Rabu, 02 November 2011

SEA GAMES: 3 Atlet Loncat Indah Perkuat Indonesia di SEA Games

Pengurus Provinsi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (Pengprov) PRSI Jawa Timur berharap 3 atlet loncat Indah Jatim yang memperkuat Indonesia bisa menyumbangkan medali di SEA Games tahun ini.
Siswanti Pelatih Loncat Indah Jatim pada Budi reporter Suara Surabaya, Selasa (1/1/2011), mengatakan, yang diharapkan pengurus termasuk dirinya sangat realistis. Mengingat kualitas dan prestasi mereka mumpuni.
Berdasarkan pantauannya, kata Siswanti, Nasrullah dan rekan-rekannya punya peluang besar untuk menyumbang emas. Apalagi SEA Games tahun ini di gelar di Indonesia.
Siswanti yang juga mantan atlet mengatakan supaya hasil yang diraih atlet Jatim maksimal, PRSI lewat pengurus Loncat Indah juga terus memberi dukungan. Dukungan moral dan motivasi terus dilakukan lewat pelatih Jawa Timur yang sampai sekarang masih tergabung di Pelatihan Nasional (Pelatnas) SEA Games di Jakarta. 
Ia berharap dengan dukungan moral dan motivasi yang terus dilakukan Nasrullah dan rekan rekannya bisa berprestasi lebih baik di banding SEA Games tahun lalu. Di SEA Games tahun ini Jawa Timur memberi kontribusi nomer Loncat Indah untuk Indonesia 3 atlet, Lutfi Niko, M Nasrullah dan Della Dinar Sari.
Mereka akan tampil di beberapa nomer, diantaranya, nomer Sinkro menara 10 meter dan perseorangan 10 meter. Di even 2 tahunan ini, Indonesia yang ditarget minimal bisa memperoleh 2 medali emas akan mendapatkan saingan berat dari Malaysia dan Singapura. (bud/tin)

Sumber:suara karya

SEA GAMES XXVI: Atlet Loncat Indah Kesulitan Aklimatisasi

Belum selesainya persiapan arena loncat indah di Jakabaring Sport City, Palembang, membuat  tim Indonesia hanya memiliki waktu sedikit untuk berlatih di lokasi itu. Mepetnya waktu latihan di lokasi pertandingan, dikhawatirkan bakal membuat  atlet kesulitan untuk aklimatisasi.
"Kami belum tahu, kapan dapat memulai latihan di arena pertandingan. Latihan di Palembang sangat diperlukan oleh para atlet, agar mereka tidak grogi dan tidak perlu beradaptasi lagi saat bertanding," kata M Yasin, Kepala Bidang Loncat Indah PRSI, Selasa (1/11/2011) di Jakarta.
Baru satu dari empat papan loncat  yang sudah terpasang, yaitu papan loncat dengan ketinggian tiga meter. Adapun tiga papan loncat lain sudah di posisi tetapi belum dikuatkan dengan baut. "Pengurus Besar PRSI terus memantau kesiapan arena loncat indah, dan belum siapnya papan loncat masih menjadi hambatan utama bagi kami," kata M Yasin.
Tim loncat indah akan berangkat ke Palembang, untuk berlatih pada tanggal 6 November. 
Yasin berharap arena akuatik sudah siap saat mereka tiba di Palembang.  Saat ini, tim loncat indah sedang berlatih intensif di kolam renang Senayan. Mereka menjalani latihan dua kali sehari, pagi dan sore hari di bawah pengawasan dua pelatih dari China. (kompas.com)

SEA Games: Arena Akuatik Siap

Arena akuatik untuk SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan, sudah siap pakai. Namun, beberapa fasilitas penunjang belum dipasang.
Konsultan perencana akuatik, Lukman Niode, mengatakan, ada dua jenis kesiapan, yakni siap pakai dan siap kompetisi. Saat ini arena akuatik sudah siap pakai.
"Kami targetkan paling telat Minggu (6/11) sudah siap untuk kompetisi," ujarnya, Selasa (1/11/2011) di Palembang.
Untuk siap kompetisi, arena harus dilengkapi antara lain fasilitas pencatat dan penyaji hasil kompetisi. Saat ini, peralatan sedang didatangkan dari China. "Pekan ini akan dipasang," ujarnya.
Arena itu akan dipakai untuk uji coba tim nasional Indonesia pada Senin-Selasa (7-8/11). Tim yang akan beruji coba antara lain renang, selam, dan polo air. "Sebelum uji coba, arena harus sudah siap untuk kompetisi," tuturnya. (kompas.com)

Selasa, 01 November 2011

LUKMAN NIODE: Pesimistis Mampu Juara Umum SEA Games

Mantan perenang nasional Lukman Niode meragukan tim renang SEA Games Indonesia akan mencapai target meraih 5-6 medali emas pada SEA Games XXVI yang berlangsung 11-22 November mendatang di Palembang.
Hal ini mengacu kepada prestasi atlet renang Indonesia yang belakangan ini kurang begitu menggembirakan di ajang multievent setingkat SEA Games maupun Asian Games.
"Prospek memang 5-6 medali emas, tetapi saya masih ragu apakah target itu akan tercapai. Pasalnya, negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura mengalami kemajuan yang cukup signifikan belakangan ini," ujar Lukman Niode, yang sudah menyumbangkan 15 medali emas bagi Indonesia di ajang SEA Games dalam kurun waktu 1977-1989 ini kepada Suara Karya di Jakarta, Minggu (30/10).
Lukman menilai, ada mata rantai prestasi yang terputus dari Richard Sam Bera dan Albert Susanto ke generasi berikutnya setelah itu, sehingga cabang renang tidak dapat memberikan kontribusi medali yang banyak bagi kontingen Indonesia. Padahal, renang merupakan salah satu cabang yang mempertandingkan banyak nomor di SEA Games.
Karena itu, dengan mengalkulasi minimnya medali emas dari cabang renang, menembak, dan atletik, pria yang sudah tiga kali ikut Asian Games (1978, 1982, dan 1986) ini pesimistis Indonesia bakal keluar sebagai juara umum SEA Games.
"Berat bagi Indonesia untuk juara umum. Sebab, cabang-cabang yang banyak medalinya dikuasai oleh Thailand, Malaysia, Singapura, kemudian Vietnam. Sementara Indonesia sendiri paling hanya berharap banyak di cabang-cabang non-Olympic," kata Lukman, yang dua kali ikut Olimpiade, 1984 dan 1988, hanya sampai ke babak semifinal.
Lebih jauh Lukman mengatakan, sekarang pembinaan olahraga Indonesia tidak bisa lagi mengacu kepada SEA Games, tetapi sudah jauh lebih tinggi ke tingkat Asian Games atau Olimpiade. Untuk itu, sistem pembinaan harus dibenahi dengan menerapkan program pembinaan jangka panjang. Paling tidak untuk 10-20 tahun ke depan.
"Kalau tetap mempertahankan pola seperti sekarang ini, kita akan tertinggal jauh, bahkan oleh Vietnam sekalipun. Karenanya, pemerintah juga harus memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan olahraga dengan mengalokasikan dana yang cukup untuk pembinaan jangka panjang. Sekarang SEA Games hanya dipersiapkan dalam waktu 10 bulan. Bagaimana mau mengharapkan prestasi maksimal dari persiapan yang sesingkat itu?" katanya balik bertanya.
Selain itu, kata peraih medali perak tiga Asian Games ini, penghargaan atlet berprestasi juga harus diperhatikan. Jangan diberi bonus yang berlebihan sehingga orientasi atlet akhirnya melenceng dari yang tadinya berjuang demi bangsa menjadi berjuang demi uang (bonus).
"Dulu kalau kita menang disalami dan ditepuk punggung saja oleh petinggi bangsa ini sudah sangat bangga. Kalaupun ada bonus, kita hanya diberi beasiswa pendidikan. Tetapi, kendati demikian, rasa nasionalisme kita cukup tinggi dan banyak atlet berprestasi yang menjadi sarjana. Kini kalau meraih medali emas langsung dikasih bonus yang besar dalam bentuk ikannya. Jadi bukan kailnya," kata Lukman


sumber:suara karya

SEA GAMES 2011: Sekitar 10 ribu tiket pembukaan SEAG dijual

Sekitar 10 ribu lembar tiket untuk pembukaan dan penutupan SEA Games XXVI di Palembang, pada 11-22 November mendatang akan dijual kepada masyarakat.
Tiket untuk pembukaan dan penutupan SEA Games yang akan dijual harganya ada Rp500 ribu dan ada pula Rp1 juta, kata Ketua Indonesia SEA Games XXVI Organizing Committe (InaSOC) Sumatera Selatan, H Muddai Madang di Palembang, Selasa.
Menurut dia, bisa saja tiket pembukaan dan penutupan SEA Games tersebut dijual dimana-dimana seperti itu.
Akan tetapi, untuk pertandingan mudah-mudahan tidak harus membeli tiket, katanya.
Ia mengatakan, tiket yang dijual pada acara pembukaan dan penutupan itu sekitar 10 ribu lembar, sisanya buat tamu undangan, karena tidak semua stadion dipakai, sebab sebagian digunakan untuk panggung.
Tamu VVIP dan VIP pada pembukaan dan penutupan SEA Games XXVI itu tidak jauh berbeda dengan masyarakat hanya dibatasi pagar sedikit, ujar dia.
Sementara Wakil Ketua DPRD Sumsel, MA Gantada menyatakan, pembukaan dan penutupan dikenakan biaya masih layak karena ada nilai seni dan daya kreativitas yang ditampilkan.
"Kita akan ukur angka yang pas antara Rp500 ribu sampai Rp1 juta, masuk tidak dengan ukuran masyarakat Sumsel," ujar wakil rakyat tersebut.
Ia menuturkan, akan membicarakan masalah harga tiket itu dengan Komisi V DPRD Sumsel sehingga bisa memberikan masukan dan imbauan.
Tempat pembukaan dan penutupan SEA Games XXVI digunakan stadion Gelora Sriwijaya yang saat ini sedang dipasang panggung untuk acara tersebut. 
Pada SEA Games XXVI Indonesia Kota Palembang (Sumsel) dan DKI Jakarta dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggara pertandingan cabang olahraga.
Khusus Kota Palembang selain sebagai tempat pertandingan 21 cabang olahraga juga mendapat kehormatan dari Pemerintah Pusat sebagai tuan rumah pembukaan dan penutupan SEA Games XXVI pada 11-22 November mendatang. (SUS)

Sumber:antara

Stadion Akuatik Tempat Pra-Kualifikasi Olimpiade

Penyelenggaraan SEA Games XXVI yang akan berlangsung 20 hari lagi memberi imbas positif bagi nama Sumatera Selatan. Federasi Renang Internasional (FINA) memercayakan penyelenggaraan cabang olahraga renang di Stadion Akuatik Jakabaring nanti sekaligus sebagai ajang Pra-Kualifikasi Olimpiade London 2012.
“Stadion yang digunakan ini telah berstandar internasional sehingga FINA mempercayakan ajang SEA Games mendatang sekaligus menjadi Pra-Kualifikasi Olimpiade London,” ujar CEO Swiss Timing Asia, Henry Pung di Palembang.
Namun persiapan itu sedikitnya terganjal oleh masalah sistem teknologi informasi dan alat pencatat waktu dan skor di 11 cabang olahraga. Pada pertemuan di Hotel The Jayakarta Daira, Jumat (21/10), tidak ada kata sepakat antara perusahaan penyedia peralatan olahraga Swiss Timing dengan perusahaan pemenang tender TI yakni PT Maxxima dari Malaysia.  
Mengatasi kebuntuan itu Panitia Pelaksana SEA Games Indonesia (Inasoc) meminta pihak Swiss Timing agar bisa berintegrasi dengan PT Maxxima, perusahaan pemenang tender TI yang menangani 11 cabor SEA Games. Upaya dilakukan setelah konfrontir yang digelar  berakhir tanpa hasil.
Pihak Swiss Timing belum memberikan jawaban sementara Maxxima sejak awal memang siap melakukan integrasi dalam penanganan peralatan penghitung waktu berstandar Olimpiade Swiss Timing Omega yang terpasang pada tiga venue akuatik, atletik, menembak.
“Makanya kami upayakan dan mempertemukan mereka agar mau berintegrasi,” jelas Wakil Direktur Inasoc, Muddai Madang.
Hal serupa juga diungkapkan Deputi II Inasoc Mayjen Purnawirawan TNI, Djasri Marin, mereka berupaya keras mempertemukan dan mengintegrasi kedua perusahaan ini agar peralatan di dua venue yakni akuatik dan atletik bisa realtime.
Seperti diketahui, konfrontir antara pihak panpel di Sumsel dengan PT Maxxima dan Swiss Timing dilakukan untuk kejelasan apakah perusahaan afiliasi asal Malaysia itu mampu mengoperasikan sistem yang ada pada Swiss Timing. 
Pertemuan dipimpin Deputi II Inasoc Pusat Djasli Marin. Hadir juga Sekum Pengprov PRSI Sumsel Johanes Indrajaya, Sekum Pengprov PASI Sumsel, Zulfaini M Rofi dan pimpinan PT Maxxima dan Swiss Timing.
Sayang, hasil dari pertemuan ini tidak menemukan hasil positif. Pihak Maxxima dan Swiss Timing melakukan aksi tutup mulut. 
Demikian pula dengan perwakilan dari akuatik Johanes Indrajaya dan perwakilan dari atletik Zulfaini M Rofi yang sehari sebelumnya menyatakan menolak Maxxima.

Terbaik di Asia 
Sementara itu stadion akuatik layak mendapatkan kepercayaan sebagai tempat pelaksanaan pra-kualifikasi Olimpiade mendatang karena dinilai menjadi yang terbaik dari 45 negara di Asia.
“Jika tidak berstandar internasional, maka FINA tidak akan memberikan izin sebagai ajang pra-kualifikasi Olimpiade. Artinya, persyaratan untuk menggelar pertandingan internasional telah dipenuhi sehingga rekor yang tercipta juga akan diakui dunia,” kata dia lagi.
“Konstruksi bangunan demikian megah, dan bisa terlihat hingga ke dasar kolam yang menjadi salah satu poin tertinggi. Selain itu, peralatan yang digunakan telah berstandar Olimpiade, seperti pencatat waktu dari Swiss Timing Omega, dan kolam berbahan stainless steel myrtha pool,”tambahnya.
“SEA Games XXVI nanti menjadi momentum yang sangat tepat bagi Sumsel untuk menunjukkan ke dunia internasional bahwa telah memiliki stadion akuatik layaknya di Beijing, China,” katanya.    
Konsultan pembangunan stadion akuatik Lukman Niode mengatakan, stadion itu tinggal memasang bulkhead (alat pengubah ukuran kolam dari 50 meter menjadi 25 meter, Red) dan peralatan elektronik. (antara)

Minggu, 30 Oktober 2011

Reuni Mantan Atlet Dukung Perjuangan Atlet SEA Games XXVI

Kemenpora menggelar Reuni Akbar Mantan Atlet Indonesia di halaman kantor Kemenpora. Acara ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap atlet Indonesia yang akan berjuang di SEA Games XXVI Palembang dan Jakarta mulai 11 November mendatang.

Sekitar 750 mantan atlet nasional yang pernah mengibarkan Merah Putih di pentas Internasional tampak hadir, seperti legenda tinju Elias Pycal dan Syamsul Anwar, pahlawan bulutangkis, Ricky Subagja dan Susi Susanti, pemain sepakbola, Rully Nerre, Petenis Yayuk Basuki dan beberapa mantan atlet nasional lainya. Sebelumnya mereka bersama-sama melakukan jalan sehat berkeliling kawasan sekitar senayan dan berakhir di halaman kantor kemenpora.

Acara reuni mantan atlet diadakan sebab mereka yang pernah membela Indonesia di SEA Games ingin berkontribusi dan memberikan dukungan kepada para atlet yang akan bertanding pada SEA Games. "Ini suatu dukungan motivasi yang luar biasa dari para mantan atlet kita. Semoga dukungan ini bisa memberikan inspirasi dan semangat para atlet kita yang akan berjuang di SEA Games nanti," kata Ketua Umum KONI/KOI, Rita Subowo.

Para atlet yang bereuni nampak bahagia bisa bertemu lagi dan saling bersilaturahmi. Mereka kemudian  menari poco-poco bersama di depan panggung, sementara yang lain menikmati makanan yang disajikan panitia. Sebelum acara berkhir mereka membubuhkan tanda tangan pada selembar spanduk sebagai bentuk dukungan pada yunior mereka.

Mantan atlet bulu tangkis, Ricky Subagja mengaku amat senang melihat para mantan atlet bisa berkumpul. "Kami senang sekali bisa menghadiri acara ini, dan kami semua mendukung perjuangan para atlet yang akan bertanding pada SEA Games. Saya berharap agenda seperti ini bisa terus dilakukan untuk memberikan semangat kepada atlet yunior kita," kata Ricky.

Sementara pelaksana acara ini yaitu Staf Khusus Menpora, Ivana Lie mengatakan semangat atau dukungan yang diberikan mantan atlet ini diharapkan bisa menularkan semangat kepada atlet yang berjuang di SEA Games nanti. "Kita berkumpul di sini sebagai bentuk dukungan semangat, apalagi nanti kita memiliki target sebagai juara umum sebagai tuan rumah," kata Ivana.

Ketua Umum Panitia SEA Games XXVI Rita Subowo hadir didampingi ketua pelaksananya, Rahmat Gobel. Dari Kemenpora terlihat antara Staf Khusus Faisal Abdullah, Asisten Deputi I Amung Ma`mun, Asisten Deputi IV  Sri Safariatun, dan Kabag Humas, Ahmad Arsani. (amr)