Selasa, 08 November 2011

Singapura Ingin Dominasi Renang

Tim renang Singapura ke SEA Games XXVI mendapat suntikan moral dari legenda renang Australia, Ian Thorpe.
Peraih medali emas Olimpiade 2004 ini meminta 17 atlet renang Singapura bertanding dengan sebaiknya di SEA Games XXVI yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang, 11-22 November 2011.
"Selamat berlomba. Ingat-lah bahwa kalian berlomba bukan hanya untuk diri sendiri tetapi buat seluruh negara. Buatlah mereka bangga," kata Thorpe.
Thorpe tengah berada di Singapura untuk mengikuti seri Piala Dunia.  Ia lolos ke final 200 meter gaya ganti, namun gagal di nomor 100 meter gaya bebas.
Dua tahun lalu di SEA Games Laos, Singapura menjadi juara umum dengan 14 medali emas, delapan perak dan 10 perunggu. Mereka mengatasi Malaysia dengan 8-5-6 dan Filipina dengan 4-6-1.
Tim renang Singapura kini diperkuat Tao Li yang meraih medali perak 50 meter gaya kupu-kupu di seri kejuaraan dunia, Sabtu malam. Terdapat juga Rainer Ng, peraih medali perak 100 meter gaya punggung Olimpiade Remaja 2010, juara SEA Games 2009 Amanda Lim serta perenang muda Joseph Schooling yang menempati peringkat lima kejuaraan dunia yunior di Peru, Agustus lalu

kompas.com

Pembukaan SEAG akan tampilkan kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Upacara Pembukaan SEA Games XXVI di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Jumat (11/11) akan menampilkan sajian tarian menceritakan Kejayaan Kerajaan Sriwijaya sebagai penguasa maritim di kawasan Asia Tenggara, kata koreografer tari, Alex Hassim. 
"Akan ada beragam tarian pada acara pembukaan, salah satunya adalah menceritakan kejayaan kerajaan Sriwijaya dengan mengambil tema Kingdom of Sriwijaya," kata Alex di Palembang, Senin.
Menurut dia, tarian itu menceritakan kebesaran Kerajaan Sriwijaya sebagai penguasa daerah maritim di kawasan Asia Tenggara pada masa silam. 
"Nanti tariaannya akan menggambarkan asal muasal berdirinya Kota Palembang, dari masa kerajaan hingga tercipta bangunan-bangunan seperti sekarang ini," kata dia.
Dia melanjutkan, untuk itu pihaknya membuat miniatur kapal layar dengan dilengkapi tiga layar raksasa akan ditarik masuk ke lapangan dalam tarian dengan durasi 10-12 menit itu. 
"Kapal layar utama beserta 11 kapal kecil lainnya, telah berada di Stadion Jakabaring sejak beberapa hari lalu. Dan kini sedang disempurnakan ornamen dan hiasan pendukungnya," kata dia.
Dia menambahkan, tarian yang ditampilkan tidak dapat secara lengkap menceritakan sejarah Kerajaan Sriwijaya, karena terdapat empat tarian lainnya yang juga akan ditampilkan. 
"Itulah digunakan kapal sebagai menunjang tampilan, karena dengan adanya kapal maka suasana kejayaan Kerajaan Sriwijaya akan tergambar. Apalagi, kapal yang ditampilkan berukuran besar, dan merupakan kapal layar," ujar dia. 
Dia mengungkapkan, kapal Sriwijaya itu akan masuk ke lapangan dan langsung disambut oleh ratusan penari yang dibayangkan sebagai rakyatnya. 
"Banyak penari akan dilibatkan, nanti ada yang berperan sebagai pengawal kerajaan. Selain itu akan dibuat juga miniatur Sungai Musi yang membelah Kota Palembang," ujar dia. 
Dia menambahkan, peserta tarian itu berjumlah 400 orang yang sebagian besar berasal dari pelajar dan mahasiswa Kota Palembang. 
"Selain pelajar ada pula anggota TNI dari Yon Zikon 12 Palembang sekitar 200 orang akan berperan untuk melakukan gerakan sulit, seperti mengangkat properti tarian yang berat," ujar dia.
Menurut dia, selain merekrut penari dari Sumsel, pihaknya juga mendatangkan 40 orang penari dari Jakarta. 
"Latihan telah dilakukan sejak 6 Oktober lalu. Memang waktunya sangat mepet untuk persiapan sebuah pagelaran skala internasional, namun tidak usah saling menyalahkan, yang terpenting dapat menyuguhkan totonan menarik pada pembukaan SEA Games nanti," ujar dia. . 
Penanggung jawab acara pembukaan dan penutupan SEA Games, Helmi Yahya mengatakan, tarian dibawakan ribuan penari itu akan dilakukan di lapangan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang telah ditutupi kanvas. . 
"Konsep acara menggunakan elekrik kanvas, yang merupakan pertama kali di Indonesia. Pertunjukkan seperti itu telah digunakan di seluruh dunia untuk event-event berskala internasional seperti pembukaan Olimpiade dan Asia Games," ujar Helmi. 
Menurut dia, eletrik kanvas itu dipinjam dari Australia, sementara untuk perakitan kembang api dengan mendatangkan tenaga ahli dari Amerika Serikat. 
"Pembukaan nanti kurang lebih akan menyamai Asian Games di Beijing tahun 2010, karena memang berkiblat ke sana. Acara akan dibuat spektakuler dan megah," kata dia.

antara

Stadion akuatik paling banyak dikunjungi publik

Stadion Akuatik di Komplek Olahraga Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, paling banyak dikunjungi masyarakat dibandingkan arena olahraga lain.
Ketua Komite Pembangunan SEA Games (SEAG) XXVI Rizal Abdullah mengatakan, desain yang megah dan sangat berbeda  mengundang masyarakat untuk mengunjungi stadion akuatik di Jakabaring Sport City itu.
"Mungkin karena bentuknya yang lain daripada yang lain, sehingga membuat penasaran masyarakat," ujar Rizal.
Rizal sendiri mengaku tertarik pada bangunan Stadion Akuatik itu karena menyerupai kepompong.
"Dari kejauhan saja sudah indah terlihat, apalagi dari dalam akan bertambah kekaguman. Rasanya tidak percaya, Palembang memiliki stadion semegah itu," kata Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel ini.
Dia menilai pembangunan stadion akuatik adalah paling riskan karena proyeknya besar dan waktu penyelesaian pembangunannya sangat mepet. 
"Tapi, akhirnya bisa selesai, sehingga saya merasa lega sekali, apalagi kini sudah bisa dikunjungi masyarakat seperti layaknya suatu kegiatan wisata," ujar dia.
Kemudian, peringkat kedua yang sering dikunjungi masyarakat adalah Wisma atlet Jakabaring, disusul pelataran Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, arena ski air, dan taman di depan Danau Jakabaring yang menjadi bagian muka arena menembak dan voli pantai.
Guna menjaga aset Pemprov Sumsel itu dan hal-hal tidak diinginkan, pemerintah setempat menetapkan jam malam kunjungan pada Komplek Olahraga Jakabaring.
"Beberapa arena pertandingan telah siap pakai, dan harus dijaga jangan sampai rusak oleh tangan-tangan jahil," katanya.


antara

Jumat, 04 November 2011

SWIMMING WORLD CUP: Thorpe: "I am more nervous than I usually am"

Australian swimming icon Ian Thorpe revealed a little about his expectations at a press conference held today in Singapore in sight of the fifth leg of the FINA/Arena Swimming World Cup taking place from November 4-5. This will be the first competition for Thorpe since 2006. Here are some extracts:
"It's not going to be extraordinary and it's not going to be horrible. That's quite a vast range, so I expect to hit something in the middle there. I have to remind myself that I am a guy who hasn't swum for five years. I forget that sometimes and I think other people do as well. This is an important step for what I am trying to do next year. This is a starting point."
"I feel like this has taken forever to come, but also the time has flown, the time to prepare for a competition again. So it's mixed emotions the whole time. I don't think I would have been able to prepare any differently for this today. I think I was always going to feel this way and I realise for me, it's the last part of getting on with training and being a swimmer again."
"I think if we want to talk about rivalry, my biggest rival is time. I'm not the kind of person who races off other people. In competition, I'm not the person who gets pumped up to try to beat someone else. It doesn't motivate me. It's always going to be an issue around time."
"For me, getting up and racing against some people who swim better than I do, it's a good test and it will help me in training. It will help me to refamiliarise myself with racing and realise where my limitations are at the moment."
"In not doing freestyle, there's a lot of work I need to do on my freestyle, it's not race-ready yet, it's close and I think I'm swimming pretty well in freestyle. But I'm comfortable that I'm not doing it. I know what's happening at training and we will be able to do some freestyle pretty soon and it's something that I will be able to look forward to as well."
"I think I'd get just as much out of the fly or the IM as I would out of any freestyle at the moment. I know what I have been doing in training, so does my coach, and we're content with where I'm at at this moment."
"I am more nervous than I usually am, but I am excited as well. I was equally as excited as I was nervous but, as it's drawn a bit closer, I'm getting more nervous. I feel like once I have a few swims, that will dissipate and I will be able to get on with racing."
"I came to terms with failure when I started this. I looked at it and thought, you know what, chances are you are probably going to fail at this. I was comfortable with that fact and if you can become comfortable with that, you can actually accomplish anything and you kind of set yourself free to just get on with it, because that becomes a barrier for yourself and it still is the most likely outcome. And frankly, I don't care. I like what I'm doing, I like the training that I am doing, I love that I have this opportunity again, I am very grateful for that. In this entire process of training and now racing, it's been fantastic."
"I did the right thing in 2006, it was the right thing for me then, and it was the right thing for now. If I didn't have time away from the sport, I wouldn't have swum well and secondly, I think I would have been really bitter at this sport which I don't want to feel that way. The way I felt about swimming from then to now is a stark contrast. I needed that decision to help me do that now." (fina)

Ian Thorpe Mampu Lolos ke Final

Perenang legendaris Australia, Ian Thorpe masih mampu lolos ke final 100 meter gaya ganti Piala Dunia renang di Singapura, Jumat (4/11).
Thorpe menampati posisi dua di heatnya dengan catatan waktu 56.74 detik. Ia berada di belakang Omar Pizon dari Kolombia dan menempati perenang terbaik keenam yang lolos ke final.
"Saya senang untuk berenang lagi. Saya agak sedikit gugup. Saya tidak bisa mengingat lomba ini sehingga tidak tahu apakah saya tampil baik atau tidak," kata Thorpe.
"Saya menempati nomor dua di heat. Namun saya mendapat kesempatan untuk tampil di final malam ini. Saya perlu memperbaiki beberapa hal. Ini lomba pertama saya," kata Thorpe yang mundur pada 2006 lalu. Ia memutuskan kembali berlatih pada Februari 2011.
Perenang Australia, Markus Rogan mencatat waktu tercepat dengan catatan waktu 55.25 detik sementara Pinzon berada di posisi ketiga dengan 55.81 detik.
Thorpe tampak gugup saat menandapat sambutan dari para penonton saat berjalan menuju start-block.  "Sepuluh menit sebelum lomba saya merasa tidak keruan. Namun semuanya membaik saat saya berjalan  namun tetap saja saya merasa gugup," kata Thorpe yang telah berusia 29 tahun. (kompas)

Rabu, 02 November 2011

SEA Games 2011: Elsa Yakin, Renang Koleksi Banyak Medali

Banyaknya medali emas yang diperebutkan dari cabang renang pada SEA Games XXVI 2011, membuat mantan perenang putri andalan Indonesia, Elsa Manora Nasution optimistis, renang bisa menyumbangkan banyak emas dalam event dua tahun itu.
Dalam SEA Games kali ini, cabang Renang menyediakan 38  emas untuk diperebutkan. Elsa yang turut hadir dalam reuni akbar mantan atlet yang berlangsung di halaman kantor Kementrian Negera Pemuda dan Olahraga, secara terbuka juga menyampaikan dukungannya kepada semua atlet yang akan bertanding di ajang SEA Games nanti.
Secara khusus, Elsa juga menyoroti cabang renang menurutnya berpotensi mendulang banyak medali dibanding dua tahun silam, di Laos. “Saya yakin, kita bisa meraih banyak medali dibanding dua tahu lalu. Mereka (atlet) renang lebih siap,” kata Elsa.
Bukan tanpa dasar Elsa menarik kesimpulan tersebut, munculnya perenang muda yang mulai menunjukkan bakat dan talentanya membuatnya yakin, renang menjadi lumbung medali Indonesia. “Sejauh yang saya tahu, mereka telah menyiapkan diri dengan baik dan terkonsentrasi dan generasi baru terus bermunculan. Kalau bisa kita bisa meraih banyak medali baik di nomor putra maupun putri,” tuturnya.

Kendati demikian, wanita berparas cantik itu menegaskan, tuan rumah patut mewaspadai sepak terjang penantang terkuat seperti Malaysia, Singapura, Thailand. Bahkan, mereka perlu berhati-hati dengan Vietnam yang berpotensi menyabet medali di nomor-nomor pendek.
 “Dari dulu yang terberat Malaysia, Singapura, Thailand, dan jangan dilewatkan juga negara berkembang seperti Vietnam yang bisa juara di nomor-nomor pendek. Di awal-awal memang ada atlet yang tidak kelihatan tapi sekarang mereka mulai menanjak dan berprestasi,” tuntas Ratu renang Asia Tenggara ini.

SEA GAMES: Ajaib Jika Indonesia Juara Umum

Jelang pelaksanaan SEA Games yang tinggal sepuluh hari lagi masih menyisakan sejumlah persoalan-persoalan. Hal ini tentunya akan berdampak pada suksesnya pencapai prestasi dan penyelenggaraan.
Mulai dari belum siapnya venue, latih tanding keluar negeri yang baru dilakukan dua bulan lalu, serta pengalokasian anggaran SEA Games yang dilakukan 2010 membuat pelaksanaan SEA carut marut. Tak hanya itu, sampai pada perbaikan drainase yang dilakukan Pemda DKI tentu akan mengganggu mobilitas pelaksaan di Jakarta
“Ini semua akan mempengarui suksesnya pelaksanaan SEA Games termasuk sukses merebut juara umum.” ujar Anggota Komisi X DPR RI Hetifah, di Balikpapan ditemui sebelum ke Nunukan untuk reses , Selasa malam (1/11).
 “Mereka tidak bisa menikmati arena itu sebagai tuan rumah untuk menjajal tempat. Harusnya ini dipersiapkan jauh hari sehingga atlet dapat menikmati sarana ini jauh-jauh hari, selain itu kredibilitas Indonesia juga bisa juga jatuh gara-gara venue yang belum siap,” nilai politisi perempuan dari Partai Golkar ini.
Apalagi kata Hetifah dari informasi yang peroleh soal latih tanding di luar negeri, semua tidak berjalan sesuai rencana, karena baru dua bulan lalu itu dilakukan. “Ini juga jadi problem atlet dalam mengasah kemampuan dan mental tanding,” tandasnya.
Meski masih carut marut, politisi perempuan dari Dapil Kaltim ini optimis semua dapat berjalan sesuai harapan semua orang. Dalam hal ini termasuk juga harapan dari presiden SBY soal tri sukses yakni Sukses penyelenggaraan, Sukses prestasi, dan Sukses Pemberdayaan ekonomi masyarakat.
 “Harus optimis venue tuntas sehingga tuan rumah bisa lebih dulu coba arena. Memang kedepan harus dilakukan pembenahan manajemen olahraga yang kacau yang kita takutkan kita kehilangan kesempatan itu menjadi juara umum. Kalaupun nanti menang, mungkin itu mukjizat. Kalaupun kalah kita harus reflesai tentang policy dunia keolahrgaan kita termasuk penganggarannya,” pungkasnya. (seb)

Sumber:okeaone