sementara Lochte membukukan waktu 1 menit 58.82 detik. "Saya melihat percikan dan baju berwarna hijau di ujung mata, saya tahu itu Ryan," kata Phelps.