Sabtu, 07 Januari 2012

Lengkapi SOR Si Jalak Harupat, Pemkab Anggarkan Rp 76 Miliar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung berencana melengkapi fasilitas sarana olahraga (SOR) Si Jalak Harupat dengan kolam renang bertaraf internasional dan lapangan olahraga indoor. Ditargetkan pembangunan rampung pada tahun 2014. Proyek tersebut diperkirakan bakal menguras anggaran Rp 76 miliar.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Diskopar) Kabupaten Bandung, Akhmad Djohara mengungkapkan, berdasarkan hasil detailed engineering design (DED) untuk sarana olahraga kolam renang, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 48 miliar. Kemudian pembangunan lapangan indoor yang di dalamnya terdapat areana pertandingan bulu tangkis, basket, tenis lapangan, dan senam diperkirakan menelan anggaran Rp 28 miliar.
"Pembiayaan SOR akan ditanggulangi bantuan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Kita optimis pusat dan provinsi bakal mengucurkan bantuan, karena Jawa Barat akan menjadi tuan rumah PON 2016. Pembiayaannya dengan mengunakan sistem multiyears atau tahun jamak, sehingga kapan pun bantuan bisa masuk tanpa dibatasi tahun," jelas Akhmad Djohara di Soreang, Jumat (6/1).
Dijelaskan, keberadaan kolam renang dan lapangan olahraga indoor melengkapi SOR Si Jalak Harupat yang sudah terbangun sebelumnya. Sarana dan prasarana yang sudah terbangun di kompleks olahraga Si Jalak Harupat yaitu stadion sepak bola, lapangan sofbol, hoki, dan panahan.
"Kebutuhan anggaran Rp 76 miliar termasuk di dalamnya melengkapi fasilitas yang ada di Stadion Si Jalak Harupat, seperti pemasangan kursi penonton karena saat ini tempat duduk penonton hanyalah bata atau tembok. Hingga saat ini kursi baru dipasang di VVIP. Akan dipasang pula tribun utara dan selatan. Akibat tidak lengkapnya fasilitas dalam stadion, membuat Stadion Si Jalak Harupat hanya masuk tipe B," paparnya.
Stadion Si Jalak Harupat berlokasi di Desa Kopo dan Cibodas, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Nama Si Jalak Harupat diambil dari julukan salah seorang pahlawan nasional dari Kecamatan Bojongsoang, yaitu Otto Iskandardinata.

Dana pendamping
Stadion ini dibangun mulai Januari 2003 dengan menelan anggaran sebesar Rp 67 miliar. Diresmikan pada hari jadi Kabupaten Bandung ke-364, tanggal 26 April 2005 oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat, Agum Gumelar.
Supaya bantuan pendanaan dari pusat dan provinsi dapat turun, Pemkab Bandung telah mengalokasikan dana pendamping sebesar Rp 5 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk penyusunan DED dan pembebasan lahan.
Disebutkannya, kebutuhan tanah untuk membangun arena kolam renang sekitar 6 hektare, dan lapangan olahraga indoor seluas 4 hektare. Saat ini lahan yang sudah dibebaskan untuk SOR Si Jalak Harupat mencapai 42 hektare, namun yang terbangun baru sekitar 30 persen.

"Sementara luas lahan yang dibutuhkan mencapai 131 hektare. Kebutuhan lahan seluas itu, salah satunya untuk pembangunan wisma atlet. Rencananya wisma atlet akan dibangun di seberang jalan Stadion Si Jalak Harupat," papar Akhmad Djohara.

(galamedia.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar