Jumat, 20 Juli 2012

Sejarah Olimpiade: Kisah Atlet Wanita di Olimpiade


Siapa bilang wanita tidak bisa berprestasi di level Olimpiade? Sudah banyak contoh atlet wanita, seperti Susi Susanti, yang mampu mengharumkan nama bangsa lewat dunia olah raga. Berikut adalah sejarah kaum hawa di Olimpiade, mulai dari larangan bertanding, wanita muslim, wanita Asia, hingga tinju wanita.
"Bagian tiga: Masa Perubahan"
Tak banyak yang tahu wanita sempat dilarang berpartisipasi di nomor lari jarak jauh Olimpiade. Penyebab larangan tersebut adalah tumbangnya beberapa atlet wanita ketika sedang memperebutkan medali emas nomor lari 800 meter, pada Olimpiade 1928.
Butuh waktu selama 32 tahun bagi Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk kembali mengizinkan atlet wanita bertanding di nomor lari jarak jauh, tepatnya di Olimpiade 1960, dengan Lyudmyla Shevtsova dari Uni Soviet yang keluar sebagai juara. Setelah itu muncul beberapa nama besar pelari jarak jauh wanita, seperti Tatyana Kazankina, juga dari Uni Soviet, yang menguasai nomor lari 800 dan 1500 meter di pertengahan tahun 70-an.

Wanita Muslim di Olimpiade
Siapa yang pernah mendengar nama Nawal El Moutawakel? Bagi yang belum tahu, ia adalah atlet Maroko sekaligus wanita muslim pertama yang meraih medali emas di Olimpiade.
El Moutawakel meraih medali emas nomor lari gawang 400 meter di Olimpiade Los Angeles 1984. Kemenangan itu membuat lulusan Universitas Iowa tersebut menjadi sosok terkenal dan populer di Maroko. 
"Saya bertanding dengan rasa penuh tanggung jawab kepada rakyat Maroko yang lapar akan kemenangan dan kemudian berlari sekencang-kencangnya. Ketika tiba di garis finis, orang-orang langsung memeluk dan mencium saya. Saya tidak menyadari kenapa mereka memberi selamat. Saya benar-benar sangat terkejut dan tidak percaya telah menjadi pemenang," kenang El Moutawakel.
Sayang, sambutan serupa tidak dirasakan oleh wanita muslim kedua dan atlet Aljazair pertama yang meraih medali emas Olimpiade, Hassiba Boulmerka. Peraih medali emas nomor lari 1500 meter Olimpiade Barcelona itu bahkan menerima ancaman pembunuhan dari kelompok muslim fundamentalis Aljazair setelah menjuarai Kejuaraan Dunia Atletik 1991 di Tokyo, karena dianggap terlalu banyak memperlihatkan bagian tubuh ketika bertanding.
Boulmerka dan El Moutawakel adalah contoh bahwa menjadi wanita muslim bukanlah penghalang untuk bisa berprestasi di level Olimpiade. Ini bisa menjadi pelecut bagi atlet Indonesia, yang mayoritas beragama muslim, untuk meraih prestasi serupa di kemudian hari.

Atlet Wanita Asia yang Berprestasi
Negara pencetak atlet wanita peraih medali emas terbanyak adalah Cina. Negeri Tirai bambu menguasai hampir seluruh cabang olah raga di Olimpiade, seperti bulu tangkis, tenis meja, renang, dan angkat besi.
Tenis meja merupakan cabang olah raga yang sangat populer di Cina. Jadi wajar jika sejak pertama kali dipertandingkan pada Olimpiade 1996, Cina selalu memborong minimal lima emas dari enam medali emas yang diperebutkan.
Prestasi paling impresif yang ditorehkan atlet wanita Cina adalah di cabang renang. Medali emas pertama Cina dari kolam renang dipersembahkan oleh Zhung Yong dari nomor paling bergengsi, yaitu 100 meter gaya bebas, pada Olimpiade 1992. 
Angkat besi wanita yang pertama kali diperkenalkan pada Olimpiade Sydney langsung dikuasai Cina. Bahkan, keempat atlet yang dikirim Negeri Tirai Bambu secara luar biasa meraih medali emas!
Tidak lengkap rasanya jika membicarakan wanita peraih medali emas Olimpiade tanpa menyebut nama pebulu tangkis legendaris Indonesia, Susi Susanti. Susi meraih medali emas bulu tangkis nomor tunggal putri di Barcelona setelah mengalahkan atlet Korea selatan, Bang Soo-Hyun, di babak final.
"Saya sangat bangga karena bisa menjadi peraih medali emas pertama untuk Indonesia dan Asia Tenggara," sebut Susi.

Tinju Wanita di Olimpiade
Jumlah atlet wanita yang bertanding di Olimpiade semakin meningkat, terutama dalam kurun 30 tahun terakhir. IOC terus berusaha untuk mempromosikan wanita di dunia olah raga agar Olimpiade semakin berkembang. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan mendirikan Women and Sport Working Group pada 1995 dan telah resmi menjadi salah satu Komisi di IOC sejak 2004.
"Ini merupakan hak asasi manusia. Wanita yang merupakan 50% dari populasi dunia tentu membawa banyak aset untuk olah raga. Mereka memiliki cara dan kepribadian sendiri ketika berlatih," ujar Presiden Komite Olimpiade Internasional, Jacques Rogge.
"Saya masih ingat perdebatan mengenai apakah wanita sanggup untuk mengikuti lari maraton. Saya rasa 20 tahun lalu tidak akan ada yang percaya pelari maraton wanita bisa meraih catatan waktu di bawah dua jam dua puluh menit," lanjutnya.
Olimpiade Atlanta 1996 menjadi saksi untuk pertama kali seorang wanita meraih medali emas di cabang olah raga sepeda gunung. Empat tahun kemudian di Sydney, untuk pertama kali dalam sejarah Olimpiade, wanita ikut serta di cabang olah raga pentathlon, triathlon, taekwondo, trampolining, lontar martil, polo air, angkat besi, dan lompat galah.
Dua cabang olah raga pria terakhir yang akhirnya dibuka untuk wanita adalah gulat, di Athena, dan bobsleigh, di Salt Like City. Setelah itu, Olimpiade Beijing dan Vancouver mencatat rekor jumlah partisipasi atlet wanita terbanyak sepanjang sejarah, yang mencapai lebih dari 40%.
Dengan penambahan tinju wanita, Olimpiade London 2012 akan mencatat rekor baru. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, atlet wanita akan bertanding di seluruh cabang olah raga dalam sebuah gelaran Olimpiade.
Berkaca dari ucapan mantan atlet rowing Amerika Serikat dan wanita pertama yang menjadi Wakil Presiden IOC pada 1997, Anita DeFrantz:
"Saya berharap wanita diberi kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri. Berhentilah membuat batasan-batasan atau mengatakan wanita tidak bisa melakukan ini dan itu. Saya yakin pada 2020, wanita bisa menang di lomba maraton terbuka. Semua hanya tinggal menunggu waktu saja. Banyak sekali kesempatan bagi wanita untuk berprestasi di dunia olah raga," (Oka Akhsan M/bolanews)

Selasa, 17 Juli 2012

Olimpiade, Pesta, dan Seks Bebas


LOS ANGELES, AKUATIK INDONESIA — Penjaga gawang timnas putri AS, Hope Solo, mengakui, dalam penyelenggaraan olimpiade banyak terjadi hubungan cinta kilat antarsesama atlet.

Hope yang telah berusia 30 tahun merupakan bagian dari tim AS yang meraih medali emas sepak bola putri di Olimpiade Beijing 2008.

Dalam pengalamannya mengikuti olimpiade, ia mengaku menyaksikan sendiri bagaimana terjadinya cin-lok atau cinta kilat antarsesama atlet peserta olimpiade.

"Banyak terjadi hubungan seks antarsesama atlet. Para atlet seperti ingin memanfaatkan pengalaman sekali seumur hidup ini. Saya melihat mereka berhubungan di udara terbuka, di rerumputan, di antara gedung-gedung. Mereka rela berkotor-kotor," ujar Solo.

Perenang AS, Ryan Lochte, membenarkan pernyataan Solo. Ia bahkan menyebutkan, 70 hingga 75 persen atlet peserta olimpiade memang mencari dan melakukan hal itu. "Kadang-kadang kita ingin melakukan apa yang kita ingin lakukan," kata pesaing Michael Phelps ini.

Menurut Lochte, sangat mudah mendapatkan pasangan dalam penyelenggaraan pesta olahraga itu. "Kami memiliki hal yang mudah untuk menjadi pembuka percakapan," kata Lochte (27). "Tinggal bertanya, kamu dari cabang apa? Buzzz... hubungan langsung terbuka."

Bukan hanya hubungan bebas yang membuat atlet bersemangat, di ajang olimpiade mereka berkesempatan bergaul dan berinteraksi dengan selebriti yang selama ini mereka kenal hanya dari media massa.

"Kami berpesta bersama Vince Vaughn maupun komedian Steve Byrne. Kami membawa mereka ke perkampungan atlet, berpakaian bagus, dan berpesta bersama mereka. Setelah itu, kami kembali mengenakan pakaian seragam dan bertanding atau berlatih."

"Saya pernah memasukkan selebriti ke kamar saya dan mengeluarkannya tanpa diketahui siapa pun," kata Solo. "Sssttt..., tapi itu rahasia saya selama di olimpiade. (KOMPAS.com)

Selama Olimpiade, Suami Dilarang Campur dengan Istri


LONDON, AKUATIK INDONESIA — Atlet menembak Australia, Russell Mark, marah dengan peraturan yang melarangnya tidur bersama dengan istrinya selama berlangsungnya Olimpiade London.

Masalahnya, istri Mark, Lauryn, juga menjadi anggota tim menembak Australia. Keduanya diharuskan tidur dalam kamar terpisah selama berlangsungnya olimpiade.

Mark (48) telah mengikuti lima olimpiade sebelum London. Menurut Mark, larangan ini dikenakan terhadap dirinya akibat foto seronok Lauryn di majalah Zoo. Dalam edisi tersebut, Lauryn tampil memegang senapan dengan mengenakan bikini hijau dan kuning.

Menurut Mark, ini merupakan tindak diskriminatif bagi mereka yang berstatus suami-istri. "Yang paling aneh, banyak pasangan homoseksual di tim olimpik yang diberikan fasilitas satu kamar. Sementara kami yang merupakan pasangan heteroseksual (dan suami-istri) justru diperlakukan berbeda."

Namun, tuduhan Mark dibantah ketua tim Australia, Nick Green. "Tidak benar (ada diskriminasi). Saya telah mengenal Russell selama 16 tahun. Akomodasi di olimpiade memang diatur untuk memastikan semua atlet tertampung."

Mei lalu, Mark sempat membuat geger dengan mengatakan akan mengenakan "mankini" (bikini buat laki-laki) saat pembukaan olimpiade.

Mark Russell pernah meraih medali emas di Olimpiade Atlanta 1996 dan perak di Olimpiade Sydney 2000. (KOMPAS.com)

Senin, 16 Juli 2012

Presiden Lepas Kontingen Indonesia ke Olimpiade London



Jakarta AKUATIK INDONESIA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Senin (16/7) pagi di Istana Negara  melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga ke Olimpiade 2012 di Londo. Pelepasan ditandai penyerahan pataka Merah Putih oleh Presiden SBY kepada Ketua Umum KOI Rita Subowo, yang meneruskannya kepada Chef de Mission (CDM) Erick Thohir. 

Presiden SBY berpesan agar para atlet tidak perlu ada beban berlebihan. "Saya yakin Anda sudah berlatih dan akan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara," pesan SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono.  "Kita telah membulatkan tekad untuk berjuang dan  beriktiar mengikuti perhelatan tingkat dunia ini. Atas nama negara, pemerintah dan selaku pribadi, saya mengucapkan  selamat kepada atlet-atlet yang terpilih mewakili Indonesia, karena tidak mudah untuk lolos seleksi dan hanya sedikit yang mewakili," kata SBY

SBY mengingatkan agar para atlet  menjaga stamina dengan cara mengkomsumsi makanan yang baik dan tidur yang cukup, karena dengan makan yang baik dan tidur cukup stamina akan terjaga untuk bertanding. Saya hanya mengingatkan yang kecil-kecil saja," ujar SBY. 

Sebelumnya  Menpora Andi Mallarangeng melaporkan,  para atlet ini akan bertanding ke Olimpiade yang akan berlangsung di London, dari tanggal  27 Juli s/d 12 Agustus mendatang. Indonesia mengirimkan  21 atlet yang akan bertanding di  7 cabang olahraga, setelah lolos babak kualifikasi yang sangat sulit. Tujuh cabor, yang diikuti yakni angkat besi, anggar, atletik, bulutangkis, menembak. panahan dan renang. 

Menpora juga berkeyakinan dan berharap tradisi emas di cabor bulutangkis dapat dipertahankan. "Dengan dukungan Presiden SBY dan doa seluruh rakyat Indonesia, kalian mampu memberikan yang terbaik, mengharumkan nama bangsa, " kata Menpora

Tampak hadir antara lain Menkokesra Agung Laksono, Mendiknas M..Nuh, jajaran KONI/KOI, Satlak PRIMA, dan pengurus cabang olahraga. Sementara dari Kemenpora nampak Deputi IV Djoko Pekik, Deputi V Lalu Wildan dan  Staf Ahli Kemenpora Tunas Dwidharto. (win)

Kamis, 12 Juli 2012

Olimpiade London 2012: Kolam Renang Bristol Rusak



London - AKUATIK INDONESIA - Jelang bergulirnya Olimpiade London 2012, terdapat kerusakan di Kolam Renang Bristol. Padahal, tim renang asal Kenya sudah mulai berlatih menggunakan kolam tersebut.

Mekanisme pengontrol dua hambatan bawah air yang membagi kolam 50 meter gagal bekerja. Jadi, para perenang harus mengangkatnya secara manual agar bisa digunakan.

Terkait hal itu Pemerintah kota Bristol mengungkapkan bahwa kerusakan itu saat ini sedang diperbaiki dan diyakini bakal selesai tepat waktu.

"Saat ini terdapat kerusakan teknis pada pengatur mekanis di kolam renang Hengrove. Masalah tersebut saat ini sedang diatasi," ujarnnya sebagaimana dilansir BBC News.

"Jika permasalahan tersebut tidak bisa selesai tepat waktu., maka solusi yang bisa digunakan adalah menggunakan dua kolam renang 25 meter," sambungnya. (INILAH.COM)

Rabu, 11 Juli 2012

China kirim 396 atlet ke Olimpiade London


Beijing AKUATIK INDONESIA - China akan mengirim 396 atlet untuk 23 cabang olahraga ke Olimpiade London, demikian diumumkan Selasa (10/7).

Tim tersebut yang terdiri atas 171 atlet putra dan 225 putri, juga akan didampingi 225 ofisial pada Olimpiade yang akan dimulai 27 Juli itu.

Menurut Komite Olimpiade China (COC), seperti dilansir Xinhua, Rabu, China akan tampil pada 23 dari 26 cabang olahraga yang dipertandingkan di Ollimpiade musim panas tersebut setelah mereka gagal meloloskan timnya ke cabang sepak bola, berkuda dan handball.

Sebanyak 29 peraih gelar pada Olimpiade Beijing, termasuk bintang bulu tangkis Lin Dan, perenang Liu Zige dan penembak jitu Du Li, akan memimpin timnnya ke London.

Li Changchun, anggota Standing Committee of the Political Bureau of the CPC Central Committee, pada Selasa meminta kepada para atlet agar melakukan yang terbaik di Olimpiade London dan membuat negaranya bangga.

Pada Olimpiade Beijing 2008, tuan rumah China mengirim kontingen terbesar dengan 639 atlet yang akhirnya memenangi 51 medali emas, dan menjadi peraih medali terbanyak di kandang sendiri.

Dengan memenangi 51 emas, 21 perak dan 28 perunggu, China juga menggeser Amerika Serikat ke urutan kedua.

Sekarang China akan berusaha melanjutkan dominasinya di London setelah diperkuat kembali oleh bintang lari gawang 110m putra Liu Xiang dan perenang Sun Yang.

Namun ketua olahraga China Liu Peng mengatakan, China akan menghadapi tantangan berat untuk mengulang hasil di Beijing dan mengingatkan agar tidak berpuas diri.
"Atlet dari seluruh dunia telah bekerja keras untuk Olimpiade dan mereka sangat ingin membuat terobosan dan meraih medali, sehingga kompetisi akan berlangsung dengan ketat," kata Liu, ketua Chinese General Administration of Sport.

"Atlet-atlet China harus siap sepenuhnya dan siap menghadapi tantangan. Kita harus berjuang untuk setiap medali emas." (ANTARA News) 

Australia perkenalkan kontingen terkecil Olimpiade sejak 1992


Sidney AKUATIK INDONESIA - Australia pada Rabu memperkenalkan kontingen Olimpiade terkecil dalam beberapa tahun termasuk menampilkan satu atlet di pertandingan ketujuhnya serta tiga yang akan berkompetisi untuk keenam kalinya.

Kontingen berjumlah 410 atlet merupakan jumlah terendah sejak Olimpiade Barcelona 1992 yang sebelumnya sudah turun menjadi 632 saat ambil bagian di kandang pada Olimpiade Sidney 2000.

Australia mengumpulkan 14 medali emas pada Olimpiade Beijing 2008 dan secara keseluruhan mengumpulkan 48 medali, dibawah Cina, Amerika Serikat serta Rusia dan Inggris.

Australia akan mengandalkan perenang untuk mendukung perolehan medali, kepala pelatih renang Leight Nugent menargetkan sedikitnya selusin medali dari 47 atlet unggulan yang dipimpin oleh juara dunia 100 meter gaya bebas James Magnussen di London nanti.

Sepeda merupakan salah satu harapan lain Australia untuk mendapatkan medali dengan diperkuat Cadel Evans yang akan segera bergabung dengan rekan timnya setelah berusaha mempertahankan gelar "Tour de France".

Dia memiliki catatan terbaik hanya beberapa detik dibelakang atlet sepeda Inggris Bradley Wiggins.

Stuart O`Grady juga berada dalam tim balap sepeda dan akan terjun pada Olimpiade keenam yang diikutinya.

Selain itu, atlet tembak Michael Diamond dan Russell Mark juga akan turun dalam Olimpiade keenam yang diikutinya, sementara atlet berkuda Andrew Hoy akan tampil ketujuh kalinya.

Peraih medali terbanyak dalam tim Olimpiade yakni perenang Leisel Jones berharap dapat menambah tiga medali emas, empat perak dan satu perunggu yang telah dia menangkan sejauh ini, demikian AFP melaporkan. (ANTARA News)