Selasa, 03 April 2012

Renang DKI Antisipasi Jual Beli Atlet


Pengprov PRSI DKI Jakarta akan berusaha mencari cara untuk mencegah terjadinya kekisruhan dalam soal proses perpindahan atlet renang antardaerah.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum PB Pengrov PRSI DKI, Lukman Niode saat berlangsungnya kejuaraan renang daerah provinsi DKI Jakarta, pekan lalu. Luki- panggilan Lukman mengungkap hal ini saat disinggung soal kisruh perpindahan perenang nasional I Gede Siman Sudartawa yang melibatkan dua provinsi Bali yang merasa telah membina Siman dan Riau yang telah mengikat Siman dalam kontrak menghadapi PON XVIII 2012.

"Untung saja sudah selesai. Tetapi memang sebaiknya kita memiliki rambu-rambu berbentuk peraturan, undang-undnag atau komitmen atau apa lah yang  bisa menyadarkan bahwa hal seperti itu sebaiknya tidak terjadi," kata Lukman, mantan perenang nasional ini.

Perpindahan atlet renang antardaerah memang kerap terjadi, apalagi menjelang pesta olah raga besar antardaerah seperti Pekan Olah Raga Nasional (PON) yang berlangsung empat tahun sekali. Daerah-daerah yang kekurangan atlet di daerahnya kemudian mencari atlet andal di daerah lain. Karena peraturan menyebut atlet setiap daerah dapat memperkuat daerah yang bersangkutan di PON apabila telah berdomisili di daerah tersebut sedikitnya dua tahun.

"Karena itu, kami menganggap, masa-masa pasca PON menjadi masa yang krusial bagi daerah-daerah yang memiliki perenang potensial, bukan hanya DKI," kata Luki. "Sering terjadi, atlet renang DKI yang telah menjadi anggota Pelatda dan mendapat fasilitas seperti tempat latihan, allowance mau pun asuransi kesehatan, tiba-tiba loncat  ke daerah lain. Kami kan jadi sulit menjelaskan ini kepada pihak KONI Daerah," lanjut Luki lagi.

Namun ia mengakui hal ini memang sulit dicegah. "Memang sulit karena ini kan berkaitan dengan hak asasi setiap warganegara untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik. apalagi kalau itu memang bisa diberikan oleh daerah lainnya," ujarnya.

"Kita memang belum dapat berbuat apa-apa karena peraturan yang jelas mengenai masalah ini belum ada, kecuali soal minimum domisili menjelang PON tersebut. Namun yang kita tahu, bagaimana pun perpindahan itu pasti diketahui pelatih atau pembina atlet yang bersangkutan," katanya

Karena itu Lukman mengimbau pembina renang yang berdomisili di DKI untuk juga mengedepankan kepentingan daerah. "Ini juga mungkin berlaku buat daerah lainnya. Bagaimana pun kita tinggal di sini, mungkin memiliki KTP sini, menggunakan semua fasilitas yang diberikan pemerintah provinsi. Kalau bisa setidaknya berbicara dengan pihak Pengprov," kata Luki lagi.

Kejelasan soal perpindahan atlet ini menurut Luki menjadi lebih penting mengingat organisasi juga memiliki kewajiban pembinaan.  Saat ini Pengprov DKI membawahi sekitar 25 perkumpulan renang dengan ratusan bahkan ribuan atlet renang usia muda. "Bagaimana pun atlet-atlet itu -baik pelatih mau pun orang tua- memiliki keinginan anaknya mencapai jenjang setinggi mungkin sebagai result dari usaha kerasnya bertahun-tahun berlatih di DKI," katanya.
Dengan program pembinaan yang baik, potensi  atlet-atlet renang itu akan meningkat dari setiap kelompok usianya. "Karena itulah ada kejuaraan renang pemula dan kelompok umur agar potensi anak yang tekun sebagai calon atlet menjadi terus terasah dan meningkat. Sebenarnya setiap naik kelompok umur, sudah semakin terlihat kok perenang yang berpotensi. Jarang ada yang muncul tiba-tiba"

Menurut Luki, pihaknya mengerti apabila ada atlet-atlet binaan DKI yang kecewa dengan fakta semakin ketatnya persaingan dengan adanya atlet-atlet pindahan luar daerah. "Tentunya tidak mungkin melakukan semacam kebijakan proteksi atau menghalangi perenang luar masuk DKI karena masalah hak asasi tadi. Apalagi intinya renang kan olah raga  kompetitif untuk memilih yang benar-benar terbaik, bukan karbitan," katanya.

"Perpindahan atlet kan juga ada masa adaptasinya. Saat ini, yang bisa kita lakukan hanyalah menjamin agar persaingan itu berjalan dengan fair, tanpa ada campur tangan di luar kolam. Bagaimana pun renang ini kan olah raga terukur dan semua result seharusnya bisa dipertanggungjawabkan. Kita mungkin bisa saja mengakali di sini, tapi bagaimana nanti kalau atlet tersebut berlomba  di luar daerah, atau bahkan luar negeri yang pengawasannya jauh lebih ketat?"

Namun Luki mengakui proses perpindahan atlet ini kadangkala memang sulit diantispasi. "Biasanya pada masa-masa saat pergantian pengurus Pengprov, banyak terjadi perpindahan atlet renang antardaerah. Yang sudah-sudah begitu ada ekses, yang dirugikan tentunya si atlet dan mereka akan sulit bila meminta bantuan dari Pengprov yang baru." (kompas.com)

Terkait Sengketa Lahan Kolam Renang, Pemkab Deliserdang Harus Tegas


LUBUKPAKAM- Pemkab Deliserdang diminta segera menuntaskan persoalan sengketa atas lahan kolam renang milik pemkab di Kelurahan Petapahan, Kecamatan Lubukpakam yang diklaim ahli waris Tengku Affan Sinar sebagai milik mereka. Pasalnya, hal ini dapat menghambat pembangunan kolam renang yang berbiaya Rp11,584 miliar lebih itu.
“Di sini ada unsur kelalaian sehingga terjadi klaim sepihak dari perseorangan. Karena itu, kami minta agar pemkab menuntaskan permasalahan ini baik secara persuasip maupun secara hukum,” kata anggota Komisi C DPRD Deliserdang Saiful Tanjung kepada wartawan, Senin (2/4).
Karenanya, Syaiful mendesak Pemkab Deliserdang segera melakukan langkah-langkah penyelesaian terkait klaim sepihak yang dilakukan ahli waris Tengku Affan Sinar itu. “Pemkab harus tegas dan jangan memberikan peluang bagi pihak lain untuk mengklaim aset daerah. Tapi jika pemkab memang keliru karena telah mencaplok lahan orang lain, silahkan kembalikan,” tegasnya.
Diketahui, kolam renang yang memiliki lebar 20 meter dan panjang 50 meter itu dikerjakan secara swakelola. Sumber dananya dari APBD dan bantuan Kementerian Negara Pemudah dan Olahraga dengan batas waktu pengerjaan tiga tahun.
Sementara Sekretaris Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Agus Muliono mengatakan, pihaknya hanya secera teknis membangun kolam renang yang telah menelan biaya Rp2 miliar itu. Tapi proyek pembangunan kolam renang itu di bawah tanggungjawab Disdikpora Deliserdang.
Sementara, sebagai ketua komite pelaksanan pembangunan kolam renang itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Deliserdang H Asli Rambe mengakui, lokasi pembangunan kolam renang itu adalah milik pemerintah. “Itukan lahan milik Dinas Pertanian Sumut, tapi secara pastinya saya kurang tahu,” bilangnya.
Disebutkannya, di areal kolam renang itu juga akan dibangun kolam rekreasi berupa water bom. Namun, Asli Rambe tidak dapat memastikan kapan, kolam renang itu selesai dan dapat dinikmati warga Lubukpakam.(sumutpos)

Kejurprov Renang DKI Ditandai Tajamnya Limit


JAKARTA, - Kejuaraan renang daerah Provinsi DKI, 29-31 Maret 2012 ditandai dengan limit yang tajam untuk lolos ke Kejurnas 2012.

Kejurprov DKI 2012 yang berlangsung di Stadion Renang Gelora Bung Karno ini diselenggarakan Perkumpulan Renang Millenium Aquatic. Kejuaraan ini diikuti atlet dari 24 perkumpulan renang yang berada di bawah PRSI Pengprov DKI Jakarta dan ditambah peserta sparring dari daerah termasuk perenang-perenang nasional seperti I Gde Siman Sudartawa.

Sayangnya, selama dua hari awal penyelenggaraan (29-30 Maret) situasi di sekitar kompleks olah raga Gelora Bung Karno memang dicekam dengan situasi unjuk rasa yang mengarah ke kompleks DPR/MPR yang ada di seberang kompleks GBK.

Ajang kejurprov KU DKI 2012 ini memang menjadi dasar pembentukan tim Renang DKI ke kejurnas Kelompok Umur yang akan berlangsung di Riau, Mei mendatang. Mereka yang lolos adalah yang menempati peringkat satu ajang kejurprov ini dan lolos limit A.

Meski begitu menurut ketua umum Pengprov DKI, Lukman Niode, buat para perenang yang sudah masuk Pelatda DKI  ajang ini tidak menjadi satu-satunya syarat ke kejurnas  mengingat mereka baru saja tampil di Singapore Open, 13-17 Maret lalu. "Kalau mereka tampil maksimal di Singapura, tentunya mereka masih capek," kata Lukman di sela-sela kejurprov.

Tajamnya limit A yang merupakan prasyarat perenang DKI untuk mengikuti kejurnas renang Kelompuk Umur di Riau, Mei mendatang memang menjadi kendala para perenang tampil maksimal. Dari 122 event, "hanya" 17 atlet yang berhasil menembus limit.

Dengan kesulitan ini, tak heran terjadi beberapa hal yang dianggap kejanggalan oleh atlet peserta. Seperti adanya keputusan diskualifikasi terhadap atlet renang. Ketua perlombaan, Fajar Vidya Hartono mengakui mereka kekurangan alat bukti apabila ada protes soal diskualifikasi terhadap atlet renang ini.

Seperti yang terjadi pada nomor 200 meter gaya kupu-kupu putera KU II. Pemenang pertama yang mencatat waktu yang melewati limit A dinyatakan diskualifikasi. Akibatnya hasil ini menguntungkan pemenang kedua yang juga lolos limit A.

Namun Fajar Vidya Hartono selaku ketua lomba maupun juri gaya yang bertugas tidak siap menjelaskan kesalahan yang dilakukan atlet renang pemenang lomba. Ada perbedaan pandangan terhadap kesalahan yang dilakukan. "Memang sulit untuk membuktikan karena tidak ada rekaman gambar dan kita hanya bergantung kepada laporan juri gaya," kata Fajar.

Sementara kerap terjadinya perubahan acara dan posisi atlet karena adanya penggabungan nomor acara perlombaan tidak dapat segera dipahami oleh peserta lomba. Protes terhadap keputusan panitia lomba dapat dilakukan 30 menit setelah lomba dengan membayar Rp 500 ribu.

Berikut nama-nama atlet renang terbaik Kejurprov DKI 2012:
Kelompok Umur IV:
Putera: Marius Floyd (Pari Sakti/PS)
Puteri: Laila Siti Aminah (ISA)

Kelompok Umur III:
Putera: Alvin Purwandha (PS)
Puteri: Audree K. Hartono (Almagary CS)

Kelompok Umur II:
Putera: Adityastha Rai Wratsangka (JakartaQuatics Antasena Swimming/JAQ)
Puteri: Joanita Mutiara Hapsari (Millenium Aquatics/MNA)

Kelompok umur I:
Putera: Alexis Wijaya Ohmar (MNA)
Puteri: Claudia Ajeng Savitri (JAQ)

Senior:
Putera: Guntur Pratama Putera (MNA)
Puteri: Kathriana Mela (MNA)

(Kompas.com) 

Jumat, 30 Maret 2012

Siman Sudartawa Pecahkan Rekor Nasional Kelompok Umur


JAKARTA, I Gede Siman Sudartawa (17) dari klub Sparing, Jakarta memecahkan rekor kelompok umur I (15-17 tahun) nasional nomor 100 meter gaya punggung pada hari pertama Kejuaraan Daerah Renang DKI Jakarta 2012, Kamis (29/3/2012) di kolam renang Senayan, Jakarta . Kejuaraan daerah tersebut berlangsung Kamis-Sabtu (31/3/2012).
Siman mencatatkan waktu 57,68 detik di nomor 100 meter gaya punggung . Siman menumbangkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Glen Victor selama lima tahun . C atatan waktu Glen Victor yang diciptakan di Singapura itu adalah 59,57 detik.       
Panitia kejuaraan, Hin Iskandar mengutarakan, tujuan kejuaraan daerah untuk meraih limit A sebagai syarat mengikuti kejuaraan nasional renang kelompok umur di Riau, Mei 2012. (KOMPAS.com)- 

Jatim Dapat Kuota By Name 15 dan By Number 9


Cabang olahraga renang Jawa Timur sudah bisa bernapas lega menghadapi PON 2012 Riau yang akan digelar September mendatang.

Kusaini satu diantara Pengurus di Persatuan Renang Seluruh Indonesia (Pengrov PRSI) Jawa Timur pada Budi Leksono Reporter Suara Surabaya, Kamis (29/3/2012) mengatakan, sesudah ditunggu-tunggu, Jatim akhirnya mendapat kuota atlet by name 15, sementara untuk by number9.

Menurut Kusaini, 15 atlet inilah yang nantinya akan memperkuat kontingen renang Jawa Timur di PON Riau. Mereka siap menjadi andalan untuk memberi kontribusi emas sebanyak-banyaknya di cabang renang.

Kusaini mengatakan, dari 15 nama itu merupakan atlet yang selama ini juga bergabung di Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Proyeksi PON Riau.

Mereka diantaranya ada Dicky Limanto, Suharyono Yakob, Erlina Yakob juga Eni Susilowati dan Omar Suryatmadja yang sekarang ini sedang berlatih di Singapura.

Kusaini optimis dengan persiapan matang yang dilakukan selama di Puslatda, cabang olahraga renang Jawa Timur bisa mendapatkan medali emas sesuai target, minimal tujuh medali emas.

Selain Eni Susilowati, Jawa Timur juga masih mempunyai beberapa atlet andalan lain. Termasuk Fibriani Ratnamarita juga Nurul Fajar bintang baru untuk Jatim.

Pada PON mendatang, cabang olahraga renang, Jawa Timur masih akan mendapatkan batu sandungan terberat dari Jawa Barat. (suarasurabaya.net|)


JAKARTA, - Pengprov PRSI DKI Jakarta mempertanyakan kesiapan tuan rumah PON XVIII di Riau berkaitan dengan sarana dan prasarana pertandingan cabor renang.

Ketua Umum Pengprov PRSI DKI Jakarta, Lukman Niode menyebut dalam menyelenggarakan event renang di Pekan Olah Raga Nasional (PON) XVIII, September mendatang, panitia pelaksana seharusnya mengedepankan prasarana yang menunjang penampilan atlet.

"Pekan Olah raga nasional biasanya merupakan performa puncak dari para atlet semua daerah. Mereka telah mempersiapkan diri selama berbulan bahkan bertahun sebelumnya," kata Lukman di sela-sela pelaksanaan Kejuaraan renang daerah Provinsi DKI di Senayan, Kamis (29/3).

Dalam pertandingan renang PON XVIII di Riau, 9-20 September mendatang ini sejumlah nama besar di renang akan ikut serta seperti peraih emas SEA Games XXVI, I Gde Siman Sudartawa, Triadi Fauzi, Glenn Victor, Indra Gunawan, M, Akbar Nasution mau pun perenang puteri seperti Yessy V. Yosaputera dan lainnya.

"Mereka pasti berharap akan mencapai puncak prestasi di PON nanti. Apalagi janji pemerintah provinsi soal bonus baik untuk medali mau pun pemecahan rekor memang sangat besar," kata mantan perenang nasional yang biasa dipanggil Luki ini.

Namun menuut Luki, keinginan besar ini bisa jadi teradang dengan minimnya sarana venues renang di Riau pada PON mendatang. "Yang saya tahu kolam renangnya memang kedalamannya masih kurang. Namun  yang lebih parah adalah terbatasnya kolam pendinginan buat atlet," kata Luki.

"Kolam pendinginan (cool-down) buat atlet idealnya memiliki kedalaman standar yang cukup untuk perenang-perenang yang bertubuh cukup tinggi. Ini yang saya dengar lintasannya terbatas dan kedalamannya pun tak sampai semeter. Ini sangat menyulitkan perenang bertubuh tinggi seperti perenang kita, Guntur Pratama," kata Luki lagi.

Luki berharap pihak Pengurus Besar PRSI mau bertemu dan berbicara dengan pihak PB PON XVIII untuk mencari jalan keluar masalah ini. "Tentu tidak perlu pindah, namun  dengan waktu yang masih tersisa hampir enam bulan, tentunya bisa dilakukan perbaikan prasarana di sana agar venues tersebut paling tidak laik secara nasional," kata Luki lagi.,

PRSI DKI sendiri menargetkan akan mendulang 6 hingga 7 emas dari cabang renang. "Kami mengincar nomor-nomor distance  dan estafet," kata Luki lagi.

DKI mendapatkan kuota 16 perenang buat PON kali ini yang hanya akan diikuti 120 perenang. Meski begitu 16 nama perenang ini masih akan terus berubah sesuai dengan event-event seleksi yang akan mereka ikuti yaitu Singapura Terbuka (awal Maret), kejuaraan provinsi (29-31 Maret), invitasi renang nasional (Mei) serta Singapura Terbuka lagi pada Juni 2012. (Kompas.com) 

Kamis, 29 Maret 2012

Indonesia ikuti tiga kualifikasi Olimpiade


Semarang  - Tim renang Indonesia berpeluang untuk mengikuti ajang Olimpiade 2012 dengan mengikuti tiga kejuaran yang merupakan kualifikasi menuju Olimpiade London 2012.

Manajer Renang Indonesia, Hartadi Nurjojo, di Semarang, Rabu, mengatakan, tiga kejuaraan tersebut adalah kejuaraan renang di Malaysia (Mei 2012) dan dua kejuaraan renang di Eropa masing-masing di Portugal dan Italia.

Usai mengikuti tiga kejuaraan tersebut, kata dia, perenang yang lolos ke Olimpiade London 2012 langsung menjalani pelatihan di Hongaria selama sebulan sebelum mereka tampil pada pesta olahraga multi kejuaraan dunia empat tahunan itu.

"Setelah tiga kejuaraan renang itu kita sudah bisa mengetahui perenang yang lolos dan turun pada Olimpiade di Inggris mendatang sehingga yang latihan di Hongaria hanya diikuti perenang yang lolos saja," katanya.

Sekarang ini, Indonesia baru meloloskan empat perenang ke Olimpiade 2012 yaitu Glenn Victor (100 meter gaya kupu) dan Triadi Fauzi (200 meter gaya kupu) melalui kejuaraan renang Singapura Terbuka 2011.

Kemudian I Gede Siman Sudartawa (100 dan 200 meter gaya punggung), serta Indra Gunawan (100 meter gaya dada) melalui SEA Games XXVI/2011.

Sekarang ini pelatnas Olimpiade diisi tujuh perenang, selain empat perenang yang sudah lolos masih ada Enny Susilowati, Yessy Yosaputra, dan M Idham Dasuki.

"Kami berharap tiga perenang ini bisa menambah jumlah perenang Indonesia yang tampil pada Olimpiade mendatang melalui tiga kejuaraan tersebut," katanya.

Perenang pelatnas sudah melakukan sekali pertandingan uji coba yaitu kejuaraan renang di Singapura, pertengahan Maret 2012, dan hanya Indra Gunawan yang absen karena yang bersangkutan menjalani latihan di Hongaria.

Ia mengatakan, tim renang Indonesia tidak berani memasang target meraih medali pada Olimpiade mendatang karena pesaingnya sangat ketat, mengingat perenang dunia bakal turun di sana.

"Kita bisa meloloskan perenang ke Olimpiade saja sudah merupakan hasil yang bagus karena kalau untuk meraih medali sangat sulit," kata Hartadi Nurjojo yang juga Ketua Harian Pengprov PRSI Jawa Tengah tersebut.

Menurut dia, pada Olimpiade 2008 Beijing, Indonesia hanya meloloskan satu perenangnya yaitu Doni B Utomo untuk nomor 200 meter gaya kupu. "Saat itu saja Doni berada di atas peringkat 32 besar," katanya. (ANTARA News)