Selasa, 03 April 2012

Universitas Negeri Semarang Bangun Gelanggang Renang Internasional


Universitas Negeri Semarang berencana membangun gelanggang renang bertaraf internasional dengan bantuan dana dari Kementerian Pemuda dan Olahraga senilai Rp24,760 miliar.

"Proses pembangunan gelanggang itu sudah dimulai akhir Maret 2012, targetnya lima bulan ke depan pembangunan rampung," kata Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes Harri Pramono di Semarang, Senin (2/4/12).

Ia menjelaskan, sebenarnya usulan pembangunan gelanggang renang di Unnes itu sejak lama, bahkan pada 1998 proses pengusulannya sempat mandek karena ada peristiwa besar, yakni reformasi. Tetapi baru pada bulan November 2011 usulan itu disetujui dan mendapat kucuran dana dari Kemenpora.
   
"Ya kami bersyukur karena usulan kami ini disetujui. Sebab, selama ini para mahasiswa memang kesulitan untuk praktik renang karena ketiadaan tempat kolam renang di lingkungan kampus Unnes," katanya.

 Harri mengakui, seluruh mahasiswa FIK, kecuali program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) memang diwajibkan dan mendapat mata kuliah renang sehingga harus melaksanakan praktik di tempat yang lain.
   
Ia menyebutkan, FIK Unnes memiliki lima prodi,yakni Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Ilmu Keolahragaan, Pendidikan Guru Pendidikan Jasmani SD, dan IKM.
   
"Semua mahasiswa kami memang mendapatkan pelajaran renang, kecuali mahasiswa dari prodi IKM. Jumlah mahasiswa kami dari seluruh prodi yang dimiliki saat ini setidaknya mencapai 4.030 orang," katanya.
   
Selain untuk praktik mahasiswa, ia mengatakan gelanggang renang tersebut juga akan digunakan untuk kompetisi, mulai taraf lokal, nasional, hingga internasional dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung.
   
"Kolam renang itu terbagi atas kolam latih dan kolam kompetisi dengan spesifikasi 10 lintasan sepanjang 50 meter. Luasan kolam kompetisi berkisar 1.300 meter persegi. Untuk kolam loncat indah akan menyusul," katanya.
   
Ia mengatakan, pembangunan kolam renang itu diperkirakan rampung pada Agustus mendatang dan siap dioperasikan medio September 2012. Kolam renang itu juga terbuka digunakan untuk kalangan masyarakat umum.
   
Menurut Ketua Komite Proyek Pembangunan Kolam Renang Unnes itu, sarana olahraga sebaiknya memang dibangun di kawasan kampus dan dikelola perguruan tinggi, seperti halnya di negara-negara maju.
   
"Kalau dibangun di kawasan kampus keberlanjutannya terjaga, karena bisa dimanfaatkan kegiatan mahasiswa. Beberapa negara maju menerapkan konsep membangun ’venue’ olahraga di lingkungan kampus," kata Harri. (Kompas.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar