Jumat, 01 Februari 2013

KOI: Atlet SEA Games Harus Siap di Myanmar


JAKARTA – AKUATIK INDONESIA - : Kondisi Myammar sebagai penyelenggara pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara (SEA Games) XXVII 2013 benar-benar sangat memprihatinkan. Signal telepon sulit, sehingga akan sulit untuk melakukan komunikasi selama SEA Games berlangsung.
Selain itu, di Myanmar juga tidak berlaku kartu kredit dan tidak ada anjungan tunai mandiri (ATM) untuk mengambil uang dalam bentuk dolar. Transaksi tidak bisa dilakukan lewat bank, sehingga seluruh atlet yang terlibat pada SEA Games nanti harus menggunakan uang tunai.
Peringatakan ini disampaikan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo yang baru saja kembali ke Tanah Air usai mengikuti SEA Games Federation Council Meeting di Nay Pyi Taw, Myanmar 27-29 Januari 2013. "Saya selama di Myanmar terpaksa pinjam uang Ade Lukman karena tidak banyak bawa uang tunai dalam bentuk dolar. Mau ke ATM juga tidak ada. Jadi serba cash," kata Rita Subowo dalam jumpa pers yang berlangsung di Plasa FX Senayan, Jakarta, Kamis (31/1).
Melihat kondisi tersebut, Rita mengingatkan kepada pelatih maupun manajer agar hati-hati betul mempersiapkan diri untuk selama berada di negara tersebut. Siapkan segala sesuatunya sesuai kebutuhan, karena tidak ada yang dapat dilakukan ketika tidak memegang uang tunai negera setempat selama SEA games nanti.
Menurut Rita, lebih baik memegang uang cash daripada kesulitan mencari tempat penukaran uang. Karena Myanmar tidak seperti negara lain yang sudah maju dari segi fasilitas. Bayangkan saja, untuk menelepon saja kita tidak mendapatkan signal. Bagaimana mau berkomunikasi dengan para kerabat atau para pengurus cabang olahraga untuk mengetahui hasil pertandingan.
Menjawab pertanyaan Suara Karya, apakah sebelum penunjukan tuan rumah SEA Games terlebih dahulu dilakukan survey untuk melihat kesiapan Myanmar sebagai tuan rumah, menurut Rita tidak. Ia mengaku inilah kesalahan awal dalam masalah persiapan sarana dan prasarana. Apalagi ini mengakibatkan senam yang menjadi salah satu ibu dari seluruh olahraga selain atletik dan renang tidak dipertandingkan.
"Seyogyanya senam sebagai salah satu cabor yang selalu dipertandingkan di SEA Games, Asian Games, maupun Olimpiade, wajib dipertandingkan. Karena itu masuk dalam kategori I. Barangkali ini menjadi pelajaran penting bagi kita untuk lebih hati-hati ke depan," kata Rita lagi. (Suara Karya)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar