Minggu, 21 Juli 2013

FINA World Championship : Solo tech crowns new champion Romashina

AKUATIK INDONESIA-Russian Svetlana Romashina won the solo technical final, the first synchronised swimming event to be contested at Barcelona’s Palau Sant Jordi on day 1 (July 20) of the 15th FINA World Championships. Except for China, the event featured new faces among the strongest nations in the sport.
Following in the footsteps of compatriot Natalia Ishchenko, the most decorated synchro swimmer in history and sole champion in this event since its entry on the programme in 2007, 24-year-old Svetlana Romashina delivered a powerful performance to pick up her first world solo gold, totalling 96.800 points.
China’s Xuechen Huang, who created a sensation two years ago in Shanghai by claiming her country’s first piece of international silverware and first podium in a solo event, settled for silver again, scoring 95.500 points.

FINA World Championship : USA's Haley Anderson wins women's 5km

AKUATIK INDONESIA-Haley Anderson of the USA won the women's 5km race outsprinting Brazilian Poliana Okimoto Cintra in the final 100 metres. Anderson timed her stroke cycle perfectly and reached for the touchpad just ahead of the Brazilian who was leading the 42 swimmers for most of the final 1500m. The margin of victory between the swimmers was 0.2 seconds; the American finished in a time of 56.34.2.
Anderson, the silver medallist in the 10km Olympic Marathon at last year’s London Olympic Games, was the surprise leader of portions of the first lap: "I didn't realise that I was going to be in the lead but when you are the leader you are in control of everyone behind you. If I drift off course I take them with me." Okimoto led the race for most of the second lap with Anderson trailing by a full body length.

Anderson, still dripping with water from the Barcelona Harbor was all smiles about her race.

FINA World Championship : Olympic champion Mellouli is the best in the 5km

AKUATIK INDONESIA-The Olympic 10km champion Oussama Mellouli of Tunisia won his first FINA World Championship title in the 5km using his trademark "jets" to sprint to the touch-pad in the final 100 metres of the race. Mellouli unseated Thomas Lurz of Germany who has dominated the 5km event since his first title in 2005's Montreal World Championships.
Mellouli had planned to take a year off after the Olympics. "I didn't expect to win the 5km. I am really happy with the results. I did take six months off and got back into training not too long ago. To be on top of the world is quite exciting for me."
The Tunisian won his first medal in Barcelona at the World Championships 10 years ago. He is the only athlete to have won a medal in both the Olympic pool and in open water events. Mellouli was the gold medallist in the 1500m freestyle at the 2008 Olympics, the bronze medallist in the 1500m freestyle at the 2012 Olympics, and the gold medallist in the 10km marathon swim at the 2012 Olympics.

Kamis, 18 Juli 2013

Pelatnas SEA Games kekurangan dana Rp60 miliar

Jakarta, AKUATIK INDONESIA - Pelaksanaan pelatnas masih kekurangan dana sekitar Rp60 miliar menjelang SEA Games 2013 yang akan berlangsung Desember mendatang di Myanmar.

"Saat ini kami masih mencari cara bagimana mencari uang," kata Ketua Umum Satuan Pelaksana Program Emas Indonesia (Satlak Prima), Surya Darma, usai rapat di kantor Kemenpora, Selasa.

Surya mengatakan kekurangan dana tidak mungkin ditalangi oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga. Hal ini karena Kemenpora memiliki anggaran sangat terbatas setelah anggaran mereka dipotong 69,89 miliar dari 1,9 triliun dalam APBN-P.

Satlak Prima, sebagai badan pelaksana pelatnas harus memutar otak untuk mencari kekurangan tersebut. Menurut Surya, opsi yang tersisa tinggal mencari dari bantuan BUMN atau sponsor.

"Kalau meminta tambahan dana dari pemerintah sudah tidak mungkin karena anggaran mereka (Kemenpora) saja sudah berkurang. Opsinya tinggal mencari dari BUMN atau sponsor," tutur Surya.

Kemungkinan terburuk, lanjut Surya, akan dilakukan pencoretan cabang olahraga yang tidak potensial menyumbang medali emas. Sebelumnya Indonesia akan menurunkan atlet dari 39 cabang olahraga pada ajang multievent dua tahunan tersebut. Artinya, ada kemungkinan Indonesia hanya mengirim tim dari 30 hingga 32 cabang olahraga.

"Opsi terjelek akan mengurangi cabang olahraga yang paling kecil kemungkinan menyumbang medali emas," ujar Surya.

Jika cabang olahraga tersebut potensi menyumbang medali perak, Surya mengatakan masih bisa dipertahankan. "Tetapi kalau hanya potensi mencetak perunggu atau tidak sama sekali, otomatis dicoret," tambahnya. (Antara News)

Indonesia masih mungkin juara umum SEA Games

Jakarta, AKUATIK INDONESIA - Indonesia masih bisa mempertahankan gelar juara umum SEA Games meskipun dalam persiapan pelatnas menjelang ajang dua tahunan itu mengalami berbagai kendala, kata Ketua Umum Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Surya Darma, Selasa.

Hingga saat ini, dana untuk pelatnas mengalami kekurangan sebesar Rp60 miliar yang beresiko terburuk harus dilakukan pencoretan beberapa cabang olahraga yang akan dikirim.

"Kita masih bisa pertahankan gelar juara umum kalau 23 cabang olahraga papan atas bisa mendulang medali emas," kata Surya yang ditemui di kantor Kemenpora.

Indonesia telah mempersiapkan 39 cabang olahraga untuk dikirim pada SEA Games 2013 yang berlangsung di Myanmar, Desember mendatang. Namun, Satlak Prima sebagai badan pelaksana pelatnas masih kekurangan dana sebesar Rp60 miliar untuk membiayai pelaksanaan pelatnas sehingga kemungkinan terburuk akan dilakukan pengurangan cabang olahraga.

Sekitar tujuh hingga sembilan cabang olahraga yang tidak potensial menyumbang medali emas kemungkinan dicoret dari pelatnas SEA Games.

Terdapat 23 cabang olahraga papan atas yang paling menjanjikan dapat mencetak medali emas. Berdasarkan hitungan Surya, jika target tersebut terpenuhi Indonesia bisa mengoleksi 115 medali emas.

"Sehingga kita tetap berpeluang menjadi juara umum. Sedangkan kalau dari 33 cabang olahraga masing-masing bisa sumbang 3 hingga lima medali emas, saya optimistis," jelas Surya.

Beberapa cabang olahraga yang potensial menyumbang medali emas antara lain nomor bela diri. Begitu juga pada cabang olahraga terukur seperti atletik dan renang.

"Tetapi kalau bela diri kan juri-nya sangat subjektif, itu yang membuat saya ketar ketir," tambahnya.

Penentuan cabang olahraga yang akan dicoret masih menunggu hasil rapat yang digelar Rabu (17/7) besok. Sementara Satlak Prima juga masih berupaya mencari tambahan dana pelatnas. (Antara News)

Rabu, 19 Juni 2013

Sumbar tuan rumah Kejurnas Polo Air 2013

Padang –POLO AIR INDONESIA - Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) pusat menunjuk Sumatera Barat sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Polo Air 2013 yang direncanakan berlangsung di Kolam Renang Teratai Kota Padang, 4-9 Juli.

"Dari hasil kesepakatan dengan PB PRSI untuk Kejurnas 2013 ini , PRSI Sumbar bertindak sebagai tuan rumah," kata Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Maidison di Padang, Jumat.

Ia menjelaskan, Kejurnas polo air 2013 tersebut merupakan bagian dari seleksi tim Indonesia yang akan dipersiapkan untuk SEA Games 2013 di Myanmar.

Ajang Kejurnas tersebut sekaligus digunakan untuk memantau perkembangan atlet yang sudah menjalani pemusatan dan latihan sejak beberapa bulan lalu.

"Jika ada atlet daerah yang mempunyai perkembangan teknik, tim PB PRSI akan mencoba merekrutnya untuk persiapan di Timnas," katanya.

Maidison menambahkan, daerah-daerah yang sudah dipastikan untuk mengikuti ajang tersebut yakni, tim Sumbar, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Riau dan Yogyakarta.

Sejauh ini katanya, pihak panitia sudah melakukan berbagai persiapan akomodasi dan sarana yang akan digunakan dalam kejuaraan tersebut.

Selain itu katanya, dijadwalkan dalam minggu depan tim PB PRSI akan turun memantau sarana yang digunakan termasuk memberikan masukan dalam penyelenggaraan Kejurnas tersebut.

"Sebagai tuan rumah penyelenggara ingin acara ini berlangsung dengan baik, semua peserta bisa mengikuti pertandingan dengan lancar," katanya.

Ia yakin, pada Kejuarnas tahun ini tim yang diturunkan oleh daerah masing-masing merupakan tim terbaik, selain sebagai ajang seleksi Timnas untuk SEA Games, ajang ini juga menjadi gambaran kekuatan tim untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016.

"Pada Kejurnas U-19 2012 di Bandung sudah banyak terlihat atlet potensial, dan kita berharap semua atlet yang turun pada ajang itu merupakan atlet terbaik," katanya. (ANTARA News

Menpora: tidak ada masalah lagi pindahkan ISG

Jakarta – AKUATIK INDONESIA - Menpora Roy Suryo di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa ia sangat mengapresiasi keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi menahan Gubernur Riau Rusli Zainal sehingga hal itu semakin memperkuat keputusan memindahkan Islamic Solidarity Games (ISG) dari Pekanbaru ke Jakarta.

"Saya mengapresiasi keputusan dan sikap tegas KPK sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak memindahkan penyelanggaraan ISG dari Pekanbaru ke Jakarta," kata Roy Suryo kepada wartawan di kantornya di Senayan.

Roy menambahkan bahwa apa yang diputuskan oleh KPK secara kebetulan sesuai dengan rekomendasi Federasi Pekan Olahraga Negara Islam (ISSF) yang sejak awal juga menginginkan agar pesta olahraga yang akan diikuti 50 lebih negara Islam seluruh dunia itu digelar di Jakarta.

"Saya juga berterima kasih kepada KPK yang ternyata sudah lebih dulu memindahkan RZ (Rusli Zainal) dari Pekanbaru ke Jakarta, mendahului keputusan rapat di tingkat Menko untuk memindahkan ISG ke Jakarta," kata Roy sambil memperlihatkan salinan keputusan rapat ISSF dengan delegasi Kemenpora di Saudi Arabia pada 9 Juni 2013 lalu.

Dalam pertemuan itu, delegasi ISSF diwakili oleh Sekjen Faisal A. Al-Nassar, sementara Kemenpora diwakili oleh Staf Ahli Faisal Abdullah.

Salah satu keputusan dalam pertemuan yang berlangsung di Hotel Radisson Blu Jeddah itu adalah dukungan terhadap pemindahan lokasi ke Jakarta karena ibukota tersebut dinilai mempunyai fasilitas yang lebih baik bagi para peserta.

Selanjutnya, pihak ISSF akan segera menyurati 57 negara anggota untuk memberitahukan bahwa pesta olahraga tiga tahunan itu akan digelar di Jakarta pada 22 September sampai 1 Oktober 2013 mendatang.

Untuk menindak lanjuti rekomendasi ISSF yang disusul dengan penahanan Rusli Zainal oleh KPK, Roy Suryo telah mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berisi permohonan agar pemerintah menetapkan pemindahan lokasi ISG dari Pekanbaru ke Jakarta.

Kalau ISG tetap digelar di Pekanbaru, Roy menyatakan kekhawatirannya bahwa tidak ada pihak yang akan bertanggung jawab karena wakil gubernur Riau Mambang Mit ternyata tidak dimasukkan dalam susunan kepanitian.

Mengenai kesiapan DKI Jakarta, Roy menegaskan bahwa dalam beberapa kali pembicaraan dengan Gubernur Joko Widodo, sudah tidak ada masalah karena sudah mendapat persetujuan dari DPRD.

"DKI Jakarta sudah menyatakan siap dan setuju untuk menyediakan Rp45 miliar dari APBD, sementara pemerintah akan menyediakan anggaran sebesar Rp131 miliar," kata politisi dari Partai Demokrat itu. (ANTARA News)