Rabu, 08 Mei 2013

Atlet Renang Jabar Berlatih di Kolam Indoor


BANDUNG, AKUATIK INDONESIA - Atlet renang Pelatda PON XIX/2016 Jawa Barat segera mengunakan kolam renang baru di kompleks Padjadjaran Sport Center Jalan Padjadjaran Kota Bandung.
   
"Pengerjaan kolam renang itu sudah menyelesaikan bagian kolamnya,tinggal dinding dan pengerjaan ’finishing.’ Diperkirakan Juni sudah bisa digunakan untuk berlatih," kata Sekum Pengda PRSI Jawa Barat Ferdia Yosef di Bandung, Jumat.
   
Kolam renang yang dibangun itu terletak di salah satu sudut di kawasan Padjadjaran Sport Center, tepatnya berdekatan dengan Wisma Atlet dan GOR Sasakawa.   Lahan yang sebelumnya kosong, berumput dan hanya digunakan untuk melakukan pemanasan oleh atlet, kini telah berubah menjadi sebuah kolam renang indoor.

Kolam renang tersebut, merupakan "kado" dari prestasi gemilang atlet-atlet cabang renang yang berhasil meraih 22 medali emas dari 30 medali emas yang diperebutkan di ajang PON XVIII/2012 di Riau.    "Selain untuk latihan atlet, diharapkan juga bisa digunakan untuk menggelar kejuaraan karena kolam renangnya berstandar seusai untuk bertanding," kata Ferdia Yosef.
    
Kolam renang indoor tersebut, merupakan kolam renang pertama yang dimiliki oleh KONI Jabar. Sebelumnya PRSI Jabar tidak punya kolam renang untuk berlatih sehingga harus dilakukan dengan cara berlatih di fasilitas milik pihak lain.
   
"Bagi atlet nasional memang tidak ada masalah dengan keterbatasan kolam renang selama ini, namun bagi atlet junior cukup bermasalah karena harus menggunakan fasilitas di tempat lain. Dengan adanya kolam baru ini diharapkan latihan bisa lebih maksimal," katanya.
    
Menurut Ferdia Yosef, kolam renang itu hanya diperuntukan bagi latihan atlet dan tidak akan dibuka kepada umum. Lokasinya di kawasan Jalan Padjadjaran dan fasilitas parkir yang memadai menjadikan kolam renang itu sangat strategis dan tidak sulit dijangkau oleh atlet.
    
"Yang perlu dipikirkan ke depan mungkin untuk mengukur suhu airnya, pasalnya kolam renang indoor biasanya sangat dingin karena tidak terkena matahari, sehingga perlu dicari jalan keluar untuk pengaturan temperatur air agar tidak terlalu dingin," kata Yosef.
  
Pasalnya, kata Yosef latihan atlet biasanya dilakukan pada pagi hari sehingga dipastikan kondisi airnya akan sangat dingin. Berbeda dengan kolam renang di ruang terbuka.  "Saya kira itu bisa diatasi, yang jelas perenang Jabar tidak perlu kesulitan lagi untuk berlatih," kata Ferdia Yosef. (Kompas.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar