Rabu, 28 Maret 2012

Australia ke London dengan Muka Baru

Regu renang Australia bakal berjuang mempertahankan reputasi mereka di Olimpiade London 2012 dengan mengandalkan banyak muka baru. Separuh dari 44 perenang tim Australia adalah mereka yang akan menjadi debutan olimpiade di London, Agustus- September mendatang.
Skuad ”Negeri Kanguru” itu diumumkan di Adelaide, Kamis (22/3), seusai penutupan ajang uji coba yang menjadi seleksi akhir pembentukan tim. Komite Olimpiade Australia pun menetapkan tim terdiri atas 21 putra dan 23 putri. Sebanyak 13 di antara mereka adalah remaja.
Dengan komposisi seperti itu, Australia mencoba untuk kembali bangkit. Pasalnya, pada Kejuaraan Dunia di Shanghai, China, akhir tahun silam, negeri yang dijuluki down under karena letak geografisnya yang ada di belahan bumi selatan itu hanya berada di urutan ketujuh.
Padahal, Australia selalu menjadi runner-up di belakang Amerika Serikat dalam tiga olimpiade terakhir. Di Beijing 2008, Australia meraup enam medali emas, tujuh keping di Athena 2004, dan lima di Sydney 2000.
”Jarak kami dengan dengan negara peringkat ketiga dan di bawahnya kian rapat,” kata Pelatih Kepala Australia Leigh Nugent. Dua negara yang dia maksud adalah China dan Perancis yang perenangnya menunjukkan prestasi pesat belakangan ini.
Salah satu andalan Australia di London nanti adalah juara dunia nomor 100 meter gaya bebas, James Magnussen. Dalam ajang uji coba, Magnussen yang baru berusia 20 tahun menjadi perenang tercepat di nomor spesialisnya lewat ukiran waktu 47,10 detik.
Catatan waktu tersebut sedikit di bawah rekor olimpiade, 47,05 detik, yang dibukukan perenang Australia lainnya, Eamon Sullivan. Sullivan mengukirnya di Beijing 2008.
Torehan detik Magnussen itu juga tak buruk jika dibandingkan rekor dunia, 46,91 detik. Rekor itu dibuat perenang Brasil, Cielo Filho, dalam kejuaraan dunia di Roma 2009.
Tak mengherankan, Nugent berharap besar pada Magnussen yang dijuluki ”rudal” untuk mengamankan emas 100 meter gaya bebas. Magnussen juga diharapkan menjadi motor untuk mencaplok emas nomor 4 x 100 meter gaya bebas putra.
”Dia dapat diandalkan. Setiap kali dia berlomba, dia menyuguhkan apa yang benar-benar ingin kita lihat,” kata Nugent.
Adapun beberapa veteran yang kembali memperkuat Australia adalah Stephanie Rice dan Leisel Jones. Rice yang menjalani operasi bahu Desember lalu akan hadir di London sebagai juara bertahan nomor 200 dan 400 meter gaya ganti perorangan.
Sementara Jones (26) menjadi perenang Australia yang dalam uji coba lolos dalam empat nomor olimpiade. Di London, dia akan mencoba mempertahankan gelar nomor 100 meter gaya dada.
Setelah rentang 40 tahun, Australia kembali diperkuat oleh dua perenang putri kakak beradik. Mereka adalah Cate (19) dan Bronte Campbell (17). Pada Muenchen 1972, dua bersaudara yang membela Australia adalah Karen dan Narelle Moras.
Namun, legenda renang Ian Thorpe gagal ke London. Peraih lima emas olimpiade yang mulai kembali ke arena sejak tahun lalu itu gagal finis di antara enam besar dalam nomor 100 dan 200 meter gaya bebas yang diuji coba. (kompas/AP/REUTERS/YNS)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar