Sabtu, 17 Desember 2011

Renang Baik untuk Kesehatan Jantung

Prof.Sutomo Kasiman, ahli jantung, menuturkan treatment yang dilakukan kepada penderita jantung usia tua dan muda tetap sama. Namun, Sutomo menekankan dua langkah terpenting untuk melindungi jantung sejak usia muda. Berupa pencegahan primer dan sekunder. 
Pencegahan primer yakni menjauhkan diri dari segala rIsiko penyebab penyakit jantung serta olahraga yang teratur. Ia menganjurkan olahraga renang sebagai olahraga yang ideal menyehatkan jantung.
Mengapa harus renang? Alasannya karena renang efektif menggerakkan seluruh bagian tubuh serta minim cedera. Cocok untuk tua dan muda. Paling baik jika dilakukan teratur setiap hari atau sekurang-kurangnya tiga kali seminggu.
Tetapi yang perlu diperhatikan adalah kemampuan adaptasi tubuh saat berolahraga, atau biasa disebut limitasi. "Jangan sampai menyebabkan debar atau sesak. Perlu diperhatikan juga limit denyut jantung kita, rumusnya 200 dikurangi umur. Misalnya, individu yang berusia 30 tahu, denyut jantung nya 170 kali per menit saat olahraga itu normal,"Sutomo menjelaskan.
Ia menambahkan,kemampuan tubuh beradaptasi tubuh terhadap gerakan olahraga biasanya selama dua minggu. Sedangkan pencegahan sekunder adalah perawatan yang dilakukan pada individu yang pernah mengalami serangan jantung.

TRIBUNNEWS.COM,

Agar Anak Tetap Nyaman di Kolam Renang

SAAT liburan tiba, tak ada salahnya mengajak anak Anda menghabiskan waktunya di kolam renang. Selain bermain air, Anda bisa sekaligus mengajarkan mereka bagaimana caranya berenang. 
Namun saat berada di kolam renang, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar anak Anda terhindar dari peristiwa yang tak diinginkan, seperti: 
·   Jangan pernah tinggalkan anak Anda sendirian, baik di sekitar kolam renang atau saat ada di dalam air 
·   Selalu arahkan perhatian ke arah anak Anda kemanapun mereka bergerak. Jangan biarkan mereka terlepas dari pandangan Anda 
·   Pastikan anak Anda menggunakan pelampung saat berada dalam kolam agar mereka tetap berada di permukaan air 
·   Ajari mereka bagaimana caranya untuk berenang dengan turut mengikutsertakan instruktur profesional. Biasanya anak-anak mulai diajarkan berenang setelah umur 3 tahun 
·   Jangan pernah biarkan mereka berenang tanpa adanya pengawasan. Banyak anak-anak meremehkan kedalaman kolam 
·   Terapkan kebiasaan baik pada anak Anda. Misalnya, mereka tak boleh berlari-larian di pinggir kolam, lompat ke kolam secara tiba-tiba, berenang saat cuaca sedang tak bersahabat, serta mendorong temannya ke kolam atau saat berada dalam air 
·   Siapkan perlengkapan keselamatan di dekat kolam renang sebagai pertolongan pertama bila terjadi peristiwa tak diduga 
·   Pastikan telepon genggam Anda berada tak jauh dari jangkauan dan siapakan nomer telepon darurat yang harus anda hubungi seandainya suatu hal buruk menimpa sang anak 

Bermain air merupakan salah satu hal yang paling dicintai anak-anak. Namun sebagai orang tua Anda harus memastikan mereka aman saat melakukan hal-hal yang sedang dikerjakannya. (safetravel.co.uk/*/X-13)

Persiapan PON 2012: PRSI Sulsel Gelar KRAPDA

Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sulsel, menggelar Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Daerah (KRAPDA) open 2011 se-Sulawesi, Kalimantan dan Papua.
KRAPDA ini dilaksanakan mulai 16 hingga 18 Desember di Kolam Renang PT Semen Tonasa, Pangkep. Jumlah peserta sebanyak 137 atlit dari 17 perkumpulan ini akan memperebutkan 120 nomor pertandingan. 
"Kegiatan ini dapat terlaksana berkat bantuan dari PT Semen Tonasa. KRAPDA open 2011 diikuti empat provinsi, Sulsel 13 regu, Sulteng satu regu, Kalimantan Timur (Kaltim) dua regu dan Papua Barat satu regu," jelas ketua panitia, Syahruddin saat membacakan laporan. 
Ketua Umum PRSI Sulsel yang juga Direktur Utama (Dirut) PT Semen Tonasa, Sattar Taba mengatakan, KRAPDA ini adalah program tahunan PRSI Sulsel. Kegiatan ini, kata Sattar, nyaris tidak terlaksana. Karena PRSI tidak memiliki dana, namun berkat bantuan PT Semen Tonasa, KRAPDA dapat dilaksanakan. 
"Atlit yang berprestasi di KRAPDA ini, akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau mendatang," ujar Sattar, Jumat (16/12) kemarin. 
PRSI Sulsel lanjut dia, melalui atlit KRAPDA, dapat mempertahankan prestasi Sulsel di PON yang lalu dengan perolehan sembilan medali emas di cabang renang. 
"Target PON 2012 sebanyak 10 medali emas. PRSI akan laksanakan KRAPDA empat kali dalam satu tahun, dan akan mendatangkan atlit serta pelatih dari luar Sulsel," ungkapnya.
Sementara Wakil Ketua Umum KONI Sulsel, Andi Marzuki, dalam sambutannya, sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan PRSI Sulsel. 
"Saya mewakili KONI, sangat mendukung PRSI untuk mendatangkan atlit dan pelatih dari luar," katanya. (harian ujung pandang ekspres)

Klub Hiu Kirim 50 Atlet ke Krapsi 2011

Meski akan tampil di kandang sendiri di Surabaya, Klub Renang Hiu Surabaya tidak banyak mengirimkan atletnya di Kejuaran Renang Antar Perkumpulan Indonesia (Krapsi) yang akan digelar 27-30 Desember mendatang.
Nanik Suryatmadja Ketua Umum Club Renang Hiu Surabaya pada Budi reporter Suara Surabaya, Jumat (16/12/2011), mengatakan, di Krapsi tahun ini, klubnya hanya mengirimkan sekitar 50 atlet.
Mereka yang dikirim, 30 yang lolos limit, sementara 20 lainnya non limit, yang selama ini juga menjadi andalan Hiu di berbagai kejuaraan nasional. Ia mengatakan di Krapsi tahun ini, timnya tetap tidak akan membebani target atletnya. Yang penting mereka bisa bermain maksimal.
Nanik mengaku sangat realistis meski tampil di kandang sendiri, persaingan diprediksi akan sangat ketat. Karena sampai sekarang, kekuatan juga masih ada di klub-klub asal Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Nanik berharap dengan persiapan yang sudah dilakukan sekaligus dukungan maksimal penonton yang ada di GOR Kolam Renang Koni Jatim, hasil yang dicapai Hiu sesuai harapan.
Klub Renang Hiu Surabaya masih menjadi satu diantara barometer kekuatan cabang Olahraga renang di Indonesia. Mendominasi gelar juara di beberapa even Krapsi, klub ini juga sudah memberikan kontribusi 7 atletnya di Puslatda Jawa Timur untuk proyeksi PON 2012 Riau.
Ke-7 atlet, diantaranya, ada Omar Suryatmadja, Eny Susilawati, Haryono, dan Erlina Yakob. (suarasurabaya.net|)

Rabu, 14 Desember 2011

Mireia Belmonte fourth medals


With four titles Spain’s Mireia Belmonte proved to be the top athlete at the 15th European Short Course Swimming Championships in Szczecin. Her last demonstration of power was in the 400m individual medley where the 21-year-old from Badalona missed her own European record by just 34 hundredths of a second when she clocked 4:24.55 minutes. "I didn't prepare for these Championships at all. Nevertheless - four gold medals! That's a really good starting point for the Olympics”, Belmonte said. 
Thanks to her four gold medals, Belmonte led Spain to the third position in the medal table with five gold, five silver and two bronze medals, behind Germany (7-2-1) and Denmark (5-7-2). The Germans successfully defended their top position from Eindhoven 2010, winning three gold medals on the final day of the Championships: Britta Steffen in the 50m freestyle (24.01sec), Paul Biedermann in the 200m free (1:42.92min) and Silke Lippok in the 200m free (1:54.08min). Russia won the Championships Trophy with 901 points ahead of Italy with 768. 
Polish hosts were particularly delighted with Radoslaw Kawecki’s performance, who gained his second title in front of his home crowd. After his victory in the 200m backstroke, the 20-year-old also triumphed in the 100m back with 50.43 seconds. “I am really hoping that with these successes backstroke swimming will get more popular in Poland.” 
Europe’s swimming elite set 15 new season’s World best times in the 34 individual events of these championships. 

Russia Wins Championships Trophy, celebrates Mireia Belmonte

“We have experienced excellent championships in Szczecin, on the sporting as well as on the organisational side. And an historical event too. Poland played host to a LEN Championship for the very first time”, was LEN President Nory Kruchten’s personal conclusion to the 15th European Short Course Swimming Championships in Szczecin. 
Szczecin was the first sporting highlight on the road to the 2012 Olympic Games in London. 15 new season’s World best times in the 34 individual events demonstrated the strength of the European elite. Various top swimming federations gave their juniors the opportunity for their first international test on the road to the Olympics. 
Approximately 550 athletes represented 39 LEN Member Federations in Szczecin. 20 nations won at least one medal. Germany successfully defended the top position in the medal table with 7 gold, 2 silver and 1 bronze medal. Denmark achieved its best ever European Championship result with a total of 14 medals (5‐7‐2). Hosts Poland (5‐0‐3) finished in fourth position behind Spain (5‐5‐2). “Danish Dynamite” – well‐known from football in the 1980s – fired for the first time in swimming too. The Scandinavians have never been better than in Szczecin. Russia proved to be the best team by points, winning the Championships Trophy by a clear margin with 901 points, followed by Italy (768), Germany (625), Great Britain (590), Poland (490) and Denmark (471). 
The triple 2010 World Champion, Spain’s Mireia Belmonte, was the most successful athlete of the 2011 Short Course Europeans with four titles: 400m freestyle, 200m butterfly, 200m and 400m individual medley. She also came closest to a European record, clocking 4:24.55 minutes in the 400m individual medley. Her European Record stands at 4:24.21min. Hungary’s Laszlo Cseh gained three titles in the men’s event, the 200m butterfly, the 200m and 400m individual medley, and won an additional bronze in the 200m free. 
The total prize money of 35,000 Euro, offered by LEN, was distributed as follows: Denmark’s Lotte Friis earned 6,000 Euro, Mireia Belmonte 5,500 Euro, 1,500 Euro each went to Erika Villaecija (ESP), Daryna Zevina (UKR) and Britta Steffen (GER). Hungary’s Daniel Gyurta (HUN) headed the men’s list with 5,000 Euro, followed by his compatriot Laszlo Cseh (3,000 Euro), Nikolay Skvortsov (RUS/2,000 Euro), Joe Roebuck (GBR), Mateusz Sawrymowicz (POL), Mads Glaesner (DEN) and Konrad Czerniak (POL) 1,500 Euro each. 
Denmark’s Mie Oe Nielsen and Belarus’s Pavel Sankovich were named “Newcomers of the Championships” and were awarded 1,500 Euro each. As in previous years, LEN partner Omega donated four valuable Seamaster watches for the “Best Performance of the Day”, awarded to Spain’s Mireia Belmonte, Denmark’s Lotte Friis, Poland’s Konrad Czerniak, and Hungary’s Daniel Gyurta. 
The 16th European Short Course Swimming Championships will be staged in Chartres (FRA) from November 22nd to 25th, 2012.

Kamis, 08 Desember 2011

Perenang Sambut Teknologi Baru Speedo

SYDNEY – Para perenang Australia menyambut antusias atribut renang terbaru yang dikeluarkan pabrikan Speedo. Mereka berharap teknologi yang diterapkan dalam produk itu tidak dipermasalahkan oleh Federasi Renang Dunia (FINA).
Speedo baru saja meluncurkan gear terbaru mereka Kamis ini di Australia. Dengan sejumlah perenang seperti juara dunia James Magnussen, Leisel Jones, dan Geof Huegill mereka memperkenalkan Fastskin3 Racing System, mulai dari penutup kepala, kacamata, pakaian renang, yang didesain untuk saling menunjang fungsi secara kompak.
Perlengkapan tanding renang ini telah diakui oleh FINA, yang sebelumnya membatasi penggunaan sejumlah material.Sementara Speedo mengklaim tiga bagian sistem itu sanggup mengurangi hambatan dan akan meningkatkan penghematan oksigen perenang.
Para perenang juga menyakini produk-produk berteknologi ini tidak akan mengancam aspek olahraga renang, mundur ke masa kelabu di mana pada 2009 akhir FINA mengeluarkan larangan kontroversial terhadap penggunaan polyurethane, karena dianggap membantu perenang meluncur lebih cepat. Bahan itu disinyalir membuat angka pemecahan rekor sangat tinggi, yaitu 168 rekor dunia pada 2009.
Juara dunia 100 meter gaya bebas Magnussen menilai perlengkapan dengan teknologi baru ini tidak akan merusak kredibilitas olahraga. Kehadiran sistem baru yang dibawa Speedo ini menandai perkembangan terbaru perelengkapan lomba.
“Ini berbeda dengan yang sebelumnya. Ini tidak membuat kami mengambang seperti polyurethane,”kata Magnussen, yang pernah mencatat rekor tercepat di nomor 100 meter dengan 47.49 detik, di kejuaraan dunia di Shanghai, tanpa menggunakan supersuit itu.”
“Ini sesuatu yang inovatif yang mereka desain.Jadi ini merupakan kemajuan dari apa yang kami kenakan sepanjang 12 bulan belakangan ini,” tambahnya.”Tapi saya kira itu tidak akan mendominasi headline seperti yang terjadi pada perlengkapan renang sebelumnya.Anda harus tetap bekerja keras jika ingin hasil yang bagus.Anda tidak bisa bergantung pada apa yang anda pakai,” jelas perenang Australia berusia 20 tahun itu.
Teknologi yang dibawa Speedo di kaca mata renangnya menurut Magnussen menampilkan ruang yang cukup untuk visi yang lebih luas, dan ruang udara yang cukup membuatnya merasa lebih menguntungkan secara psikologis.
Magnussen sendiri bertekad memecahkan rekor yang dibuat perenang Brasil Cesar Cielo di nomor 100 meter gaya bebas yaitu 46.91, yang ditorehkannya dengan ‘bantuan’ polyurethane di Roma.Dia tidak khawatir jika dia memecahkan rekor dengan teknologi baru itu, capaiannya itu akan digugurkan.
“Saya tetap mengenakan celana pendek. Cesar menggunakan polyurethane ketika dia membuat rekor, jadi saya kira mereka tidak akan merebutnya dari saya jika saya berhasil memecahkan rekornya,” ungkap Magnussen.

(fit)