Kamis, 15 Agustus 2013

Mengintip Lawan di Asian Youth Games

JAKARTA, RENANG - Para atlet renang Indonesia yang mengikuti ajang Asian Youth Games II di Nanjing, China  diminta mengintip  kekuatan lawan yang diperkirakan menjadi lawan abadi di masa depan.

Ketua Umum PB Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sandiaga Uno melepas  tim akuatik Indonesia yang akan berlomba di ajang Asian Youth Games 2013, Rabu (14/8). Tim akuatik Indonesia terdiri dari atlet renang serta atlet loncat indah.

Menurut Sandiaga Uno, masa depan olah raga akuatik Indonesia berada bahkan juga merupakan masa depan para atlet-atlet muda. "Ketika kamu memikirkan masa depan renang Indonesia, berarti kamu memikirkan masa depan kamu sendiri juga," kata Sandiaga lagi. "Ït is about you, young people."

Sandiaga meminta para atlet berjuang untuk mencapai waktu yang terbaik sesuai dengan latihan yang sudah mereka jalani. Soal menang atau kalah bukanlah menjadi yang utama, karena mungkin saja lawan memang jauh lebih baik. Baginya, proses kalah atau menang akan menjadi  pengalaman yang angat berharga buat si atlet. "Ït is not about the game. It is about the journey,"ungkap Sandiaga.

Meski tanpa target, menurut Sandiaga pihak pengurus berharap para atlet memiliki  niat dan tujuan pribadi yang berkaitan dengan perbaikan diri. "Ketika berangkat ke suatu kejuaraan, kita harus memiliki satu tujuan di ajang tersebut. Apakah itu perbaikan prestasi, pengayaan pengalaman atau mungkin hanya ingin sekadar membanggakan orang tua. Yang pasti tidak sekadar ingin jalan-jalan...""

Tim renang Indonesia ke ajang AYG terdiri dari  8 atlet putera dan 8 atlet puteri. Mereka diperkuat beberapa atlet pelatnas SEA Games seperti Ricky Anggawijaya dan Satrio Bagaskara di bagian putera serta Monaliza Arieswaty, Nurul Fajriaty, Kavita dan yang lainnya di bagain puteri.

Pelatih nasional Albert C. Sutanto yang akan mendampingi para atlet, menyebut target utama para atlet saat ini memang perbaikan waktu.  "Bila dilihat dari hasil empat tahun lalu serta kualitas lawan-lawan kita di Nanjing, kita harus realistis untuk lebih mengejar target perbaikan waktu," kata Albert.  "Di kawasan ASEAN saja, Vietnam dan Thailand sudah menjadi kekuatan sendiri di luar Singapura yang memang kuat di setiap nomor.

Sementara wakil ketua umum, Bambang Udaya meminta para atlet untuk mengamati lawan-lawan mereka di ajang AYG kali ini. "Perhatikan lawan-lawan yang ada, terutama dari kawasan ASEAN. Karena mereka itulah yang akan menjadi lawan-lawan kalian di masa hingga sepuluh tahun mendatang," kata Bambang.

Setelah mengikuti ajang AYG di Nanjing, China pada 16-24 Agustus ini, sebagian atlet renang akan langsung mengikuti lomba Hongkong Open pada 23-25 AGustus ini. (Kompas.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar