Tampilkan postingan dengan label KOLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOLAM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Januari 2014

PON 2016: Jabar bangun kolam renang monumental

Bandung. AKUATIK - pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membangun kolam renang dan gedung bulu tangkis monumental dan bertaraf internsional sebagai persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional 2016.

"Berdasarkan permohonan Gubernur, kalau hasil PON itu harus ada bekas. Kami sayang kalau tidak membangun apa-apa dari momentum yang besar itu. Makanya untuk renang dan bulu tangkis kami akan membangun venue-nya yang monumental," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jabar Yudha M Saputra di Bandung, Selasa.

Menurut Yudha, rencananya kedua venue tersebut akan dibangun di wilayah Arcamanik, Kota Bandung, karena Pemprov Jabar memang akan menjadikan wilayah tersebut sebagai sport centre.

"Untuk tahapan pembangunan kedua venue tersebut masih dalam tahap perencanaan," kata dia.

Dikatakannya anggaran untuk kolam renang yang monumental itu bisa di atas Rp250 juta sementara untuk Bulutangkis, anggarannya bisa di atas Rp100 juta dengan kapasitas penonton minimal 4 ribu orang.

"Dan untuk membangun venue tersebut pihak kami sudah berkoordinasi dengan KONI," katanya.

Ia menuturkan, dalam persiapan PON venue yang dibanguan tidak semuanya baru karena ada venue yang sudah ada dan direnovasi disesuaikan dengan kebutuhan.

"Kemudian ada juga benu yang pembangunannya dengan cara MoU dengan pemkab/pemkot serta pihak swasta," kata dia.

Menurutnya, di antara venue yang dibangun atau direnovasi adalah di wilayah Arcamanik-Kota Bandung. setidaknya di kawasan sport center ini sudah dibangun enam vanue baru lengkap dengan tribun-tribunnya.

"Salah satunya adalah venue untuk cabang olahraga bela diri ada di sana," ujar Yudha.

Provinsi Jabar, lanjut dia, tidak perlu takut menjadi tuan rumah penyelenggara PON malah Jabar harus membuat sesuatu yang monumental, agar menjadi sejarah dalam penyelenggaraan PON.

Ia menambahkan, untuk pembangunan venue PON, pihaknya telah diminta oleh gubernur untuk segera menyerahkan proposal ke pemerintah pusat.

"Untuk proposalnya sendiri ditujukan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementrian Keuangan, Bapenas, dan DPR Komisi X," katanya.(antaranews)

Kamis, 21 November 2013

Kolam Renang Senayan Memprihatinkan

JAKARTA, (AKUATIK) – Kondisi kolam renang Senayan di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) cukup memprihatinkan. Pemandangan itu terlihat saat pelatih klub renang Pari Sakti, Raja M Nasution mengunjungi lokasi itu, Rabu (20/11). Dia hanya bisa termenung memandangi air kolam renang yang dulunya bening berubah hijau.
Ayah ratu renang Asia Tenggara Elvira Rosa Nasution ini merasakan sudah tak ada lagi perhatian Badan Pengelola Gelora Bung Karno (BPGBK). Bahkan ia menyebutnya kolam renang  benar-benar sudah berubah fungsi.
"Dulu, kegiatan olahraga lebih diprioritaskan pihak pengelola GBK. Kini, semua hanya tinggal kenangan. Sudah seminggu, anak-anak berlatih di air kotor berwarna hijau. Kasihan mereka jika terkena penyakit kulit. Saya sudah melapor ke pihak pengelola tapi tak ada perbaikan dilakukan terhadap pompa yang rusak," kata Raja Nasution.
Menurutnya, yang lebih parah lagi, kegiatan latihan renang sering sekali terganggu. Ini semua akibat kebijakan pengelola yang hampir setiap dua hari sekali menyewakan lahan untuk kegiatan yang tidak ada hubungan dengan olahraga di areal kolam renang.
Raja hanya bisa menyampaikan keluhan. Dia berharap Menpora Roy Suryo mendengar keluhannya. "Saya hanya bisa berharap pemerintah bisa mengembalikan kenangan itu. Kegiatan olahraga menjadi prioritas utama sehingga bisa lahir atlet renang berkualitas yang mampu membawa harum nama bangsa dan negara," ujarnya.
Mantan pemain polo air ini telah mengabdikan hidupnya untuk membina perenang. Bukan hanya empat anaknya dijadikan perenang nasional tetapi lewat tangan "dingin" nya banyak lahir perenang nasional yang berprestasi di SEA Games.
Di usia senja, Raja yang berada di kursi roda karena kakinya diamputasi akibat penyakit diabetes tetap saja semangat melatih. Teriakan kerasnya jelas terdengar saat memberikan instruksi.

"Saya itu tidak akan bisa lepas dari renang. Makanya, saya akan terus mengabdi untuk membangun prestasi olahraga renang," kata Raja yang didampingi anaknya Kevin dan Akbar Nasution menangani puluhan perenang berbagai usia yang berlatih di klub Pari Sakti. (suaramerdeka.com)

Selasa, 27 Agustus 2013

Kolam Renang Hotel-hotel Mewah Ini Menawarkan Sensasi Luar Biasa!

Hotel Mardan PAlace
AKUATIK - Hotel-hotel mewah di seluruh dunia pasti menawarkan berbagai fasilitas istimewa bagi tamunya. Hal ini tentu sudah biasa dan bukan lagi sebuah kejutan. Namun, siapa pun akan terkagum-kagum melihat fasilitas kolam renang luar biasa di hotel-hotel berikut ini. Mari menjelajah Turki, Yunani, Swiss, dan Pulau Dewata di Indonesia.

Pertama, Anda akan terpukau dengan kolam renang yang ada di Hotel Mardan Palace, Turki. Hotel seluas 180.000 meter persegi tersebut mengeksplorasi kebudayaan dan keunggulan alam di sepanjang garis pantai Mediterania. Selain memberikan kemewahan dalam 546 kamarnya, hotel ini juga menawarkan pelayanan spa yang luar biasa.

Namun, bukan pelayanan spa kelas satunya yang menjadikan hotel ini istimewa. Kolam renang luar ruang dengan bangunan di tengah-tengahnyalah yang membuat hotel ini tampak luar biasa.

Lokasi kedua yang memiliki kolam renang mengagumkan adalah Grecotel Amirandes Exclusive Resort. Resor ini berada 18 kilometer dari bandar udara internasional Heraklion, Nikos Kazantzakis. Situs resmi hotel tersebut menyebutkan bahwa mereka menawarkan lokasi sempurna dengan akses mudah menuju situs arkeologis terkenal di dunia, Istana Knossos.

Grecotel Amirandes Exclusive Resort berada di atas lahan seluas 70.000 meter persegi. Hotel ini memiliki 212 kamar mewah bergaya bungalow dan suites. Beberapa dari kamar-kamar eksklusif tersebut bahkan memiliki kolam renang pribadi. Tidak hanya itu saja, berbagai fasilitas umum untuk seluruh tamu, seperti restoran, juga dikelilingi kolam renang.

Tengoklah kolam renang utama hotel ini jika Anda ingin menikmati pemandangan bebas menuju lautan lepas, sembari ditemani kemewahan langsung dari pintu kamar tempat Anda menginap. Inilah yang membuat kolam renang Grecotel luar biasa.

Lokasi ketiga adalah Hotel Cambrian di Swiss. Hotel ini berada 50 meter dari jatung Adelboden. Lift ski berada tidak jauh dari hotel tersebut. Penginapan ini juga dapat dijangkau dalam dua jam dari Zurich dan dua setengah jam dari Geneva dengan menggunakan mobil.

Kolam renang air hangat luar ruang hotel ini justru sederhana karena tidak menggunakan berbagai dekorasi arsitektur rumit. Namun begitu, tetap saja dapat membuat para tamu hotel bisa menikmati keindahan alam, menyaksikan salju di puncak gunung di seberang lembah.

Lokasi keempat adalah Resor Ubud Hanging Garden di Bali. Hotel yang sudah dikenal luas secara internasional ini menawarkan infinity pool yang berada pada dua level, seolah membentuk terasering. Kolam renang istimewa tersebut dikelilingi oleh hutan hujan tropis yang tampak begitu menyegarkan. Para tamu juga dapat menikmati segarnya sinar matahari yang terus menyinari Bali. Uniknya, setiap kamar dan suite yang ada di resor tersebut memiliki "bagian kolam renang"-nya sendiri.

Terakhir, kolam renang di Darwin, Australia. Sebenarnya, kolam renang ini bukan bagian dari hotel. Kolam renang ini juga kalah cantik dengan keempat kolam renang hotel yang telah disebutkan sebelumnya. Kolam tersebut merupakan bagian dari Crocosaurus Dave dan menawarkan pengalaman mendebarkan yang luar biasa. Anda bisa berenang bersama seekor buaya berukuran besar dalam program Cage of Death.

Dengan "sangkar" berbentuk silinder tembus pandang, para pengunjung akan terlindungi sembari berenang bersama buaya-buaya besar. Setiap perenang bisa merasakan sensasi berada beberapa sentimeter dari buaya selama 15 menit. (KOMPAS.com)


Senin, 22 Juli 2013

Kolam Renang Baru di GOR Pajajaran Dorong Prestasi Atlet Jabar

Bandung – AKUATIK INDONESIA - Kolam Prestasi milik KONI Jabar di kawasan GOR Pajajaran Bandung diresmikan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Sabtu (6/7/2013). Kolam Prestasi tersebut dibangun untuk memacu prestasi para atlet dalam menghadapi PON XIX tahun 2016 dimana Jabar akan menjadi tuan rumah..

Penyediaan sarana dan fasilitas latihan para atlet dikatakan Aher merupakan kewajiban pemerintah daerah. Diharapkan dengan adanya sarana dan prasarana baru, prestasi atlet Jabar akan makin gemilang.

"Kalau di PON 18 tahun 2012 di Riau lalu kita bisa meraih 22 emas dari cabang renang sekaligus memecahkan rekor perolehan medali emas PON, berarti dengan keberadaan kolam renang ini diharapkan jumlah emasnya bisa meningkat drastis. Kalau perlu, sapu bersih," ujar Aher.

Gubernur mengungkapkan, keberadaan kolam ini juga harus mendorong prestasi atlet di Jabar sebagai gudang atlet berprestasi untuk cabang renang nasional atau di kejuaraan internasional.

"Mudah-mudahan sebelum 2016 Pemprov bisa membangun kolam renang sebagai tempat latihan sekaligus venue untuk PON 2016 mendatang," katanya.

"Insya Allah jika renang bisa meningkatkan prestasi, yang diikuti dengan prestasi cabang olahraga lainnya, kita akan menjadi juara umum di PON 2016. Tak boleh lagi ada cabor yang tak peroleh emas. Tak bisa lagi cabor main-main dengan target ini. Ayo rebut semua medali, atau sebanyak-banyaknya. 2016 adalah harga diri kita, tak ada target lain selain juara umum," tutur Aher.

Wakil Ketua Umum III KONI Jabar, Ahmad Syaefudin, dalam laporannya mengungkapkan bahwa keberadaan kolam ini akan semakin mengukuhkan KONI Jabar sebagai lumbung utama atlet renang nasional.

"Ini berangkat dari hasil PON di Riau lalu, ketika atlet-atlet renang kita mampu mendulang 22 emas dari 32 emas yang tersedia," katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan Kolam Prestasi ini memakan waktu 10 bulan kurang 6 hari, dengan menelan biaya Rp 8 miliar. Jumlah biaya ini diperkirakan hanya 60 persen dari harga standar pembangunan bertaraf internasional.

Ukuran kolam renang ini adalah dengan panjang 50,03 meter dan lebar 19 meter. Kedalamannya antara 1,6 m sampai 3 meter. Spesifikasi air adalah 7,6 tpm, dg kadar clorin 1,6 ppm.

Rabu, 13 Februari 2013

Bukitt Asam Bangun Kolam Renang


AKUATIK INDONESIA -- Perusahaan batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Memberikan bantuan hingga Rp 39 miliar untuk membangun kolam renang. 
Pembangunan kolam renang dengan nama Bukit Asam Tirta Enim. Kolam ukuran 50 x 25 meter (m) dilengkapi sejumlah fasilitas. Seperti kolam anak, kantor, taman dan lahan parkir. 
Sekretaris Perusahaan Joko Pramono mengatakan PTBA memberikan perhatian pada pengembangan olahraga di daerah ini.  
Menurutnya sebelum membangun kolam renang tersebut, perusahaan juga sudah membangun stadion olahraga. Misalnya tenis yang tak hanya bisa dimanfaatkan karyawan PTBA tapi juga warga sekitar. 

Rabu, 09 Januari 2013

10 Kolam Renang Hotel Paling Top di Dunia

San Alfonso del Mar Resort, Chili

Jakarta – AKUATIK INDONESIA - Berenang merupakan salah satu kegiatan favorit traveler saat menginap di hotel. Apalagi, jika Anda berenang di 10 kolam renang paling top di dunia ini. Dari Ubud hingga Las Vegas, kolam renangnya bukan kolam biasa!

Selain fasilitas kamar yang mewah, hotel-hotel berbintang juga memiliki fasilitas kolam renang untuk para pengunjungnya. Kolam renang ini pun seolah menjadi tempat penghilang lelah para traveler setelah melakukan perjalanan jauh. Di dunia ini terdapat 10 hotel paling top. Berenang di sini dijamin enggan naik ke permukaan.

Dikutip dari News Australia, Selasa (8/1/2013), berikut 10 kolam renang hotel terbaik di dunia seperti yang dilansir oleh hotels.com:

1. San Alfonso del Mar Resort, Chili

Ini adalah kolam renang terbesar di dunia. Panjangnya dapat mencapai 1 kilometer. Tak hanya itu, kolam ini pun mempunyai kedalaman sekitar 35 meter dan juga menjadi kolam renang terdalam di dunia. Meski begitu, pemandangan lautan biru di depan mata dan gedung-gedung mewah di belakang Anda, menjadi perpaduan yang unik. Mau berenang di sini?

2. Hyatt Regency, Hawaii

Di Hyatt Regency, Maui, Hawaii terdapat dua kolam renang keren yang berbeda. Di Kolam Lahaina, Anda dapat berenang sambil dikelilingi oleh pohon-pohon palem yang bergoyang dan merasakan pasir putih ala pantai tropis. Atau, Anda bisa bermain di Kolam Napili dengan jembatan tali, pusaran air, batu lava, dan taman airnya. Seru!

3. Park Hyatt, Australia

Park Hyatt di Sydney, Australia menawarkan pemandangan yang cantik. Dari kolam renang, Anda dapat melihat Opera House Sydney dan pemandangan Kota Sydney yang cantik. Kolam renang di rooftop hotel berbintang lima ini juga menjadi favorit para pengunjung.

4. Conrad Maldives, Maladewa

Ada dua pilihan berenang yang sulit di Conrad Maldives di Rangali Island, Maladewa. Tinggal pilih, Anda mau berenang di ruang dek pribadi sambil menyaksikan matahari terbenam, atau berenang di dua kolam renang utama sambil disinari teriknya matahri.

5. Katikies Hotel, Yunani

Hotel di Oia, Yunani ini akan benar-benar menghipnosis Anda. Ada tiga kolam renang yang sama-sama memiliki pemandangan cantik, yaitu Anda akan melihat lautan biru yang berpadu dengan warna putih bangunan hotelnya. Selain itu, ada bar dengan minuman lengkap di tepian kolamnya. Apalagi yang Anda inginkan?

6. Alam Ubud Culture Villas, Indonesia

Indonesia pun mempunyai hotel dengan kolam renang terbaik di dunia. Datanglah ke Alam Ubud Culture Villas di Ubud, Bali untuk membuktikannya sendiri. Kolam renang di sini berada di tengah-tengah hutan hijau. Udara sejuk dan ketenangan akan menemani Anda saat berendam di dalam kolamnya. Benar-benar damai.

7. Song Saa Private Island, Kamboja

Kemewahan akan Anda rasakan saat berenang di Song Saa Private Island, Koh Ouen, Kamboja. Tidak ada keramaian, hanya lautan tenang, langit biru luas, dan pulau kecil di depan mata Anda.

8. W Retreat, Koh Samui, Thailand

W Retreat di Koh Samaui Thailand akan memberikan pengalaman berenang yang tidak terlupakan. Berenang di kolam renang di sini, Anda akan menikmati keindahan pulau tropis. Setelah merendamkan badan, Anda dapat bersantai dengan koktail yang bisa diambil dari lounge bar yang terletak di tengah-tengah kolamnya. Mantap!

9. Hard Rock Hotel, AS

Kolam renang di Hard Rock Hotel di Las Vegas, AS, adalah lambang gaya hidup yang penuh dengan pesta. Sebuah pesta akhir pekan selama empat hari akan mengundang semua tamu hotel untuk berenang dan berpesta di kolam seluas 18.581 meter persegi. Kolam renangnya pun memiliki tema setiap pagelaran pestanya, dari Nirwana sampai Rehab Sundays.

10. Holiday Inn Shanghai Pudong Kangqiao, China

Ingat, kolam renang ini tidak dianjurkan bagi Anda yang takut pada ketinggian. Anda dapat melambaikan tangan kepada pejalan kaki dari atas ketinggian 30 meter. Ya, Anda akan berenang di tempat yang sangat tinggi dengan kolam renang yang terbuat dari kaca. Anda dapat melihat kota Shanghai dengan jelas dari atas ketinggian sambil berenang.

Jadi, kolam renang mana yang mau Anda datangi?

(detik.com)

Terbengkalai Sejak Dikelola Pemkab. Kolam Renang Taman Ria Manunggal Mirip Tempat Sampah


AKUATIK INDONESIA: Kolam renang Manunggal kondisinya semakin tak terwat sejak pengelolaanya dimabil alih oleh Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Magetan, dari investor awal Januari lalu.
Sejak tidak beroprasi, kolam renang “Plat Merah” yang terletak di areal Taman Ria Manunggal ini sekarang kondisinya layaknya tempat sampah.
oleh pengelola lama PDAM magetan kepada Pemkab sejak awal Januari lalu, kolam renang Manunggal kondisinya tak terawat, bahkan aset Pemkab ini
Dari pantuan LI.COM, terlihat sampah berserakan memenuhi kolam. Baik di lokasi kolam renang dewasa maupun anak-anak. Selain kumuh, airnya kolam pun kotor hingga warnanya menghijau akibat lumut.
Terbengkalainya objek wisata ini membuat sejumlah pengunjung kecewa.
Menggapi permasalahan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan Abdul Azis mengatakan, saat ini pengelolaan obyek wisata itu masih dalam pembahasan bersama dinas-dinas terkait.
“Yang pasti, manunggal akan kami kelola dengan baik,” ujarnya Usai rapat gabungan terkait pengelolaan Taman Ria Manunggal pasca penglolaan dikembalikan ke PDAM di Kantor Kabupaten, Selasa, (08/01/2013).
Menurut Aziz, untuk menata kembali taman wisata itu, membutuhkan biaya yang sangat besar (LENSAINDONESIA.COM)

Persiapan Porprov 2015: Kolam Renang Internasional Sedot Anggaran Rp 15 M


AKUATIK INDONESIA - Pemkab Batangahari saat ini terus membangun sarana dan prasarana olahraga sebagai berntuk kesiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2015 mendatang. Salah satunya dengan membangun kolam renang berstandar internasional. 
‘’Insyaallah tahun ini akan dibangun kolam renang standar internasional sebagaisarana porprov 2015 mendatang,’’ ungkap Kepala Dinas PU Batanghari, Ruslan A Gani, kepada Koran ini dirung kerjanya, kemarin.
Pembangunan kolam renang itu, sambungnya, menggunakan APBD Batanghari 2013 dengan nilai Rp 15 miliar. Sedangkan untuk lokasi kolam renang itu nantinya akan dibangun dilokasi BSC (Bulian Sport Center, red), yang tidak jauh dari kantor KPUDBatanghari. ‘’Dalam DPA tahun 2013, kolam renang tersebut menelan dana Rp 15 miliar, dan lokasinya di BSC,’’ terangnya.
Sarana lain yang telah selesai dibangun, lanjutnya, untuk menyambut Kabupaten Batanghari sebagai tuan rumah Porprov 2015 mendatang adalah stadium KONI yang menelan dana Rp 8 miliar. ‘’Stadiun KONI sudah selesai pengerjaannya. Selain itu juga sarana penunjang lainseperti lapangan futsal juga sudah selesai,’’ tuturnya.
Sekedar diketahui, pelaksanaan Porprov akan dilangsungkan tahun 2014, tetapi tahun 2014, bertepatan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres), sehingga pemda Batanghari menunda pelaksanaan menjadi tahun 2015. (jambiekspress)

Minggu, 09 Desember 2012

Dibuka untuk Umum, Bupati Bengkalis Tinjau Kolam Renang Wonosari


Bupati Herliyan Saleh meninjau kolam renang Wonosari yang dikelola BUMD PT BLJ. Sarana olahraga tersebut terbuka untuk umum.

BENGKALIS- AKUATIK INDONESIA-Impian masyarakat Kota Bengkalis menikmati fasilitas kolam renang berstandar, akhirnya terwujud. Terhitung sejak Ahad (9/12/12), fasilitas yang dibangun Pemkab Bengkalis dan dikelola BUMD PT. Bumi Laksamana Jaya (BLJ) Bengkalis ini resmi dibuka untuk umum.

Bupati Bengkalis Herliyan Saleh didampingi sejumlah pimpinan SKPD meninjau langsung kondisi kolam renang yang selesai dibangun sejak 2010 lalu. Bupati berharap dengan dioperasikan kolam ini bisa dijadikan sarana rekreasi bagi masyarakat Kota Bengkalis dan sekitarnya.

Manajer Humas dan CSR PT BLJ Haspian Tehe mengatakan, pengoperasian kolam renang yang dilakukan tersebut akan diberikan gratis 2 (dua) pekan kepada warga selama soft opening ini.

“Mulai hari ini kolam renang Wonosari sudah bisa dinikmati masyarakat. Selama dua minggu kita berikan gratis selama soft opening ini,” katanya.

Memperkenalkan kepada masyarakat, PT. BLJ juga dalam dua pekan ini mengundang sejumlah sekolah secara bergantian. Masing-masing sekolah diundang untuk mengirimkan 50 siswa.
“Selain untuk umum, akan kita gilir selama dua minggu ini untuk mencoba kolam renang tersebut siswa SMA,” katanya lagi.

Pengoperasian kolam renang ini, PT. BLJ Bengkalis memakai jasa konsultan dari Bogor untuk mendampingi para karyawan yang telah dilatih agar menjalankan sistem operasi prosedur pengelolaan kolam renang.

Sementara itu, direncanakan untuk tiket masuk yang akan diberlakukan nanti untuk hari Senin-Jumat sebesar Rp15.000. Sedangkan hari Minggu dan Sabtu sebesar Rp 20.000. “Harga ini belum final harus perhitungkan lebih matang lagi,” imbuh Haspian. (Riauterkini)

Kamis, 06 Desember 2012

GBK Senayan yang tak lagi menggelora


Jakarta - AKUATIK INDONESIA - Sudah 60 tahun berlalu sejak dibangun atas inisiatif Presiden pertama Indonesia, Soekarno, Gelanggang Olahraga Bung Karno yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan GBK, tak lagi menggelora seperti dulu.

Tujuan dari pembangunan GBK yang diresmikan pada 24 Agustus 1962 itu awalnya untuk mempersatukan anak bangsa dengan rasa nasionalisme yang lebih kuat lewat kegiatan olahraga.

Namun kini terjadi alih fungsi lahan GBK yang semula untuk kegiatan olahraga yang memupuk prestasi, pelan-pelan justru menjelma menjadi arena komersial dengan membangun mall dan hotel di sekitar kawasan GBK.

Meskipun masih menjadi magnet dunia olahraga Indonesia, roh keolahragaannya terisap oleh berbagai kepentingan komersil. Hanya 40 persen dari total lahan seluas 279 hektar itu digunakan untuk fasilitas olahraga. Selebihnya, 30 persen dipakai untuk bisnis dan 20 persen untuk pemerintah.  Ironisnya, seiring prestasi olahraga kita yang tertatih masih harus merogoh dana yang besar untuk memakai fasilitas di kawasan GBK.  Mantan manajer Timnas, I.G.K. Manila, mengungkapkan setiap latihan harus mengeluarkan kocek sekitar 8 juta dan bagi cabang olahraga yang berkantor di GBK harus membayar 50 juta pertahun. Sementara dari seluruh pendapatan GBK, pihak pengelola hanya mendapat 15 persen.

"Sisanya kemana?" kata Mantan Ketua Umum Wushu itu yang ditemui dalam dialog bertema "Revitalisasi GBK, Mungkinkah?" di Jakarta, Selasa.

"Dengan banyaknya mall dan hotel yang dibangun disekitar kawasan GBK ini, apa memberikan kontribusi pada olahraga kita?" tambahnya yang juga mengatakan seharusnya bangunan tersebut turut menunjang kegiatan olahraga.

Hal senada diungkapkan Manajer Anggar Indonesia, Eman Husen, yang berharap agar GBK sebagai pusat olahraga nasional harus dikembalikan kepada fungsinya. Ia menyebut kalau saja anggaran yang diwajibkan bagi tiap cabor untuk penyewaan tempat itu ditiadakan, dananya bisa digunakan untuk kebutuhan lain terutama pembinaan dalam rangka meningkatkan prestasi.

"Kalau pun ada area yang dipakai untuk komersial, harusnya mereka memberikan kontribusi pada pembinaan olahraga," ujarnya.

Hilangnya roh kebersamaan Sekedar mengenang GBK pada tahun 1960-an, mantan atlet tinju nasional, Syamsul Anwar Harahap, yang pernah menjadi penghuni GBK mengisahkan nuansa keperkasaan dunia olahraga Indonesia tergambar ketika memasuki Kompleks Atlet Gelanggang Olahraga Bung Karno.

Saat itu masih ada Wisma Atlet yang berjejer dengan nama jalan yang berasal dari berbagai cabang olahraga. Semua induk organisasi olahraga juga berkantor di sana sehingga membuat rasa dekat antara pengurus dan atletnya.

"Indah sekali suasananya buat dunia olahraga, dapat memicu diri untuk lebih berprestasi diantara belasan ribu atlet lainnya," kenangnya.

Namun sejak dimulainya proyek BOT (Built, Operation, and Transfer) Wisma Fairbanks diawal dekade 70-an, menurutnya GBK sudah disandera oleh kepentingan bisnis. Kemudian diikuti pendirian Hilton Hotel sebagai pelengkap konferensi PATA, menjadikan GBK tercabik-cabik diluar peruntukannya yang sudah ditentukan oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai zona olahraga.  "Kini kawasan GBK justru lebih dikenal sebagai kawasan bisnis daripada kawasan olahraga. Hilanglah roh persatuan insan olahraga untuk bisa memacu prestasi yang tinggi demi kejayaan bangsa Indonesia di gelanggang olahraga internasional," tutur Syamsul.

Ia melanjutkan saat ini yang dikatakan GBK adalah Stadion Utama, Stadion Madya, Istora, Lapangan Softball, dan Hall ABC. Sementara itu Kompleks Atlet yang lebih luas sudah sirna.

Menurutnya, walau penginapan atlet sudah ditampung di Hotel Century, tetapi suasana hotel bukanlah habitat olahragawan.  "Membuat perkampungan atlet dan pelatihnya diseputar GBK masih memungkinkan. Kampung atlet seperti yang ada di Palembang yang kita tiru dari Laos, merupakan sarana penginapan yang harmonis buat atlet kita di pelatnas nantinya," lanjutnya.

Terkait soal tempat penginapan atlet, Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (PB FORKI), Hendarji Supanji, mengatakan harus membayar 200 juta perbulan untuk biaya penginapan di hotel dari 32 atlet pelatnas karate.

"Padahal olahraga tidak dapat pemasukan apa-apa. Ini yang perlu dipikirkan, olahraga tidak bisa bayar sendiri tetapi butuh kontribusi dari banyak pihak," jelas Hendarji.

Seperti yang dikatakan mantan pecatur bergelar Grand Master (GM), Utut Adianto, "Olahragawan adalah pahlawan. Tetapi itu hanya retorika, tidak bisa dikembalikan seperti jaman dahulu." Utut juga berharap agar pihak Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretaris Negara, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk berunding bagaimana mengembalikan fungsi GBK sebagai pusat olahraga nasional yang menunjang para atlet meningkatkan prestasi. (ANTARA News) 

Mantan atlet soroti komersialisasi kawasan GBK Senayan


Jakarta – AKUATIK INDONESIA - Mantan atlet Indonesia era 70-an menyoroti komersialisasi Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta karena dampaknya bisa dapat menghilangkan roh persatuan insan olahraga.

Padahal, kata mantan petinju nasional Syamsul Anwar Harahap di Jakarta, Rabu bahwa keberadaan roh persatuan itu menjadi pemicu semangat dalam upaya menggapai prestasi terbaik pada gelanggang olahraga internasional.

"Komersialisasi membahayakan roh pemersatu olahraga. GBK beralih fungsi dari tempat menempa atlet menjadi kawasan yang kini lebih dikenal sebagai kawasan bisnis," imbuhnya.

"Sekarang lokasi GBK yang diperuntukkan bagi olahraga semakin menyempit dikalahkan kepentingan ekonomi berupa pembangunan mall dan hotel," kata petinju yang pernah bersinar era 70-an di kancah dunia.

Syamsul mengkritisi pembangunan Lapangan Golf di Senayan yang tidak memberi keuntungan bagi pembinaan prestasi olahraga.

Selain itu, kawasan GBK yang sejatinya dibangun untuk dunia olahraga malah diubah menjadi balai sidang dan kawasan hotel yang menurutnya tidak memberi sumbangsih prestasi olahraga signifikan.

"Yang ada adalah lokasi kawah candradimuka atlet semakin berkurang." Malah terdapat rencana salah satu perusahaan yang ingin membangun tempat pertunjukan seni dengan menggusur lima gedung dan dua lapangan olahraga.

Padahal kawasan tersebut merupakan lokasi yang biasa dimanfaatkan delapan cabang olahraga untuk beraktivitas.

"Kami insan olahraga merasa amat kehilangan pijakan. Bagaimana mengembalikan GBK sebagai roh pemersatu untuk membina atlet agar berprestasi setidaknya sama dengan pencapaian Indonesia pada Asian Games IV."

Saat itu, Indonesia menjadi tuan rumah pesta olahraga se-Asia di Jakarta pada tahun 1962. Atlet nasional mencatatkan diri sebagai terbaik kedua setelah Jepang dalam klasemen akhir perolehan medali AG 1962.

"Magnet dunia olahraga kita masih ada di GBK dengan stadion utama sebagai titik sentral. Gelanggang olahraga tersebut sudah menjadi warisan nasional," kata Syamsul.

"Indonesia belum mampu membangun sesuatu yang setara dengan GBK meski sudah sekitar 60 tahun berlalu," katanya. (ANTARA News) 

Jumat, 30 November 2012

Sebagian tribun kolam renang Olimpiade mulai dicabut


AKUATIK INDONESIA- Para petugas di Taman Olimpiade London, Selasa 27 November, mulai bekerja untuk mencabut sebagian tribun penonton di kolam renang.
Pengurangan jumlah kursi penonton di kolam renang itu dilakukan sebelum diserahkan kepada dewan kota setempat agar bisa digunakan oleh masyarakat umum.

Kapasitas awal 17.500 penonton akan dikurangi hingga 2.500 kursi untuk memudahkan pengelolaan sehari-hari.
Selain itu juga akan dibangun panel kaca transparan, lift, restoran, serta 700 tempat penyimpanan barang bagi para penggunanya kelak.
Rencananya kolam renang tempat Michael Phelps meraih rekor 18 medali emas Olimpiade ini akan mulai dibuka untuk umum pada tahun 2014.
Walau disiapkan sebagai kolam renang umum, London tetap mencalonkan diri untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Renang Eropa 2016.
Pencabutan sebagian kursi di kolam renang ini merupakan bagian dari upaya untuk mengubah Taman Olimpiade London agar bisa digunakan untuk umum. Biaya total untuk konversi ini diperkirakan mencapai £292 juta.

Nasib stadion utama
Jika pengelolaan kolam renang sudah tidak menghadapi masalah lagi, stadion utama -yang dibangun dengan biaya £430 juta- masih belum memiliki pengelola tetap.
Klub sepak bola West Ham United yang bermarkas di London timur -tak jauh dari Taman Olimpiade yang berada di Stratford- berpeluang paling besar untuk menggunakan stadion itu sebagai kandangnya.
Sebelum Olimpiade London 2012 berlangsung, West Ham untuk mengelola stadion utama namun diprotes lewat jalur hukum oleh Tottenham Hotspur.
Spurs menyatakan berminat mengelolanya namun dengan mencabut lintasan lari yang memisahkan tribun penonton dengan lapangan olahraga dan rencana itu sudah ditolak.
Manajemen Taman Olimpiade London, LLDC, dilaporkan akan membahas pengelolaan stadion utama pekan depan dan diperkirakan sudah ada keputusan sebelum akhir 2012.
Stadiun Stratford akan digunakan untuk Kejuaraan Atletik Dunia 2017 dan merupakan salah satu calon tuan rumah Piala Dunia rugby pada tahun 2015.
Jika pekerjaan konversi ini sudah selesai maka namanya akan diganti menjadi Taman Olimpiade Ratu Elizabeth.

Selasa, 27 November 2012

Sulawesi Selatan Segera Punya Kolam Renang Berkelas Internasional


AKUATIK INDONESIA, MAKASSAR -Empat bulan lagi, Sulawesi Selatan bakal memiliki kolam renang dengan standar olympic. Kolam renang tersebut bisa digunakan untuk pertandingan tingkat internasional.
"Peresmian kolam renang ini empat bulan lagi. Kolam renang dengan standar olimpic untuk pertandingan tingkat dunia," kata Wahyu Tri Laksono, Direksi PT GMTD, di sela pemancangan tiang pembangunan kolam renang di Barombong, Sabtu (24/11/2012).
Tri mengungkapkan, di depan kolam renang juga ada pantai buatan. Sehingga, kolam renang ini menjadi satu-satunya yang memadukan air tawar dan air laut.
"Ini murni ide Pak Gubernur, untuk membuat kolam renang yang memiliki standar internasional," ungkapnya.
Sementara, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo menuturkan, kolam renang tersebut merupakan bagian dari stadion olahraga yang dibangun, yang besarnya lima kali dibandingkan Stadion Mattoangin. Stadion tersebut mampu menampung 50 ribu orang.
"Saya berterima kasih kepada GMTD yang mau bersama-sama pemerintah memikirkan kepentingan rakyat," ucapnya.
Sama halnya dengan di CPI, di sini juga akan dibuat public space area, yang luasnya lima kali Lapangan Karebosi. Sehingga, masyarakat bebas melakukan aktivitas di tempat tersebut.
"Begitupun dengan kolam renang di sini. Apa yang dilakukan di sini lebih banyak pikiran untuk kepentingan rakyat, bukan untuk tujuan komersial," tegas Syahrul.
Dalam acara tersebut, Syahrul juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat sekitar lokasi pembangunan. (TRIBUNNEWS.COM)

Kamis, 22 November 2012

KONI Solo Tolak Kolam Renang Tirtomoyo Jadi Hotel


AKUATIK INDONESIA-SOLO–Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Solo menyatakan keberatan wacana pembangunan hotel di kolam renang Tirtomoyo, Jebres.  Selain memiliki nilai sejarah, kolam renang tersebut dinilai sebagai salah satu ruang publik di Kota Solo.
Ketua Bidang Organisasi KONI Solo, Paulus Haryoto, meminta PDAM melakukan kajian mendalam terkait rencana itu. Pasalnya, selama ini laporan terkait kerugian yang dialami PDAM dari pengelolaan Tirtomoyo merupakan kajian internal PDAM.
“Sebelum dikaji itu, harus jelas dulu. Konsep bagaimana, alasannya seperti apa. Harus ada audit yang jelas. Kan selama ini laporan terkait merugi itu baru internal dari PDAM. Belum ada audit dari luar seperti dari BPK,” katanya kepada wartawan, Rabu (21/11/2012), di Kantor DPRD Solo.
Diutarakannya, ruang publik di Kota Solo saat ini semakin sempit. Jika kolam renang itu diubah menjadi hotel,  ruang publik di Kota Bengawan semakin sempit. Pembangunan tersebut juga dinilai tidak sesuai dengan visi misi Kota Solo.  Lebih lanjut, Paulus mengatakan kolam renang tak harus diubah menjadi hotel jika PDAM berkeinginan tidak merugi akibat pengelolaan Tirtomoyo.
Dia mencontohkan guna menambah pemasukan, kawasan itu bisa diubah menjadi pusat kuliner yang tentunya tidak mengubah kondisi serta kegunaan kolam renang.  Selain itu, agar tak merugi PDAM bisa saja membenahi pengelolaan kolam renang itu. Hal itu bisa dilakukan dengan perbaikan manajemen serta fasilitas di Tirtomoyo.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kolam renang Tirtomoyo, Jebres diwacanakan menjadi hotel pada 2014 mendatang. Kolam renang yang dikelola oleh PDAM tersebut dinilai tidak menguntungkan.
Saat ini, proses pembangunan hotel di kolam renang itu memasuki tahap prefeasibility study (FS). Direncanakan FS bakal digarap pada 2013 mendatang dan diperkirakan selesai setengah hingga satu tahun. Wacana pembangunan hotel di Tirtomoyo tersebut disampaikan Dirut PDAM Solo, Singgih Tri Wibowo, saat membahas rencana kerja dengan Komisi III DPRD Solo, Selasa (20/11/2012).
Singgih mengutarakan rencana perombakan tersebut mencontoh kolam renang di Cikini, Jakarta yang juga mengalami kerugian kemudian diubah menjadi hotel. Singgih mengutarakan selama mengelola dua kolam renang di Kota Solo yakni di Manahan dan Jebres, pihaknya mengalami kerugian hingga Rp1 miliar.
”Itu didominasi kolam renang di Jebres yang kerugiannya sampai Rp600 juta. Manahan masih memungkinkan untuk dikembangkan, sedangkan Jebres harus ada pemikiran baru karena untuk mencapai PAD Rp600 juta jelas tidak mungkin,” terangnya.(solopost)

Rabu, 21 November 2012

Belum Sempat Diresmikan, Kolam Renang Doeng Cuo Sudah Diserbu Pengunjung


AKUATIK INDONESIA, SRAGEN — Kolam Renang Doeng Cuo yang terletak di Bolorejo RT 001/ RW 003, Puro, Karangmalang, tak pernah sepi pengunjung. Meskipun pembangunan masih berjalan dan belum diresmikan oleh pihak pengelola, tak kurang 300 pengunjung memadati kolam renang ini pada hari libur. Pada hari biasa kolam renang ini dikunjungi oleh 150 – 200 pengunjung.
Salah seorang pengunjung, Sri Sudarmi, 31, kepada Solopos.com akhir pekan lalu mengaku baru kali pertama datang ke Kolam Renang Doeng Cuo. “Biasanya saya mengantar anak-anak ke Kolam Renang Kartika. Tapi kali ini saya membawa mereka ke sini. Lebih enak di sini. Lebih lega dan lebih dekat dari rumah,” terang warga Bahak RT 030 Kedawung ini.
Pengunjung lain, Tini, 36, juga mengaku baru kali pertama mengunjungi kolam renang ini. “Biasanya saya hanya lewat saja karena kalau berangkat kerja saya lewat sini. Dari luar kelihatannya masih dibangun, ternyata kolam renang sudah beroperasi. Jadi saya bawa anak-anak ke sini. Lebih dekat,” jelasnya.
Warga Gantiwarno, Kedawung, ini tidak keberatan dengan harga tiket masuk yang dibebankan kepadanya sebesar Rp5.000/orang. “Harga tiket tidak masalah. Hanya selisih sedikit dari kolam renang Kartika. Yang penting anak-anak senang,” katanya.
Pengelola Kolam Renang Doeng Cuo, Koko Hermawan, mengungkapkan rencana ke depannya kolam renang ini bisa menjadi wisata air bagi warga Sragen dan sekitarnya. “Nantinya kami akan membangun fish therapy, sarana permainan air anak, kafetaria, ruang pertemuan dan fasilitas kesehatan di bagian depan,” ujarnya.
Meskipun belum ada promosi, menurut Koko, saat ini kolam renangnya sudah rutin dikunjungi atlet, beberapa sekolah dan komunitas. “Sudah ada tujuh atlet renang asal Sragen yang berlatih di sini. Rekan-rekan dari Himalawu, Sea Resqus, Komunitas Penyelam Sragen dan beberapa sekolah juga rutin berenang di sini,” ungkapnya.
Kolam renang yang mulai beroperasi Agustus 2012 ini memiliki tiga kolam renang utama. Satu kolam renang dewasa ukuran 20 m x 50 m, memiliki delapan lintasan, dengan kedalaman antara 1,2 m – 2,2 m. Sedangkan dua kolam anak-anak, dibuat dengan kedalaman 60 cm dan 70 cm dan luas 8 m x 16 m.
Menurut pengelola, air kolam renangnya tidak mengandung kaporit melainkan menggunkan sistem pemurnian air yang aman. Pengunjung kolam renang disediakan fasilitas empat kamar mandi, dua ruang ganti dan enam pancuran air. Dua penjaga disiagakan untuk mengantisipasi pengunjung yang belum lancar berenang.(solopost)

Kolam Renang Tirtomoyo Jebres Bakal Dijadikan Hotel


AKUATIK INDONESIA, SOLO, - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta mewacanakan pembangunan hotel di area Kolam Renang Tirtomoyo Jebres pada tahun 2014. Wacana itu muncul, karena operasional kolam renang tersebut selalu rugi. Tahun depan, PDAM akan menyusun feasibility study (studi kelayakan) untuk mengetahui, apakah wacana itu layak direalisasikan atau tidak.
Direktur Utama PDAM Singgih Tri Wibowo mengungkapkan, dari perhitungan terakhir, operasional Tirtomoyo Jebres rugi sampai Rp 600 juta per tahun. "Karena kerugian yang harus ditanggung terlalu besar, kami berencana mengubah kawasan kolam renang menjadi hotel," kata Singgih, Selasa (20/11).
Menurutnya, hal yang sama terjadi pada kolam renang di kawasan Cikini, Jakarta. Karena merugi, pengelolanya mengubah kawasan kolam renang menjadi hotel.
Hasilnya, ada kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari operasional hotel tersebut. "Kami ingin mencontoh hal itu," tutur Singgih.
Meski demikian, PDAM tidak akan gegabah memutuskan. "Perlu penyusunan FS dulu, sebelum merealisasi rencana ini. FS disusun tahun depan. Jika hasil FS positif, hotel dibangun 2014," tuturnya.
Diperkirakan, penyusunan FS butuh waktu enam bulan sampai setahun. Proses itu termasuk pembuatan Detail Engineering Design (suaramerdeka.com /DED)

Jumat, 07 September 2012

PON 2012: Kondisi Air Kolam Renang Mengkhawatirkan


JAKARTA, AKUATIK INDONESIA- Para atlet renang yang akan  berlomba di ajang PON XVIII Riau mengeluhkan kondisi kolam renang tempat perlombaan di Rumbai Sports Center.

Yang paling banyak dikeluhkan adalah kondisi air kolam yang samasekali tidak layak lomba karena  kotor dan keruh. Hal ini dirasakan oleh para perenang kontingen DKI yang telah tiba di Riau, Rabu (5/9).

"Para atlet yang akan mencoba kolam Rabu sore mengeluh kondisi air yang tidak layak samasekali. Airnya butek, keruh dan  membuat jarak pandang menjadi sulit," kata ketua umum Pengprov PRSI DKI Jakarta, Lukman Niode, Kamis (6/9).

Lukman atau Lukie yang akan menyusul para atlet, Jumat (7/9) menyebut para atlet juga mengeluhkan soal ketidaksiapan panpel untuk juga mempersiapkan  sarana menejlang berlangsungnya perlombaan. "Seharusnya saat atlet-atlet akan melakukan pengenalan venues, mereka sudah mendapatkan venuesyang real atau sesungguhnya. Sekarang ini selain airnya masih keruh, kolam juga samasekali tidak dipasang tali lintasan," lanjut Lukie.

Padahal ajang renang di PON XVIII Riau menjanjikan perlombaan seru karena diikuti perenang-perenang terbaik Indonesia saat ini. Tim Riau menurunkan perenang I Gde Siman Sudartawa yang baru saja turun di Olimpiade London, Jabar diperkuat Glenn Victor Sutanto dan Triadi Fauzi semeptara DKI diperkuat Guntur Pratama Putera dan Nicko Biondi.

"Kita kan berharap para atlet kita dapat berlomba maksimal dengan dukungan sarana yang ada," kata Lukie. "Kita memang mengerti ini kondisi PON XVIII ini minimalis, tapi setidaknya harus ada  perhatian pada keselamatan dan kenyamanan atlet. Bagaimana pun mereka itu kan aset nasional," lanjut Lukie yang juga mantan atlet renang nasional.

Ia menunjuk pada tidak dapat digunakannya secara maksimal kolam pendinginan (cooling-down) atlet di Rumbai. "Juga tingkat kedalaman air di kolam pertandingan yang tidak maksimal hingga akan menyulitkan atlet tampil dengan kemampuan terbaik mereka," lanjutnya.

Ia berharap pada waktu tersisa menjelang lomba renang pada 9 September harus ada tindakan dari panitia pelaksana. "Technical delegate dari PB PRSI harus mendesak panpel tentang standarisasi minimal untuk sahnya suatu lomba. Terutama tentang air kolam."

DKI mengirimkan 16 atlet renang dengan target meraih 6 medali emas. Mereka diperkuat beberapa atlet nasional seperti Guntur Pratama Putera, Nicko Biondi, Alexis Wijaya Ohmar. Sementara dari cabang akuatik yang terdiri dari renang, renang sinkronisasi, loncat indah dan polo air, DKI berharap dapat mendulang 15-16 medali emas.

Keluhan tentrang kondisi air kolam renang Rumbai juga pernah diungkap bahkan oleh tim tuan rumah. Tim Riau juga kesulitan menggunakan kolam renang Rumbai sebagai kolam persiapan Pelatda karena minimnya perawatan. ""Memang air tak pernah dibersihkan (diganti). Kita khawatirkan anak-anak kena penyakit," terang Said Mukri, ketua umum Pengprov PRSI Riau kepada Tribunpekanbaru, Juli lalu.

Tuan rumah Riau  berharap dapat mendulang 4 emas dari renang melalui perenang andalan utama mereka, I Gde Siman Sudartawa. Perenang asal Bali  ini selama ini mempersiapkan diri dengan berlatih di Jakarta dan baru akan berangkat ke Riau, Kamis (6/9) ini. (Kompas.com)

Kamis, 26 Juli 2012

Kolam Berlumut, Atlet PON Riau Tak Bisa Latihan


"Para atlet hanya melakukan latihan ringan di luar arena pemusatan latihan di Kompleks Olahraga Rumbai sebagai arena pertandingan."

RENANG INDONESIA-Para atlet renang Pelatda Riau untuk PON XVIII, 9-20 September 2012, kini terkendala kolam berlumut sehingga hanya melakukan latihan ringan di luar area pemusatan latihan tersebut.

"Para atlet hanya melakukan latihan ringan di luar arena pemusatan latihan di Kompleks Olahraga Rumbai sebagai arena pertandingan," kata Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Riau, Said Mukri kepada wartawan di Pekanbaru, hari ini.

Menurut dia, bahwa kolam telah banyak ditumbuhi lumut maka perenang terganggu selama pemusatan latihan.

Said mengatakan pihaknya kaget ketika meninjau arena pertandingan di Kompleks Olahraga Rumbai itu yang banyak lumut setelah mendapat kabar dari atlet.

Bila kolam dibiarkan berlumut tentu perenang sulit latihan dan terus menerus berlatih di luar arena yang dianggap tidak memenuhi standar pertandingan PON XVIII.

Pihak PB PON Riau menetapkan arena pertandingan renang di kolam Rumbai sebagai arena resmi dan juga dijadikan sebagai pemusatan latihan.

Padahal KONI Riau menetapkan cabang renang sebagai lumbung untuk menuai medali emas pada PON XVIII, setelah melihat kekuatan dari daerah lain.

"Bagaimana mungkin mau mendapatkan medali, kalau setiap jelang latihan atlet harus menangguk lumut untuk dibersihkan," keluhnya.

Namun begitu bahwa atlet Pelatda Riau cabang renang yang diturunkan pada PON XVIII sebanyak 18 perenang.

Dia mengharapkan agar pihak yang bertanggungjawab terhadap perawatan kolam untuk secepatnya membersihkan lumut agar perenang dapat latihan dengan maksimal.

Selama ini atlet Pelatda Riau menginap di kompleks Perumahan Beni di Rumbai, sembari menikmati fasilitas kolam renang.(beritasatu)

Kamis, 12 Juli 2012

Olimpiade London 2012: Kolam Renang Bristol Rusak



London - AKUATIK INDONESIA - Jelang bergulirnya Olimpiade London 2012, terdapat kerusakan di Kolam Renang Bristol. Padahal, tim renang asal Kenya sudah mulai berlatih menggunakan kolam tersebut.

Mekanisme pengontrol dua hambatan bawah air yang membagi kolam 50 meter gagal bekerja. Jadi, para perenang harus mengangkatnya secara manual agar bisa digunakan.

Terkait hal itu Pemerintah kota Bristol mengungkapkan bahwa kerusakan itu saat ini sedang diperbaiki dan diyakini bakal selesai tepat waktu.

"Saat ini terdapat kerusakan teknis pada pengatur mekanis di kolam renang Hengrove. Masalah tersebut saat ini sedang diatasi," ujarnnya sebagaimana dilansir BBC News.

"Jika permasalahan tersebut tidak bisa selesai tepat waktu., maka solusi yang bisa digunakan adalah menggunakan dua kolam renang 25 meter," sambungnya. (INILAH.COM)

Senin, 16 April 2012

Polisi Tutup Kolam Renang GOR Segiri

SAMARINDA. MAJALAH AKUATIK INDONESIA-Jajaran kepolisian Polsekta Samarinda Ilir, Minggu (15/4) malam kemarin sekitar pukul 24.00 Wita, kembali menyambangi kolam renang GOR Segiri, Jl Kesuma Bangsa, Kelurahan Bugis, Samarinda Kota, tempat dimana Nanang Agung Nugroho (27), warga asal Jawa Tengah (Jateng), salah satu Tim Rescue (penyelamat) PT Pama, ditemukan sudah dalam keadaan tewas tenggelam di dasar kolam berkedalaman 3 meter.
Kedatangan polisi ke tempat kejadian perkara (TKP) itu, untuk menutup kolam renang yang menjadi tempat tewasnya Nanang. Hal ini dilakukan, untuk mempermudah proses pengembangan penyelidikan terkait kematian Nanang.
Agar tak ada pengunjung yang berenang di sekitar TKP, polisi pun memasang garis polisi atau Police Line mengelilingi tempat kejadian. Walau sebelumnya pihak perusahaan tambang batu bara PT Pama, sudah memasang garis keselamatan atau Safety Line di kolam tersebut.
"Safety Line yang dipasang pihak perusahaan (PT Pama, Red) memang kami cabut. Karena tempat kejadian adalah tempat umum, bukan lokasi tambang batu bara. Kami menyayangkan dengan sikap perusahaan yang enggan melaporkan kasus ini kepada kepolisian dan tekesan hendak menutup-nutupi," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Prapto S, melalui Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Hanifa M Siringoringo SIK didampingi Wakapolsekta AKP Darsono kepada Sapos kemarin.
Dijelaskannya, seandainya saja pihak perusahaan segera melaporkan kasus ini kepada kepolisian, mungkin persoalannya tidak berlarut-larut seperti saat ini. Kasus ini menyangkut nyawa manusia, yang perlu diketahui dan diperjelas apa yang menyebabkan kematiannya.
"Polisi tidak mempersulit, tetapi membantu proses penyelidikan untuk memperjelas penyebab kematian korban (Nanang, Red). Apalagi peristiwa itu terjadi di tengah-tengah tempat umum," tutur Darsono.
Penutupan sementara yang dilakukan polisi itu, akan dilakukan hingga proses pengembangan penyelidikan benar-benar dinyatakan sudah selesai. Sejumlah saksi dari pengelola atau UPTD Sarana dan Prasaran Olah Raga juga akan dimintai keterangan.
"Sejauh ini kami belum bisa menentukan apa yang menjadi penyebab pasti pemicu tenggelamnya korban. Kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk menentukannya," tandasnya.(samarindapost)