Selasa, 10 Januari 2012

OLIMPIADE : Lima Cabang Fokus Hadapi Kualifikasi

Kepala Bidang Operasional Satlak Prima Surya Dharma menegaskan bahwa lima cabang olahraga sedang fokus menghadapi babak kualifikasi Olimpiade London 2012. Selain itu, tiga cabang lain yang belum lolos kualifikasi juga diberi kesempatan untuk mengikuti kualifikasi, yakni balap sepeda, rowing, dan menembak.
"Sekarang yang sudah lolos kualifikasi limit B baru lima cabang, yakni panahan 1, renang 4, atletik, angkat besi 5, dan bulutangkis. Lima cabang inilah yang kita harapkan fokus pada kualifikasi, sementara balap sepeda akan mengikuti babak kualifikasi di Australia," kata Surya Dharma kepada Suara Karya di Jakarta, Senin (9/1).
Mantan Komandan Kontingen ASEAN Paragames VI Indonesia ini menambahkan, menembak kendati sangat tipis peluangnya untuk lolos, namun tidak ada salahnya juga mencoba ikut kualifikasi. Pasalnya, cabang olahraga akurasi ini bisa saja berprestasi kalau lagi bermain baik.
"Mulai 10 Januari ini, atlet Olimpiade secara periodik sudah mulai menjalani pelatnas. Masing-masing cabang masih akan mengikuti kualifikasi untuk menentukan kuota atlet. Seperti angkat besi, yang lolos kan baru by number, namun siapa atletnya belum ditentukan. Untuk itu, diharapkan kepada pelatih dan PB PABBSI untuk benar-benar selektif menentukan atletnya," kata Surya Dharma.
Dikatakan, Indonesia menargetkan sedikitnya meloloskan 50 atlet ke Olimpiade London 2012, yang akan berlangsung Juni mendatang. Renang hingga kini baru meloloskan empat atlet untuk limit B. Mereka adalah Indra Gunawan, Triadi Fauji Sidiq, Glenn Victor S, dan I Gede Siman Sudarta. Pada babak kualifikasi di Autralia, pertengahan Maret mendatang, renang akan mengirim 11 atlet dengan harapan mereka dapat lolos limit A.
"Panahan baru meloloskan satu atlet, yakni Ika Yuliana R. Sedangkan atletik kita hanya punya peluang di nomor jarak jarak jauh lewat Trianingsih dan Agus Prayogo," ucap Surya Dharma.
Khusus untuk bulutangkis, kata Surya, perlu hati-hati karena dominasi China di Korea Open sudah menjadi ancaman bagi Taufik Hidayat dan kawan-kawan. Surya juga mengakui kegelisahan masyarakat pencinta olahraga Tanah Air bahwa Indonesia akan kehilangan tradisi medali emas Olimpiade di London nanti.
"Untuk menyikapi kondisi yang terjadi di bulutangkis ini, rasanya perlu upaya duduk bersama mencarikan solusi jalan keluar. Kenapa bulutangkis sekarang sangat susah berprestasi di tingkat dunia. Apakah kesalahannya pada atlet, pelatih, atau pengurus, itu yang perlu dibicarakan bersama," ujar jenderal angkatan udara berpangkat marsekal muda ini. (Markon Piliang/Suara Karya)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar