Senin, 28 Januari 2013

Menpora Tinjau Pelatnas Renang Indah

Roy Suryo

Jakarta, LONCAT INDAH INDONESIA:  Menpora Roy Suryo didampingi istrinya Ismarindayani Priyanti meninjau tempat pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Renang, Tinju, Karate, Wushu dan Panahan di Area Komplek Gelora Bung Karno (25/1).
Selama melakukan peninjauan Menpora melihat-lihat langsung para atlet menjalani latihan sekaligus meninjau  fasilitas peralatan yang  mereka gunakan. Di kolam renang Senayan, Menpora menyalami dan berkenalan dengan para atlet-atlet Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).. 
Saat melakukan  peninjauan, Menpora mendapat masukan  dari para atlet, pengurus dan pelatih mengenai bagaiamana persiapan dan kondisi peralatan selama digunakan untuk latihan. Memang saat meninjau di PRSI, Menpora melihat ada beberapa peralatan latihan yang sudah  tidak layak digunakan, seperti trumpoline yang pegasnya sempat lepas dan dilihat  Menpora. 
Setelah meninjau renang indah, Menpora melanjutkan pelatnas tinju yang masih masuk dalam kompleks Senayan. Di situ Menpora melihat  sebanyak sekitar 30 atlet putra dan putri yang sedang melakukan latihan tinju. Mengenai kondisi beberapa peralatan dan kondisi atlet tak luput dipertanyakan masing-masing oleh Menpora. Begitu juga ketika melihat latihan Wushu di pintu VIII Senayan Jakarta, Menpora menanyakan mengenahi target masing-masing atlet dalam persiapa SEA Games nanti. 
Pelatnas yang terakhir dilihat oleh Menpora adalah panahan. Didampingi Binpres PB Perpani Nyoman Budiana, Menpora melihat para atlet panahan yang sedang beristirahat, karena  hujan dan kondisi lapangan yang banyak tergenang air. Nyoman mengatakan kondisi lapangan seperti itu sangat menggangu latihan para atlet.  "Bukan hanya kondisi lapangan, waktu berlatih kita juga harus gantian dengan tim sepakbola yang setiap jam 4 selalu tiba di lapangan, ini sangat terganggu," kata Nyoman. 
Usai meninjau beberapa tempat pemusatan latihan nasional tersebut, Roy mengakui  memang masih banyak kekurangan dan kendala termasuk sarana dan prasarana, pendidikan dan kesejahteraan atlet. Masalah itu yang akan menjadi perhatian Menpora yang akan dibicarakan lebih lanjut dengan jajaran terkait, termasuk dengan Mendiknas yang diharapkan bisa membantu pendidikan atlet Indonesia
"Yang menjadi prioritas untuk diselesaikan adalah  sarana prasarana, pendidikan dan kesejahteraan atlet. Tiap-tiap cabang saya lihat juga punya permasalahan mikro sendiri-sendiri, misalnya panahan yang saya dapatkan datanya yakni mereka harus bergantian tempat untuk berlatih. Selain itu masalah teknologi dalam pertandingan juga perlu diperhatikan dan diikuti, jangan sampai kita salah dalam mengantisipasi. Untuk mengatasi masalah ini semua saya tetap akan berusaha secepatnya, tapi saya harus tetap taat azas dan aturannya," kata Menpora.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar