Jumat, 30 Maret 2012


JAKARTA, - Pengprov PRSI DKI Jakarta mempertanyakan kesiapan tuan rumah PON XVIII di Riau berkaitan dengan sarana dan prasarana pertandingan cabor renang.

Ketua Umum Pengprov PRSI DKI Jakarta, Lukman Niode menyebut dalam menyelenggarakan event renang di Pekan Olah Raga Nasional (PON) XVIII, September mendatang, panitia pelaksana seharusnya mengedepankan prasarana yang menunjang penampilan atlet.

"Pekan Olah raga nasional biasanya merupakan performa puncak dari para atlet semua daerah. Mereka telah mempersiapkan diri selama berbulan bahkan bertahun sebelumnya," kata Lukman di sela-sela pelaksanaan Kejuaraan renang daerah Provinsi DKI di Senayan, Kamis (29/3).

Dalam pertandingan renang PON XVIII di Riau, 9-20 September mendatang ini sejumlah nama besar di renang akan ikut serta seperti peraih emas SEA Games XXVI, I Gde Siman Sudartawa, Triadi Fauzi, Glenn Victor, Indra Gunawan, M, Akbar Nasution mau pun perenang puteri seperti Yessy V. Yosaputera dan lainnya.

"Mereka pasti berharap akan mencapai puncak prestasi di PON nanti. Apalagi janji pemerintah provinsi soal bonus baik untuk medali mau pun pemecahan rekor memang sangat besar," kata mantan perenang nasional yang biasa dipanggil Luki ini.

Namun menuut Luki, keinginan besar ini bisa jadi teradang dengan minimnya sarana venues renang di Riau pada PON mendatang. "Yang saya tahu kolam renangnya memang kedalamannya masih kurang. Namun  yang lebih parah adalah terbatasnya kolam pendinginan buat atlet," kata Luki.

"Kolam pendinginan (cool-down) buat atlet idealnya memiliki kedalaman standar yang cukup untuk perenang-perenang yang bertubuh cukup tinggi. Ini yang saya dengar lintasannya terbatas dan kedalamannya pun tak sampai semeter. Ini sangat menyulitkan perenang bertubuh tinggi seperti perenang kita, Guntur Pratama," kata Luki lagi.

Luki berharap pihak Pengurus Besar PRSI mau bertemu dan berbicara dengan pihak PB PON XVIII untuk mencari jalan keluar masalah ini. "Tentu tidak perlu pindah, namun  dengan waktu yang masih tersisa hampir enam bulan, tentunya bisa dilakukan perbaikan prasarana di sana agar venues tersebut paling tidak laik secara nasional," kata Luki lagi.,

PRSI DKI sendiri menargetkan akan mendulang 6 hingga 7 emas dari cabang renang. "Kami mengincar nomor-nomor distance  dan estafet," kata Luki lagi.

DKI mendapatkan kuota 16 perenang buat PON kali ini yang hanya akan diikuti 120 perenang. Meski begitu 16 nama perenang ini masih akan terus berubah sesuai dengan event-event seleksi yang akan mereka ikuti yaitu Singapura Terbuka (awal Maret), kejuaraan provinsi (29-31 Maret), invitasi renang nasional (Mei) serta Singapura Terbuka lagi pada Juni 2012. (Kompas.com) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar