Kamis, 05 Juli 2012

Asean School Games 2012: Indonesia Naik Peringkat


SURABAYA - RENANG INDONESIA - Pesta olahraga pelajar se Asia Tenggara resmi berakhir, tadi malam.  Kontingen Indonesia memastikan diri menduduki posisi runner up dalam kelasmen akhir perolehan medali berada di bawah Thailand yang berhak membyong gelar juara umum.
Dari 11 cabor olahraga yang dipertandingkan, total Indonesia mendulang 33 emas, 33 perak dan 27 perunggu. Hanya terpaut lebih medali emas dari Thailand dengan perolahan 38 emas, 28 perak , 47 perunggu. Sedangkan Malaysia berada di peringkat ketiga dengan 29 emas, 36 perak dan 35 perunggu.
Meski hanya berada di posisi kedua, Indonesia sudah berhasil memenuhi target memperbaiki peringkat. Di ASG III tahun lalu, Indonesia hanya berada di posisi ke empat, “Runner sudah bagus dan memenuhi target, ini adalah prestasi terbaik selama empat kali penyelenggaran ASG. Sebelumnya kita hanya berada di posisi ke empat, ” ujar Komandan Kontingen Indonesia Tunas Dwidarto.
Cabor renang  menjadi peyumbang medali emas terbanyak dengan mendulang sembilan  emas. Melebihi target awal yang dipatok delapan emas. Indonesia menjadi juara umum di cabor renang mengalahkan Singapura dan Thailand dengan total  9 emas, 6 perak dan 5 perunggu. Perolehan emas tim renang Indonesia ini melampaui target yaitu 8 emas.
Selain renang, pencak silat juga menjadi lumbung medali setelah meraup delapan  emas.  Prestasi lainnya juga ditunjukan cabor tenis dengan menyapu bersih lima medali emas perorangan. Sayangnya, di sektor beregu lengah sehinga hanya meraih dua medali perak.
Di cabor bola voli, Indonesia juga memutus tradisi emas Thailand. Di sektor putra Indonesia meraih medali emas sedangkan voli putri masih menjadi milik Thailand. “Kami akan lakukan evaluasi agar pembinaan atlet usia dini bisa mengejar ketertinggalan dari Thailand maupun negara lainnya, ” ucapnya.
Sementara ada beberapa cabor gagal menyumbang medali. Seperti sepak takraw, tenis meja dan basket. Namun dua cabor yaitu takraw dan tenis meja memang bukan menjadi andalan Indonesia. Sedangkan basket yang ditarget satu emas hanya mendapatkan satu perak. “Kami juga bangga karena selama penyelenggaran ASG berjalan lancar tidak ada protes dari negara peserta, ” ujar Agus Edi Suharto, Wakil Ketua Pelaksana ASG.
ASG tahun ini memang tercacat sebagai ajang terbesar dibandingkan sebelumnya karena iikuti sekitar 1.320 atlet dari tujuh negara. Yakni tuan rumah Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Brunei Darussalam. Kontingen Indonesia sebanyak 276 orang yang terdiri dari 211 atlet, 38 pelatih, 11 manajer, dan 22 headquarter.

Klasemen (4/7):
1.      Thailand (38-28-47)
2.      Indonesia (33-33-27)
3.      Malaysia (29-36-35)
4.      Vietnam (27-17-16)
5.      Singapura (14-16-18)
6.      Brunai (0-8-6)
7.      Philipina (0-2-1)

Atlet China Dilarang Makan Daging Babi


SHANGHAI, AKUATIK INDONESIA - Atlet dan pelatih China panik karena larangan terhadap atlet Olimpiade mengonsumsi daging di luar arena latihan bisa mengganggu persiapan mereka menghadapi Olimpiade London 2012.

Atlet China telah diperintahkan untuk meminimalkan risiko terkena doping "clenbuterol", yaitu obat asma yang tahun ini telah mencemari daging babi, kambing, dan sapi.

Pelatih voli putri Yu Juemen bahkan menuduh bahwa puasa makan daging kepada timnya selama tiga minggu sebagai penyebab kekalahan empat kali beruntun yang dialami di kejuaraan grand prix dunia di Ningbo.

"Mereka memperlihatkan penurunan kekuatan dan kebugaran secara signifikan," kata Yu Juemen kepada Beijing News setelah China menyerah tiga set langsung kepada AS, Minggu lalu. "Kami tidak berani makan daging babi saat berada di uar arena latihan selama turnamen karena khawatir dengan clenbuterol," katanya.

Larangan mengonsumsi daging dikeluarkan oleh Kementrian Olahraga China tahun ini, sebagai respon atas atas peringatan dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA) pada November lalu setelah ditemukan produk daging yang tercemar di China dan Meksiko.

"Pesan WADA kepada atlet yang bertanding tetap sama: makan lah (daging) hanya di restoran dan cafe yang telah mendapat rekomendasi dari federasi atau panitia," demikian pesan tertulis WADA.

Seorang ofisial cabang akuatik beberapa waktu lalu mengatakan bahwa seluruh 196 atlet mereka tidakmakan daging sapi -makanan pokok di China- selama 40 hari dan hanya mengonsumsi bubuk protein.

Akhir-akhir ini, China memang diguncang skandal makan an yang tercemar. Pada Agustus lalu, pengadilan menjatuhkan hukuman penjara kepada tujuh orang dan satu orang dihukum mati karna bersalah menjual clenbuterol kepada peternak babi.

Pemerintah China sukses mengatasi masalah reputasi buruk dalam hal doping di dunia olahraga dalam beberapa tahun terakhir.

Menyangkut peringatan WADA tersebut, kontingen China diperkirakan tidak akan mengambil resiko dengan mengonsumsi daging diluar arena latihan.

Seorang peternak bagi di propinsi Jiangsu kemudian berinisiatif untuk menyumbangkan daging babi agar sebagai dukungan atas usaha kontingen China meraih prestasi melebihi yang diraih di Olimpiade Beijing 2008.

Liu Qingya, nama peternak tersebut, secara sukarela menyumbangkan tiga ton daging bagi yang tidak tercemar untuk dikomsumsi atlet Olimpiade China. "Daging babi saya bebas dari Clenbuterol. Rasanya segar seperti daging pada tahun 1960-an," kata Liu.
  
"Saya hanya makan daging bagi dengan jagung, kedelai dan gandum. Saya bangga bisa menyumbang daging babi kepada atlet yang akan membawa kehormatan untuk negara," katanya. (Kompas.com)

Salah Langkah, Mantan Perenang Ditinggal Istrinya


SYDNEY, AKUATIK INDONESIA — Legenda renang Australia, Grant Hackett, ingin memperbaiki citranya yang hancur setelah ditinggal istrinya, yang muak melihat kebiasaannya mabuk.

Hackett, peraih emas Olimpiade 2000 dan 2004 untuk nomor 1.500 meter, merusak apartemennya pada Oktober tahun lalu akibat mabuk. Karena perbuatannya itu, istrinya, Candice Alley, langsung meninggalkannya.

Setelah sekian bulan bungkam, Hackett mengungkap perasaannya, Minggu (24/6/2012). "Reputasi saya rusak karena satu kesalahan? Saya akan berusaha menjaga perilaku dan berharap orang-orang akan menilai saya berbeda," kata Hackett kepada saluran televisi Channel Nine.

Namun, Hackett membantah ia telah memukul istrinya dan melarikan satu dari dua anak kembarnya. "Saya tidak menyalahkan alkohol," kata Hackett. "Saya sedang mabuk dan alkohol memang memengaruhi perilaku saya. Namun, saya tidak ingin mengatakan bahwa hal itulah penyebabnya."

Meski demikian, Hackett mengaku ia memang terkesan mengancam istrinya saat keributan itu terjadi. Itulah sebabnya, sang istri langsung menghubungi polisi. "Badan saya besar. Mungkin saya memang menakutkan atau mengecewakan dia," lanjut Hackett (32). "Tetapi saya tidak mungkin menyakiti dia," ungkapnya.

Hackett pernah berusaha rujuk dengan istrinya, tetapi gagal. Keduanya kemudian mengumumkan berpisah setelah menikah selama lima tahun.

Setelah kasus tindak kekerasan tersebut, Hackett kehilangan statusnya sebagai duta besar kegiatan amal untuk kampanye anti-kekerasan terhadap anak-anak.

Keperkasaan di kolam renang memang tak selalu sejalan dengan peran dalam rumah tangga. (KOMPAS.com)

Selasa, 05 Juni 2012

Untouchable Team USA takes home seventh title


Lausanne (SUI), POLO AIR INDONESIA (June 4, 2012)- Led by powerful Brenda Villa, the U.S. team obtained their seventh (and fourth consecutive) World League title, after beating Australia 6-4 in a hard-fought and exciting final at the Changshu Sport Centre, China on June 3.
In the nine editions of the World League, only two other countries captured gold: Greece in 2005 and Russia in 2008. The USA did not appear on the podium only once, in 2005, where they took fifth.
The Australians improved from the last World League, where they took third. This is their seventh podium in this competition and third silver medal. They missed the podium in 2004 and 2006.
As they did last year at the FINA World Championships, Greece denied China a victory on home soil, edging the host just by one goal (8-7).
Despite the absence of some of their best players, Greece reinforced their status in the international water polo arena with this third World League bronze medal.
In the battle for fifth and sixth places, world number 3 Russia crushed Germany 18-4. It is nevertheless a great progress for the Germans, who achieve their best result at a World League competition.
Italy completes the final ranking, losing to Canada 8-12.
The final ranking of the FINA Women’s Water Polo World League 2012 is as follows: 1. USA, 2. Australia, 3. Greece, 4. China, 5. Russia, 6. Germany, 7. Canada, 8. Italy.

MEDALLISTS of the FINA Women’s World League
2004: 1. USA, 2. HUN, 3. ITA
2005: 1. GRE, 2. RUS, 3. AUS
2006: 1. USA, 2. ITA, 3. RUS
2007: 1. USA, 2. AUS, 3. GRE
2008: 1. RUS, 2. USA, 3. AUS
2009: 1. USA, 2. CAN, 3. AUS
2010: 1. USA, 2. AUS, 3. GRE
2011: 1. USA, 2. ITA, 3. AUS
2012: 1. USA, 2. AUS, 3. GRE

(fina)

Santa Clara International Grand Prix: Tae Hwan Park Breaks Meet Record in 800 Free to Open Meet


SANTA CLARA, California, May 31. KOREA'S Tae Hwan Park set a new meet record in the men's 800m free to kick off the first night of action at the Santa Clara International Grand Prix, while New Zealand's Lauren Boyle captured the women's 1500m free.

Park finished in a time of 7:52.07, just nipping Canadian Ryan Cochrane's meet record of 7:52.18 from last year. Cochrane finished second tonight in 7:57.19, ahead of Australia's Ryan Napoleon (7:59.10). That time bumps Park up to fourth in the world this year behind Sun Yang (7:47.11), Gergo Kis (7:49.46) and Gregorio Paltrinieri (7:51.97). His previous top time had been a 7:53.33 from February.

In the women's 1500m free, Lauren Boyle held off a late charge from FAST's Emily Brunemann to win in 16:21.73. Brunemann touched second in 16:23.36, while Gator Swim Club's Andreina Pinto was right on her heels at 16:24.16. Boyle's fastest swim this year is a 16:20.47 from March, ranked 10th in the world. Brunemann jumps to 11th in the world with her performance, ahead of Chloe Sutton's 16:23.96 (swimmingworld)

Grant Ledge Swimming Coach Charged With Criminal Sexual Conduct -- June 4, 2012


CHARLOTTE, Michigan, RENANG INDONESIA - June 4. ACCORDING to MLive, Jason Algra, 32, a swim team coach and science teacher for Grant Ledge High School has been "charged with eight counts of criminal sexual conduct involving two students."

Algra was charged with three counts of first-degree sexual conduct, and five counts of third-degree sexual conduct, and has had bail set at $250,000.

The Grant Ledge school system has already put Algra on administrative leave. 

"As always, student safety and wellbeing are the district's highest priority," Grant Ledge Public Schools said in a statement. "We will cooperate with the Prosecutor's office throughout the criminal proceedings. If appropriate, the district will begin the process to have the State of Michigan revoke the individual's teaching certification."

USA Swimming, in response to a request from Swimming World, stated that it had no record of Algra as a member of the organization. This means that the organization does not have jurisdiction over Algra's case as it pertains to membership. (swimmingworld)