Senin, 05 Desember 2011

HIU KO, PETROKIMIA BERJAYA

Klub renang HIU Surabaya harus merelakan trofi juara umum renang yang tahun lalu diraihnya kepada rival beratnya, Petrokimia Gresik pada Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Daerah (Krapda) di GOR renang KONI Jawa Timur Minggu (4/12) kemarin.
Klub yang tahun lalu posisinya berada di bawah HIU Surabaya ini berhasil unggul medali dan jumlah total poinnya sejak hari pertama, hingga hari terakhir kejuaraan kemarin (04/12) Petrokimia berhasil mengumpulkan 4.635 poin dari 65 medali emas, 56 medali perak dan 43 medali perunggu. Sedangkan HIU Surabaya bertengger di posisi kedua dengan perolehan 3.370 poin dari 50 emas, 28 perak dan 31 perunggu. Sementara juara ketiga diraih oleh POR Suryanaga dengan total 1.555 poin dari 9 emas, 12 perak dan 14 perunggu.
Dudy Priharyadi, asisten pelatih Petrokimia Gresik menyatakan, kemenangan ini di luar dugaan, karena pada awalnya tim Petrokimia Gresik hanya menargetkan posisi kedua seperti tahun 2010 lalu. “Memang hasil ini di luar dugaan kami, pada awalnya kami mengincar posisi kedua, hal itu sangatlah realistis, karena HIU pesaing kami di kejuaraan ini sangatlah hebat atlet-atletnya,” ujarnya setelah menerima trofi juara umum.
Dudy yang menjadi asisten pelatih Petrokimia Gresik sejak 2008 ini menambahkan, kemenangan ini  juga tak lepas dari sumbangsih pelatih Petrokimia asal Cina, Mr. Wang Chai. “Ya, pelatih kami sangat berjasa sekali bagi atlet-atlet renang Petrokimia, sekarang dia lagi berlibur di Cina, namun setiap menjelang latihan, kami selalu meneleponnya untuk meminta instruksi dan materi latihan,” ujar asisten pelatih yang tinggal di Jl. Mahoni No.3 Gresik ini. Sejak kedatangan pelatih asal Cina tersebut, catatan waktu atletnya semakin meningkat, latihan pun dilaksanakan 10 kali dalam seminggu pada pagi dan sore hari.
Kemenangan ini pun berkat strategi yang berhasil diterapkan oleh anak didiknya, tim pelatih lebih menekankan pada konsentrasi di nomor-nomor andalan seperti di KU-1 dan KU-2. “Petrokimia mempunyai stok atlet di nomor KU-2 yang begitu hebat, hal ini menjadi kelebihan bagi kami. Sedangkan pesaing kami HIU, mereka mempunyai atlet senior yang hebat, namun kami tidak punya,” tambah asisten pelatih yang juga mantan atlet selam nasional era 1993 ini.
Di samping itu, Petrokimia Gresik menginstruksikan kepada atletnya untuk mengejar poin sebaik-baiknya, atlet diusahakan untuk mencatatkan waktu tercepat, karena penilaian hasilnya nanti berdasarkan poin terbaik. “Seperti ini mas, klub SC Eagle menempati peringkat V, meskipun tidak mendapatkan medali emas, tapi jumlah poin mereka lebih unggul dari Fit body Aquatic yang justru mendapatkan medali emas namun hanya berada di peringkat VI, makanya kami menekankan untuk mengejar poin” ujar Dudy sambil menunjukkan hasil akhir peringkat juara.
Sementara itu, atlet-atlet Petrokimia Gresik pun bersorak gembira ketika diumumkan klub mereka keluar sebagai juara umum. “Ye, ye, ye, juara,” teriak para atlet. Mereka pun mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama di podium.
Demikian juga pada Wiranto, atlet Petrokimia Gresik ini merasa bahagia setelah menerima penghargaan piala atlet terbaik KU-2, ia juga mengatakan akan terus berlatih untuk tetap menjadi juara. “Ya mas, saya ingin menambah koleksi gelar sebanyak-banyaknya,” ujar atlet yang lahir di Gresik tanggal 01 November 1996 ini. Prestasi yang pernah diraihnya pun cukup memuaskan selama ini, ia pernah meraih atlet terbaik piala KONI 2011, peraih medali emas Kejuaraan Renang Daerah (Kejurda) Jawa Timur 2010 KU-2 dan atlet terbaik Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Daerah (Krapda) 2010.
Siti Mani’ah, Ibu kandung Wiranto yang ikut menyaksikan pun ikut bahagia, “Saya ingin anak saya nanti mampu meraih juara di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya sambil tersenyum. Ia akan selalu mendukung perjuangan anaknya. (Surabayapost)

Ombudsman Prihatin Terhadap Sikap dan Prilaku Walikota Surabaya

Masih ingat lepasnya aset Pemkot Surabaya berupa Kolam Brantas ke tangan swasta? Ternyata masalah itu masih berbuntut panjang meski telah dieksekusi dengan dimenangkannya Tedjo Bawono sebagai pemilik sah.
Tedjo Bawono melaporkan Walikota Surabaya kepada Ombudsman RI gara-gara Walikota Surabaya melarang Camat Gubeng memberikan Izin Mendirikan Bangunan dan Perpanjangan Izin Usaha di Jalan Irian Barat No 37-39 Surabaya. Tindakan walikota yang dilaporkan Tedjo itu dianggap sebagai walikota tidak memberikan contoh yang baik terhadap bawahannya dalam kepatuhan menjalankan perintah Undang-undang.
Di dalam siaran pers yang ditandatangani Ketua Ombudsman RI Danang Giridrawardana, prilaku Walikota Surabaya telah dilaporkan kepada DPR dan Presiden karena tidak melaksanakan rekomendasi Ombudsman RI Nomor 0013/REK/0042.2009/ITC-05/VII/2011 tertanggal 19 Juli 2011.
Ombudsman RI berpendapat telah terjadi tindakan maladministrasi dalam bentuk penundaan berlarut dan pengabaian kewajiban hukum yang dilakukan Camat Gubeng, 
Kepala Dinas Tata Kota dan Permukiman Pemerintah Kota Surabaya dan Walikota, karena tanpa alasan yang memadai telah menunda-nunda secara berlarut-larut pemberian izin yang diajukan Tedjo Bawono.
Karena itu, Ombudsman RI mengeluarkan rekomendasi dengan Nomor 0013/REK/0042.2009/ITC-05/VII/2011 tertanggal 19 Juli 2011 kepada Walikota Surabaya, Gubernur Jatim dan Menteri Dalam Negeri untuk menyelesaikan masalah itu dengan mematuhi keputusan Mahkamah Agung (MA).
Tedjo Bawono
"Tapi Walikota Surabaya tidak melaksanakan rekomendasi dengan dua alasan," terang Danang Giridrawardana melalui siaran pers yang diterima detiksurabaya.com, Minggu (4/12/2011).
Alasan yang disampaikan ke Ombudsman RI adalah Walikota Surabaya melalui surat nomor: 180/1610/436.1.2/2007 tanggal 17 April 2007 meminta fatwa kepada MA berkaitan dengan belum dipertimbangkannya putusan perkara pidana Pengadilan Negeri Surabaya Nomo: 
991/Pid.B/2004/PN Sby tanggal 6 Maret 2006 dalam putusan Peninjauan Kembali Nomor: 161/PK/PDT/2004 tanggal 31 Januari 2007. Surat tersebut hingga saat ini belum dijawab oleh MA. Alasan yang kedua upaya Pemkot Surabaya untuk mempertahankan aset berupa tanah dan bangunan Kolam Brantas.
"Alasan Walikota Surabaya tidak dapat diterima Ombudsman RI," terang Danang. 
Ombudsman RI memiliki 4 pertimbangan untuk menolak alasan yang disampaikan Walikota Surabaya. Ketidaktaatan Pemerintah Kota Surabaya terhadap putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, tidak sepatutnya dilakukan karena merupakan bentuk pengabaian hukum. 
Kemudian permintaan fatwa yang diajukan Pemkot Surabaya tidak dapat menghalangi pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dan tidak pula dapat dijadikan alasan pembenar untuk menolak atau tidak menindaklanjuti permohonan izin yang diajukan Tedjo Bawono.
Ombusdman RI sependapat dengan upaya untuk mempertahankan aset, tetapi upaya tersebut harus dilakukan dengan tetap pada koridor hukum dan ketentuan yang berlaku serta menghormati keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.
Alasan keempat adalah permohonan izin IMB dan Perpanjangan Usaha yang dilakukan Tedjo Bawono sudah seharusnya ditindaklanjuti sebagaimana mestinya mengingat obyek yang dimohonkan sudah diputuskan pengadilan dan berkekuatan hukum tetap sebagai hak milik Tedjo Bawono.
"Sesuai dengan UU 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI, bahwa rekomendasi Ombudsman adalah legally binding atau wajib dilaksanakan. Namun karena rekomendasi Ombudsman tidak dilaksanakan walikota, maka Ombudsman RI melaporkan ke DPR RI dan Presiden serta mempublikasikan," terang Danang dalam siaran pers itu.
Penolakan melaksanakan rekomendasi, tindakan walikota dinilai Ombudsman RI telah berakibat merusak wibawa presiden terkait upaya-ipaya penegakan hukum yang gencar dilaksanakan, melanggar asas-asas umum pemerintahan yang baik.
Kemudian menghambat keberhasilan program reformasi birokrasi yang menjadi agenda penting pemerintah serta memicu terjadinya moral hazard di masyarakat untuk tidak mematuhui hukum. (Rois Jajeli – detikSurabaya)

Minggu, 27 November 2011

Atlet Renang Jabar Optimistis Raih Prestasi di PON

Berhasil tampil memuaskan di SEA Games 2011, tim renang Jawa Barat optimistis meraih hasil yang memuaskan pada PON 2012 Riau.

"Kalau melihat hasil yang diraih para atlet renang Jabar pada SEA Games kemarin, kita yakin pada PON nanti bisa meraih kesuksesan," ungkap Sekretaris Umum PRSI Jabar, Verdian Yosef di Kolam Renang Tirtallega, Tegallega, Bandung, Jumat (25/11).

Dari 38 nomor yang dipertandingkan, tim renang Jabar optimistis bisa merebut 28 medali jika mengacu pada hasil SEA Games. Menurut Yosef, jika atlet Jabar di SEA Games bisa meraih perunggu maka dipastikan akan mendapat emas pada PON.

"Kalau yang mendapat emas dipastikan bisa meraih emas juga. Bahkan yang meraih perunggu di SEA Games peluang besar mendapat emas," tuturnya.

Yosef mengatakan, pada SEA Games hampir seluruh atlet renang Jabar masuk final. "Ini membanggakan, atlet Jabar masuk babak final. Jelas potensi Jabar pada PON sangat besar," ujarnya.

Yosef meminta agar para atlet tidak terlena oleh hasil pada SEA Games, karena daerah lain tentu akan lebih matang lagi persiapannya.

"Walaupun hasil yang raih sangat baik, kita jangan lengah dan persiapan juga harus lebih matang lagi. Kita masih punya waktu 9 bulan untuk persiapan PON," jelasnya.

Rencananya tim Pelatda renang Jabar kembali harus mempersiapkan timnya untuk PON mendatang dan mengasah kemampuan.

"Secara kuantitas kita sangat baik persiapannya dan akan terus mengasah kemampuan atlet dengan beberapa kali uji coba ke luar negeri," ucapnya.
(GM)-

Senin, 21 November 2011

Open Water makes debut at South-East Asian Games

Open water was part of the competition programme for the first time in 52 years at the 26th South-East Asian Games. The event is organised from November 17-19, 2011 on Putri Island one of the Thousands Islands around ‘Seribu’ archipelago in Indonesia, 17km from the Capital of Jakarta. 

Air and water temperatures were around 30˚C and 28˚C, respectively. The competition was entered by four countries: Indonesia as host, Singapore, Vietnam and Malaysia. There were events of 5km and 10km for both men and and women.

The competition started with the 5km race on November 17 at Putri Island, entered by 12 swimmers in all. Chau, Ba Anh Tu from Vietnam took out the men's event, followed by Ricky Angga Wijaya from Indonesia while Singapore swimmer Brandon Boon placed third. The remaining competitors were Arnoczy Kusadewa Pratama (INA), Kenneth Lim (SIN) and Truong Giang Phan (VIE).

Among women, Heidi Gan from Malaysia finished in first place, followed by Thi Ngoc Bich Nguyen from Vietnam and Yessy V. Yosaputra from Indonesia. Rania Saumi G. (INA), Chelsea Fuch (SIN) and Thi Ngoc Yen Nguyen (VIE) also took part in the race.

Results:
5km Putra
1. Ba Anh Tu Chau (VIE), 1:07:02.529
2. Ricky Angga Wijaya (INA), 1:09:58.563
3. Brandon Boon (SIN), 1:10:02.923
4. Arnoczy Kusadewa Pratama (INA), 1:10:27.537
5. Kenneth Lim (SIN), 1:11:01.198
6. Truong Giang (Phan VIE), 1:11:11.429 (DQ)

5km Putri
1. Gan, Heidi (MAS), 1:11:47.454
2. Nguyen, Thi Ngoc Bich (VIE), 1:13:45.031
3. Yosapura, Yessy V (INA), 1:15:19.323
4. Saumi G, Rania (INA), 1:15:24.069
5. Fuch, Chelsea (SIN), 1:19:28.829
6. Nguyen, Thi Ngoc Yen (DNF)



10km putra:
1. BA ANH TU CHAU (Vietnam) 02:14:32:94
2. RICKY ANGGA WIJAYA (Indonesia) 02:14:41:59
3. KEVIN YEAP SOON C (Malaysia) 02:15:29:80
4. VERNON LEE JEAU ZH (Malaysia) 02:15:32:47
5. BRANDON BOON (Singapore) 02:15:34:57
6. SATRIO BAGASKARA G (Indonesia) 02:16:08:41


10km putri:

1. HEIDI GAN (Malaysia) 02:20:26:70
2.  THI NGOC YEN N. (Vietnam) 02:34:59:61
3.  YESSY V YOSAPUTRA (Indonesia) 02:38:47:39
4. ANISSA FABIOLA (Indonesia) 02:42:39:39

Jumat, 18 November 2011

11 rekor renang dipecahkan pada SEA Games 2011

Sebanyak 11 rekor baru SEA Games dari beberapa nomor perlombaan renang berhasil dipecahkan oleh perenang dari Indonesia, Thailand, Singapura dan Vietnam pada SEA Games XXVI/2011 di Stadion Akuatik Jakabaring, Palembang.
Panitia cabang renang SEA Games 2011, Herlambang di Palembang, Jumat mengatakan, dari 11 rekor baru SEA Games 2011 yang dipecahkan para perenang tersebut atlet Indonesia dan Thailand berhasil memecahkan tiga rekor baru, atlet dari Vietnam satu rekor baru dan Singapura berhasil memecahkan empat rekor baru SEA Games kali ini.
Dari 38 medali emas yang diperebutkan pada SEA Games 2011, ada sebanyak 11 rekor baru SEA Games yang terpecahkan dari kola renang Satdion Akuatik Jakabaring yang bertaraf internasional tersebut.
Pada hari pertama perlombaan cabang renang ada dua rekor baru SEA Games yang dipecahkan oleh atlet Thailand atas nama Nutthapong Ketin dinomor 200 meter gaya dada putra dengan waktu 2 menit 12,99 detik atau lebih cepat dari rekor lama 2 menit 13,42 detik atas namanya sendiri diciptakan pada 2009.
Rekor kedua yang tercatat pada perlombaan renang tersebut diraih oleh Li Tao dari Singapura pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu waktu 58,84 detik dari rekor lama 59,24 detik atas nama dirinya diciptakan pada 2009.
Kemudian rekor ketiga dibuat perenang Thailand atas nama Natthanan Jungkrajang nomor 400 meter gaya ganti perorangan waktu 4 menit 50,88 detik lebih cepat dari rekor lama 4 menit 51,87 detik atas nama Jocelin Yeo asal Singapura pada 1999.
Rekor keempat pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu atas nama perenang Vietnam, Quy Phuoc Hoang dengan waktu 53,07 detik sedangkan rekor lama 53,82 detik dibuat oleh Daniel Bego asal Malaysia pada 2009.
Rekor kelima diciptakan oleh perenang Indonesia Yessy Yosaputra pada nomor 200 meter gaya punggung putri waktu 2 menit 15,73 detik lebih cepat dari rekor lama atas nama Akkiko Thomson asal Filipina waktu 2 menit 16,76 detik pada 1993.
Kemudian rekor keenam dinomor 200 meter gaya kupu-kupu putra diciptakan oleh Joseph Issac Schooling dari Singapura waktu 1 menit 56,67 detik sedang rekor lama 2 menit 00,45 detik oleh James Walsh asal Filipina pada 2007.
Rekor ketujuh 50 meter gaya bebas putri diciptakan perenang Singapura atas nama Xiang QI Amanda Lim catatan waktu 25,77 detik sedang rekor lama 25,82 detik atas namanya sendiri dibuat pada 2009.
Rekor SEA Games cabang renang yang kedelapan diciptakan oleh perenang Indonesia I Gede Siman Sudartawa nomor 100 meter gaya punggung dengan waktu 55,59 detik lebih cepat dari rekor lama 56,16 detik yang dibuat Lim Keng Liat asal Malaysia pada 2001.
Rekor kesembilan pada nomor 100 meter gaya punggung putri oleh perenang Singapura atas nama Li Tao waktu 1 menit 02,11 detik sedang rekor lama 1 menit 02,96 detik dibuat atas namanya sendiri pada 2009.
Kemudian rekor baru kesepuluh diciptakan oleh perenang Nutthapong Ketin dari Thailand waktu 2 menit 02,90 detik sedang rekor lama 2 menit 03,54 detik dibuat Rattapong Sirisanot juga dari Thailand pada 2003.
Rekor kesebelas atau terakhir pada nomor 400 meter estafet gaya ganti putra diciptakan oleh tim Indonesia dengan waktu 3 menit 41,35 detik dari rekor lama juga atas nama tim Indonesia waktu 3 menit 41,72 detik pada 2009. 

antara

SEA Games XXVI:Renang Penuhi Target Enam Emas

Tim renang Indonesia berhasil capai  target yang ditetapkan KONI Pusat dalam perolehan medali pada SEA  Games XXVI/2011 dengan meraih enam medali emas, delapan perak dan 10 perunggu.      
Manajer tim enang Indonesia, Bambang Udaya  mengatakan di Palembang, Jumat, berkat dukungan semua pihak di Palembang, para perenang Indonesia bisa memenuhi target enam emas di SEA Games kali ini.      
"Ini suatu prestasi keberhasilan cabang renang Indonesia setelah sempat terpuruk pada SEA Games 2009 di Laos hanya menyumbangkan dua medali emas sedangkan pada SEA Games 2011 bisa capai enam emas," kata Bambang lagi.      
Selain menyumbangkan enam medali emas, cabang renang Indonesia yang bermaterikan perenang muda tersebut bisa memecahkan tiga rekor baru dari tujuh rekor baru SEA Games 2011 yang berlangsung di Stadion Akuatik Jakabaring.      
Kedepan dengan materi perenang muda Indonesia tersebut diharapkan dengan program pembinaan yang berkelanjutan bisa terus berjalan sehingga pada SEA Games 2013 di Myanmar dan SEA Games selanjutnya bisa terus bersinar prestasinya.      
"Saya berharap pemerintah melalui KONI Pusat bisa menyinambungkan program pembinaan renang untuk bisa mempertahankan suatu prestasi dan bahkan tidak menutup kemungkinan prestasinya bisa terus meningkat dari hasil SEA Games tahun ini," kata Bambang dengan nada optimistis.
Perenang putera berusia 17 tahun,  I Gede Siman Sudartawa menjadi bintang tim Indonesia kali ini. Siman, perenang asal Bali ini meraih empat emdali emas melalui nomor spesialisasinya 50 m, 100 m dan 200 m gaya punggung dan nomor estafet gaya bebas.
Di nomor estafet 4x100 meter gaya ganti, tim Indonesia berhasil memecahkan rekor baru SEA Games 2011 di nomor 400 meter gaya ganti estafet putra dengan waktu 3 menit 41,35 detik atau lebih cepat dari rekor lama 3 menit 41,72 detik juga atas nama tim Indonesia diciptakan pada 2009.      
Tim estafet Indonesia yang mempersembahkan emas terakhir untuk kontingen Merah Putih adalah I Gede Siman Sudartawa (gaya punggung), Indra Gunawan (gaya dada), Gleen Victor Susanto (kupu-kupu) dan perenang terkahir gaya bebas, Triady Fauzi.      
Pada final tersebut sempat terjadi kekeliruan karena pada papan pencatat waktu elektronik terjadi kesalahan catatan waktu tercepat di lintasan empat tim Singapura, sedangkan yang tercepat dan meraih medali emas adalah tim Indonesia yang memecahkan rekor baru SEA Games 2011.

Hasil lengkap perolehan medali cabang renang SEA Games XXVI/2011.
1. Singapura (17-9-13)
2. Thailand (8-7-5)
3. Indonesia (6-8-10)
4. Malaysia (5-10-3)
5. Vietnam (2-2-5)
6. Filipina (0-2-5)

Rabu, 16 November 2011

FINA/ARENA Swimming World Cup 2011: Le Clos (RSA) and Alshammar (SWE) overall winners

South Africa’s rising talent Chad Le Clos and veteran swimmer Therese Alshammar (SWE) are the overall winners of the FINA/ARENA Swimming World Cup 2011, each receiving US$ 100,000 in prize money. 
Le Clos obtains the first World Cup crown of his career after collecting 31 medals from the 2011 series and a total 176 points. Japan’s Hidemasa Sano places second in the men’s overall ranking with 90 points and US$50,000 while German Marco Koch finishes in third with 65 points and US$30,000.
Alshammar successfully defended her 2010 title by adding a fourth World Cup victory to her incredible roll of honour. Her medal tally for the 2011 season is of 18 medals for a total 145 points. Melissa Franklin (USA) is second with 70 points and receives US$50,000. Korea’s Hye Ra Choi takes third with 60 points and wins US$30,000.
In Tokyo, Alshammar and Takeshi Matsuda (JPN) were the best performers of the final stage – 952 and 989 points in the 100m and 200m butterfly, respectively. The Swedish sprint queen also won gold in the same event over 50m. 
Japanese swimmers occupied the majority of the podiums with eleven victories in the men’s events and five among women. Facing such tough competitive field, Le Clos secured only one gold medal in the 200m freestyle.
Australia’s Kyle Richardson and Robert Hurley were triumphant in the 100m and 400m freestyle events, respectively, while teammates Cate Campbell, Blair Evans and Leiston Pickett collected four gold medals in the women’s events.
Other countries to medal in Tokyo were China, Colombia, Korea and New Zealand.