Jumat, 30 November 2012

Sebagian tribun kolam renang Olimpiade mulai dicabut


AKUATIK INDONESIA- Para petugas di Taman Olimpiade London, Selasa 27 November, mulai bekerja untuk mencabut sebagian tribun penonton di kolam renang.
Pengurangan jumlah kursi penonton di kolam renang itu dilakukan sebelum diserahkan kepada dewan kota setempat agar bisa digunakan oleh masyarakat umum.

Kapasitas awal 17.500 penonton akan dikurangi hingga 2.500 kursi untuk memudahkan pengelolaan sehari-hari.
Selain itu juga akan dibangun panel kaca transparan, lift, restoran, serta 700 tempat penyimpanan barang bagi para penggunanya kelak.
Rencananya kolam renang tempat Michael Phelps meraih rekor 18 medali emas Olimpiade ini akan mulai dibuka untuk umum pada tahun 2014.
Walau disiapkan sebagai kolam renang umum, London tetap mencalonkan diri untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Renang Eropa 2016.
Pencabutan sebagian kursi di kolam renang ini merupakan bagian dari upaya untuk mengubah Taman Olimpiade London agar bisa digunakan untuk umum. Biaya total untuk konversi ini diperkirakan mencapai £292 juta.

Nasib stadion utama
Jika pengelolaan kolam renang sudah tidak menghadapi masalah lagi, stadion utama -yang dibangun dengan biaya £430 juta- masih belum memiliki pengelola tetap.
Klub sepak bola West Ham United yang bermarkas di London timur -tak jauh dari Taman Olimpiade yang berada di Stratford- berpeluang paling besar untuk menggunakan stadion itu sebagai kandangnya.
Sebelum Olimpiade London 2012 berlangsung, West Ham untuk mengelola stadion utama namun diprotes lewat jalur hukum oleh Tottenham Hotspur.
Spurs menyatakan berminat mengelolanya namun dengan mencabut lintasan lari yang memisahkan tribun penonton dengan lapangan olahraga dan rencana itu sudah ditolak.
Manajemen Taman Olimpiade London, LLDC, dilaporkan akan membahas pengelolaan stadion utama pekan depan dan diperkirakan sudah ada keputusan sebelum akhir 2012.
Stadiun Stratford akan digunakan untuk Kejuaraan Atletik Dunia 2017 dan merupakan salah satu calon tuan rumah Piala Dunia rugby pada tahun 2015.
Jika pekerjaan konversi ini sudah selesai maka namanya akan diganti menjadi Taman Olimpiade Ratu Elizabeth.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar