Rabu, 14 Desember 2011

Russia Wins Championships Trophy, celebrates Mireia Belmonte

“We have experienced excellent championships in Szczecin, on the sporting as well as on the organisational side. And an historical event too. Poland played host to a LEN Championship for the very first time”, was LEN President Nory Kruchten’s personal conclusion to the 15th European Short Course Swimming Championships in Szczecin. 
Szczecin was the first sporting highlight on the road to the 2012 Olympic Games in London. 15 new season’s World best times in the 34 individual events demonstrated the strength of the European elite. Various top swimming federations gave their juniors the opportunity for their first international test on the road to the Olympics. 
Approximately 550 athletes represented 39 LEN Member Federations in Szczecin. 20 nations won at least one medal. Germany successfully defended the top position in the medal table with 7 gold, 2 silver and 1 bronze medal. Denmark achieved its best ever European Championship result with a total of 14 medals (5‐7‐2). Hosts Poland (5‐0‐3) finished in fourth position behind Spain (5‐5‐2). “Danish Dynamite” – well‐known from football in the 1980s – fired for the first time in swimming too. The Scandinavians have never been better than in Szczecin. Russia proved to be the best team by points, winning the Championships Trophy by a clear margin with 901 points, followed by Italy (768), Germany (625), Great Britain (590), Poland (490) and Denmark (471). 
The triple 2010 World Champion, Spain’s Mireia Belmonte, was the most successful athlete of the 2011 Short Course Europeans with four titles: 400m freestyle, 200m butterfly, 200m and 400m individual medley. She also came closest to a European record, clocking 4:24.55 minutes in the 400m individual medley. Her European Record stands at 4:24.21min. Hungary’s Laszlo Cseh gained three titles in the men’s event, the 200m butterfly, the 200m and 400m individual medley, and won an additional bronze in the 200m free. 
The total prize money of 35,000 Euro, offered by LEN, was distributed as follows: Denmark’s Lotte Friis earned 6,000 Euro, Mireia Belmonte 5,500 Euro, 1,500 Euro each went to Erika Villaecija (ESP), Daryna Zevina (UKR) and Britta Steffen (GER). Hungary’s Daniel Gyurta (HUN) headed the men’s list with 5,000 Euro, followed by his compatriot Laszlo Cseh (3,000 Euro), Nikolay Skvortsov (RUS/2,000 Euro), Joe Roebuck (GBR), Mateusz Sawrymowicz (POL), Mads Glaesner (DEN) and Konrad Czerniak (POL) 1,500 Euro each. 
Denmark’s Mie Oe Nielsen and Belarus’s Pavel Sankovich were named “Newcomers of the Championships” and were awarded 1,500 Euro each. As in previous years, LEN partner Omega donated four valuable Seamaster watches for the “Best Performance of the Day”, awarded to Spain’s Mireia Belmonte, Denmark’s Lotte Friis, Poland’s Konrad Czerniak, and Hungary’s Daniel Gyurta. 
The 16th European Short Course Swimming Championships will be staged in Chartres (FRA) from November 22nd to 25th, 2012.

Kamis, 08 Desember 2011

Perenang Sambut Teknologi Baru Speedo

SYDNEY – Para perenang Australia menyambut antusias atribut renang terbaru yang dikeluarkan pabrikan Speedo. Mereka berharap teknologi yang diterapkan dalam produk itu tidak dipermasalahkan oleh Federasi Renang Dunia (FINA).
Speedo baru saja meluncurkan gear terbaru mereka Kamis ini di Australia. Dengan sejumlah perenang seperti juara dunia James Magnussen, Leisel Jones, dan Geof Huegill mereka memperkenalkan Fastskin3 Racing System, mulai dari penutup kepala, kacamata, pakaian renang, yang didesain untuk saling menunjang fungsi secara kompak.
Perlengkapan tanding renang ini telah diakui oleh FINA, yang sebelumnya membatasi penggunaan sejumlah material.Sementara Speedo mengklaim tiga bagian sistem itu sanggup mengurangi hambatan dan akan meningkatkan penghematan oksigen perenang.
Para perenang juga menyakini produk-produk berteknologi ini tidak akan mengancam aspek olahraga renang, mundur ke masa kelabu di mana pada 2009 akhir FINA mengeluarkan larangan kontroversial terhadap penggunaan polyurethane, karena dianggap membantu perenang meluncur lebih cepat. Bahan itu disinyalir membuat angka pemecahan rekor sangat tinggi, yaitu 168 rekor dunia pada 2009.
Juara dunia 100 meter gaya bebas Magnussen menilai perlengkapan dengan teknologi baru ini tidak akan merusak kredibilitas olahraga. Kehadiran sistem baru yang dibawa Speedo ini menandai perkembangan terbaru perelengkapan lomba.
“Ini berbeda dengan yang sebelumnya. Ini tidak membuat kami mengambang seperti polyurethane,”kata Magnussen, yang pernah mencatat rekor tercepat di nomor 100 meter dengan 47.49 detik, di kejuaraan dunia di Shanghai, tanpa menggunakan supersuit itu.”
“Ini sesuatu yang inovatif yang mereka desain.Jadi ini merupakan kemajuan dari apa yang kami kenakan sepanjang 12 bulan belakangan ini,” tambahnya.”Tapi saya kira itu tidak akan mendominasi headline seperti yang terjadi pada perlengkapan renang sebelumnya.Anda harus tetap bekerja keras jika ingin hasil yang bagus.Anda tidak bisa bergantung pada apa yang anda pakai,” jelas perenang Australia berusia 20 tahun itu.
Teknologi yang dibawa Speedo di kaca mata renangnya menurut Magnussen menampilkan ruang yang cukup untuk visi yang lebih luas, dan ruang udara yang cukup membuatnya merasa lebih menguntungkan secara psikologis.
Magnussen sendiri bertekad memecahkan rekor yang dibuat perenang Brasil Cesar Cielo di nomor 100 meter gaya bebas yaitu 46.91, yang ditorehkannya dengan ‘bantuan’ polyurethane di Roma.Dia tidak khawatir jika dia memecahkan rekor dengan teknologi baru itu, capaiannya itu akan digugurkan.
“Saya tetap mengenakan celana pendek. Cesar menggunakan polyurethane ketika dia membuat rekor, jadi saya kira mereka tidak akan merebutnya dari saya jika saya berhasil memecahkan rekornya,” ungkap Magnussen.

(fit)

Ian Thorpe Siapkan Comeback di Olimpiade London

TENERO – Perenang Australia sekaligus juara lima kali Olimpiade Ian Thorpe saat ini tengah mengembangkan teknik renang baru, setelah ia memutuskan comeback ke kompetisi elit renang untuk pertama kalinya dalam lima tahun.
Thorpe yang pensiun pada 2006 kembali turun ke kolam demi Olimpiade tahun depan di London. Ia kini bekerja di bawah pelatih Rusia Gennadi Touretski di Swiss.
Dia berlatih keras menjelang comeback untuk kompetisi renang dunia di Singapura pada tanggal 4-5 September.
Thorpe terkenal dengan gaya bebas dengan teknik klasik yang membuatnya mendapatkan lima medali emas Olimpiade, 11 gelar juara dunia dan memecahkan rekor dunia 13 di masa jayanya, kendati saat ini Thorpe terlihat sedikit berbeda di kolam renang.
"Ini masih Thorpe. Anda dapat melihat dalam kekuatan tendangannya, gelombang yang luar biasa yang ia hasilkan ketika ia berenang dengan kecepatan penuh dan dengan cara yang tampaknya mudah ia meluncur melalui air," kata Touretski seperti dilansir The Australian, Senin (22/8/2011).
Touretski yang melatih di Institute Australia Olahraga di tahun 1990-an mengatakan, ia bertujuan untuk memberikan lebih banyak kebebasan Thorpe dalam aksi renangnya melalui rotasi pinggul lebih banyak dan rentang yang lebih besar untuk gerakan di bahu.
"Saya ingin dia berenang dengan kebebasan. Kita harus mengaktifkan kemampuan lombanya. Ia harus menempatkan diri dalam kondisi lomba,” ujarnya.
"Saya ingin dia menikmati lomba. Saya tidak ingin dia mengukur dirinya sendiri. Saya ingin dia bebas saat sedang berlomba. Hal utama yang saya inginkan adalah bagi dia untuk lapar untuk lomba,” paparnya.
Thorpe bermaksud untuk ikut lomba di tiga kompetisi renang dunia di Singapura, Beijing (November 8-9) dan Tokyo (November 12-13). Touretski ingin dia untuk bersaing di berbagai perlombaan untuk mengembalikan kepercayaan dirinya.

(fit)

Tono Suratman Ketua Umum KONI 2011-2015

Mayjen TNI Tono Suratman terpilih menjadi Ketua Umum KONI Pusat periode 2011-2015 dalam Musyawarah Olahraga Nasional XI yang berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat.
Dalam pemilihan, Tono Suratman unggul dengan meraih 54 suara, sedangkan Hendardji Soepandji (Ketua Umum Forki) mendapat 20 4 suara dan Djati Waluyo (Sekjen KONI Pusat) hanya mengantongi enam suara.
Ketua Umum KONI Pusat terpilih Tono Suratman menyampaikan rasa terima kasih kepada peserta Musyawarah Olah Raga Nasional (Musornas) yang telah menjalankan tugasnya dengan baik.
"Sebagai ketua umum yang baru saya berterima kasih kepada Menpora dan Ketua Umum KONI Pusat yang lama Rita Subowo, panitia pelaksana serta tuan rumah," ujarnya. 
Dia mengatakan, sesuai visi misi, strategi, dan program yang telah dipaparkanya, akan dilengkapi saat Rapat Kerja Nasional KONI Pusat dan setelah kepengurusan baru terbentuk.
Sejalan dengan itu, katanya, pihaknya akan menyiapkan program strategis, diantaranya Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) yang diketuainya, yang telah menghabiskan dana sekitar. Rp300 miliar untuk menghadapi Olimpiade 2012.
Selain itu mempertahankan predikat juara umum di Sea Games XXVII di Myanmar. 
Terkait dua calon yang tidak terpilih, dia mengatakan, pihaknya akan tetap mengakomodir dalam kepengurusan KONI yang baru, karena visi dan misi yang telah mereka sampaikan cukup bagus.
Di samping itu, kata Tono, pihaknya juga akan mengakomodir kepengurusan daerah untuk masuk ke pengurusan KONI Pusat.
Musotnas yang berlangsung tiga hari ini dihadiri pengurus KONI dari i 33 provinsi, serta 43 pengurus Cabang Olah Raga, antara lain dihadiri Menpora Andi Malarangeng, Menkokesra Agung Laksono, dan Gubernur NTB M Zainul Majdi. 
Pada acara tersebut juga diserahkan penghargaan kepada induk organisasi cabor penyumbang emas terbanyak pada Sea games XXVI/2011, yaitu atletik dengan 13 emas, disusul enam cabor lainya.
Dilanjutkan dengan KONI provinsi penyumbang emas terbanyak, yakni DKI Jakarta dengan 76 emas disusul enam provinsi lainnya. 
Penghargaan juga diberikan kepada Gubernur NTB TGM M Zainul Majdi sebagai tuan rumah sekaligus sebagai tempat pertama Musornas KONI digelar di luar Jakarta.

(ANTARA)

Presiden ingin Indonesia juara SEA Games Myanmar

Presiden Susilo Yudhoyono berharap para atlet nasional bisa meningkatkan prestasi dan mempertahankan gelar juara umum pada SEA Games ke-27 di Myanmar pada 2013.
"Kita tingkatkan prestasi ini. Saudara-saudara pasti ingin memenangkan SEA Games 2013 di Myanmar. Saya yakin itu," kata Yudhoyono saat bersilaturahmi dengan atlet peraih medali dan Panitia SEA Games Ke-26. Dia juga menerima Panitia Nasional KTT Ke-19 ASEAN dan KTT Terkait Lain di halaman tengah komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Yudhoyono menegaskan, para atlet harus berlatih keras dan bersatu jika ingin mencapai prestasi yang lebih tinggi.
Semua pihak boleh bersyukur dan bergembira atas prestasi Indonesia pada SEA Games ke-26, namun hendaknya hal itu tidak membuat semua pihak menjadi takabur.
"Khusus menghadapi SEA Games di Myanmar, mari kita berlatih lebih baik. Belajar dari pengalaman yang lalu," ujarnya.
Yudhoyono mengatakan, semangat kebersamaan telah membuat Indonesia berjaya di ajang SEA Games, meski awalnya banyak pihak meragukan kesiapan Indonesia sebagai penyelenggara.
Menurut dia, berbagai kritik itu harus disyukuri sebagai bahan untuk memperbaiki diri, terutama apabila kritik itu disampaikan secara tulus oleh pihak yang ingin Indonesia berhasil.
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin selaku tuan rumah penyelenggara SEA Games ke-26 telah menyerahkan bendera SEA Games kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Myanmar Tin Sun yang menjadi penyelenggara kegiatan dua tahunan itu pada 2013.
Penyerahan itu dilaksanakan dalam upacara penutupan SEA Games ke-26 di Palembang pada 22 November 2011.
Indonesia berhasil tampil sebagai juara umum dengan mengumpulkan 182 medali emas, 151 medali perak dan 143 medali perunggu. Prestasi itu sekaligus menandai kebangkitan Indonesia, setelah tidak menyandang gelar juara umum sejak 1997.

Sumber:antaranews

Empat Cabor ke Olimpiade

Perhelatan pesta olahraga sejagat, Olimpiade, telah di depan mata, tepatnya akan berlangsung 234 hari ke depan. Untuk Olimpiade 2012 yang akan dihelat di London ini, Indonesia ambil bagian dalam empat cabang olahraga (cabor), yakni angkat besi, panahan, bulutangkis, dan renang. Cabang-cabang ini memang pelanggan tetap keikutsertaan Indonesia di Olimpiade setidaknya sampai dengan Olimpiade Beijing 2008 lalu.
”Sampai sekarang sudah ada empat cabang yang akan diikuti Indonesia dalam Olimpiade tahun depan. Cabang-cabang itu adalah angkat besi, panahan, renang, dan bulutangkis,” kata Andi, di Kediaman Dubes Inggris untuk Indonesia di Jakarta, Selasa (6/12).
”Tentu kami berharap banyak cabor lain yang saat ini sedang ikut kualifikasi dapat lolos ke Olimpiade,” lanjutnya.
Dikatakan Andi, peluang Indonesia untuk meraih medali emas di ajang Olimpiade London 2012 masih datang dari cabor bulutangkis. Olahraga tepok bulu ini kerap menjadi penyumbang medali emas bahkan dari pertama kali cabor ini disertakan di Barcelona tahun 1992 silam.
Kualifikasi untuk cabang bulu tangkis masih akan berlangsung hingga April tahun depan. ”Ada kesempatan di ganda campuran dan juga ganda putra. Jadi, bulutangkis harus bisa mendapatkan medali emas,” harapnya.
Sejauh ini, atlet yang telah lolos di antaranya lifter Triyatno dan Eko Yuli Wirawan. Di kelas masing-masing, kedua lifter itu meraih medali emas di cabang angkat besi pada SEA Games November lalu. Nantinya, para atlet tidak langsung dibebani harus meraih medali emas di London. Sebab, para atlet yang dikirim berusia masih sangat muda, mulai dari 17-an tahun hingga awal 20-an tahun.
”Mereka masih harus menimba pengalaman. Kami harapkan mereka akan mengalami masa puncak pada Asian Games di Korea Selatan 2014 dan Olimpiade di Brasil 2016,” jelas mantan juru bicara presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.
Pada Olimpiade Beijing 2008 di Beijing, Cina, Indonesia menempati peringkat ke-42 dengan perolehan 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Medali emas pertama disumbangkan cabang bulutangkis melalui pasangan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan. Medali perak diraih Nova Widianto/Lilyana Natsir (bulutangkis, ganda campuran), medali perunggu masing-masing oleh Maria Kristin Yulianti (bulutangkis, tunggal putri), dua atlet angkat besi Eko Yuli Irawan (total angkatan 288 kg), Triyatno (total angkatan 298 kg).

Sumber:Surabaya post

Senin, 05 Desember 2011

KRAPSI XXXII Surabaya: Desember, Pembuktian Perenang Sumbar

Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) XXXII di Surabaya 27-30 Desember mendatang, jadi ajang penentu bagi Sumbar untuk meloloskan perenang ke PON XVIII Riau 2012. Di mana tiket PON ditentukan catatan waktu yang dibuat para perenang, dengan catatan minimal yang telah ditentukan pernomornya.
Perjuangan perenang-perenang Ranah Minang dipastikan berat. Pasalnya, Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) telah menetapkan 70 perenang yang lolos PON dari 100 kuota yang disediakan. Ke-70 perenang itu, lolos dari hasil Kejurnas Kelompok Umur (KU) di Surabaya, Mei lalu. Dengan demikian hanya tinggal 30 tiket lagi yang akan diperebutkan. Dari ke-70 perenang itu, satu di antaranya adalah perenang Ranah Minang, Patricia Yosita Hapsari.
Dia berhasil memecahkan Rekor Nasional (Rekornas) di KU I dengan catatan waktu 00, 27, 46 di nomor 50 meter gaya bebas putri. Rekor tersebut lebih tajam 00:00:04 dari catatan sebelumnya 00:27:50 yang dibukukan perenang Jambi, Elsa M Nasution.
”Benar, baru Yosita yang sudah lolos. Artinya kuotanya sudah by name. Namun berapa kekuatan kita di PON nanti, sangat bergantung pada hasil KRAPSI di Surabaya nanti,” kata Sekretaris Umum Pengprov PRSI Sumbar, Astronel, kepada Padang Ekspres, di sekretariat KONI Sumbar, Jumat (11/11).
Pada nomor 200 meter gaya bebas putri, perenang andalan Ambacang Swiming Club (ASC) Padang ini juga berhasil menempatkan diri di posisi utama dengan membukukan 02,08, 81. Sedangkan limit waktu yang ditetapkan PB PRSI kala itu baru 02:31:63. Catatan waktu itu berbeda 00:02:45 dari rekor nasional yang pernah dibukukan sebelumnya, yakni 02:06:36.
Prestasi yang diraih Yosita, berbanding terbalik dengan yang diraih rekan seperjuangannya, Harizal, meski telah tampil maksimal di kejuaraan bergengsi di Kota Pahlawan itu namun belum ada rekor nasional yang dibukukan untuk kategori senior. Staf di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Padang itu sempat menempati peringkat kedua di nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra dengan catatan 00,57, 50.
Sedangkan di nomor 100 meter gaya punggung putra, peraih medali emas di PON XVII Kaltim pada 2008 ini, sukses menduduki peringkat kedua dengan mencatat 01, 01, 05. Hasil ini 00, 01, 45 lebih tajam dari catatan waktu terbaiknya sebelumnya 01, 02, 50.
Meski Astronel memastikan persaingan di KRAPSI nanti tidak gampang, dia optimis atlet renang Sumbar mampu menambah tiket PON. Minimal dari Harizal. Sebab, catatan waktu yang dibukukannya pada Kejurnas Mei lalu, telah melampaui limit waktu yang ditentukan. Khususnya di 100 meter gaya kupu-kupu putra dan 100 meter gaya punggung putra. (Padang Ekspres)