Senin, 28 Januari 2013

Radja Nasution Dirawat di RS Advent Bandung.


JAKARTA. AKUATIK INDONESIA: Pelatih renang Radja Murnisal Nasution yang mengalami penyakit diabetes (kencing manis), terpaksa menjalani perawatan khusus di RS Advent di Bandung.
Ayah dari Ratu Renang tahun 1980-1990-an, Elvira Rossa dan Elsa Manora, ini sudah lama menderita penyakit tersebut. Ia juga telah mengalami pemotongan telapak kaki kirinya. "Tadinya, kondisi Pak Radja Nasution sempat tidak sadarkan diri. Namun, kini sudah mulai berangsur pulih. Dia disuruh puasa oleh dokter yang merawat untuk mengurangi kadar gula dalam darahnya," kata Sri Mulyani, salah satu orangtua murid klub Pari Sakti saat menjenguknya, Minggu (13/1).
Radja dirawat di rumah sakit tersebut sejak tanggal 30 Desember lalu. Mantan pemain polo air nasional ini terus mengabdikan dirinya menangani klub. Beberapa perenang nasional berprestasi tingkat internasional berhasil dilahirkannya. Dan, ia juga berhasil menjadikan anak-anaknya perenang andal.
Radja merupakan pendiri klub renang Pari Sakti. Tak ada klub renang di Jakarta sehebat Pari Sakti, sehingga bisa dikatakan bahwa Pari Sakti adalah klub renang tak tertandingi untuk kawasan Ibu Kota dan sekitarnya. Hampir setiap kejuaraan renang di sekitar Jakarta, apa pun nama kejuarannya, Pari Saktilah rajanya.
Bukan hanya lantaran pendiri dan pimpinannya bernama Radja, melainkan memang atlet asuhannya memang luar biasa. Kalau mau dicari saingannya, maka saingan terdekatnya justru datang dari klub renang milik anak-anaknya, seperti Elfira Swimming Club (ESC), yang memiliki cabang di mana-mana seperti pohon durian.
Kehebatan Pari Sakti didukung oleh sarana dan prasarana yang representatif di Kolam Renang Senayan, yang sering dijadikan ajang pertarungan atlet nasional dan internasional. Namun, yang lebih dari itu adalah kehebatan oleh sang pendiri dan sekaligus pelatih Radja Mursinal Nasution yang telah terkenal banyak melahirkan atlet-atlet nasional.
Radja tidak berambisi buru-buru mencetak juara bagi anak-anak asuhannya itu. Ia dengan sabar mendidik anak asuhannya berlatih dengan telaten tahap demi tahap. (Suara Karya) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar