Rabu, 25 Juli 2012

London 2012 akan miskin rekor


Ollie Williams
Wartawan olahraga BBC

Berapa banyak rekor akan terpecahkan di Olimpiade London 2012 ini?
Kalau berdasar statistik, diperkirakan akan jauh lebih sedikit dibanding Olimpiade Beijing 2008.
Lagi pula rekor dunia menjadi faktor penting hanya untuk beberapa cabang olahraga Olimpiade. Misal seperti atletik, balap sepeda dan renang.
Bagi lebih banyak cabang olahraga di Olimpiade ini, konsep rekor dunia bahkan sama sekali tidak dikenal atau minimal tidak relevan.
Di Olimpiade Beijing, rekor dunia terpecahkan dalam 33 lomba terpisah: satu di panahan putri, empat di angkat besi, lima di atletik (tiga di antaranya oleh Usain Bolt), dua di balap sepeda velodrom dan 19 sisanya di kolam renang).
Namun pemecahan rekor dunia di kolam renang London Aquatic Centre untuk Olimpiade kali ini diperkirakan akan sangat sedikit.
Sesudah Beijing 2008, cabang renang diramaikan dengan persaingan berbagai perusahaan untuk membuat pakaian renang yang ultra dinamis dan mendorong renang yang lebih cepat.

Pakaian renang
Dia akhir tahun 2009 badan renang dunia, FINA, menghentikan persaingan yang cenderung anarkis itu dan menulis ulang aturan keabsahan pakaian renang yang bisa dikenakan.
Hanya saja langkah FINA ini sedikit terlambat. Ketika aturan baru itu mulai diterapkan, rekor dunia renang terlanjur bertumbangan dengan sangat drastis.
Dari 40 rekor dunia cabang renang saat ini, 33 di antaranya dicatatkan tahun 2009.
Belum ada yang melakukan penelitian secara langsung apakah bertumbangannya rekor dalam jumlah yang fantastis tahun 2009 itu berhubungan langsung dengan pakaian renang yang ultra dinamis. Tetapi akan sangat sulit untuk membantah sebaliknya.
Terbukti sejak pelarangan jenis pakaian renang tertentu oleh FINA, hanya Ryan Lochte di nomor 200 meter gaya ganti putra dan Sun Yang di nomor 1500 meter gaya bebas mencatatkan rekor baru. Keduanya terjadi di kejuaraan renang dunia tahun lalu.
Di kelompok putri lebih parah karena belum lagi ada pemecahan rekor semenjak larangan pakaian renang ultra dinamis itu diberlakukan.
Ini artinya para perenang yang memecahkan 20 rekor dunia di Olimpiade Beijing harus tampil luar biasa untuk memecahkan satu atau dua rekor saja.

Menengarai doping
Di cabang atletik, dari lima rekor dunia yang dicatatkan di Beijing empat tahun lalu, hanya lari halang rintang 3,000 meter putri yang dicatatkan Gulnara Samitova-Galkina dari Rusia yang masih bertahan.
Usain Bolt telah memperbaiki tiga rekornya di lari 100m, 200 meter dan estafet 4X100 meter bersama tim Jamaika.
Apa yang terjadi di dunia renang tahun 2009 juga terjadi pada atletik. Tetapi lebih awal lagi, di tahun 1980-an ketika atlet-atlet Eropa Timur secara rutin menumbangkan rekor dunia.
Sekarang dengan terbongkarnya berbagai kasus doping atau penggunaan obat terlarang untuk meningkatkan penampilan, orang banyak meragukan kemurnian pencapaian rekor di tahun-tahun itu.
Orang masih mengingat Florence Griffith-Joyner atau lebih dikenal dengan Flo-Jo yang meninggal tahun 1998 karena serangan epilepsi. Ia mencatatkan rekor lari 100m dan 200m yang belum terpecahkan hingga kini. Ia juga memenangkan emas Olimpaide Seoul 1988 untuk nomor yang sama.
Tes doping membuktikan ia bersih. Namun catatan rekornya, 10,49 detik untuk 100 meter dan 21,34 detik untuk 200 meter dianggap terlalu fantastis untuk atlet putri.
Dalam bahasa wartawan olahraga terkenal Inggris, Matthew Syed, ''ada kecurigaan meluas terhadap mereka yang berhasil mencatatkan rekor luar biasa di era itu.''
Atau bisa juga mengikuti mantan pemegang rekor lari 5,000 meter David Moorcroft yang menggunakan istilah kecenderungan purbasangka terhadap semua rekor yang diciptakan tahun 1980-an.
''Apa yang ia lakukan luar biasa,'' kata Moorcroft kepada BBC, ''tetapi bukankah itu pula yang kita katakan tentang Ben Johnson.''
''Kita mungkin tidak akan tahu yang sesungguhnya terjadi. Yang kita tahu adalah rekor yang diciptakan Flo-Jo dan rekor 400 meter yang diciptakan Marita Koch dari Jerman Timur tahun 1985, sangat sulit bahkan untuk sekadar didekati oleh atlet putri saat ini.''
''Hati kecil Anda mungkin mengatakan: olahraga ini lebih bersih sekarang. Dan penampilan yang ditunjukkan atlet putri lebih sesuai dengan kenyataan kemampuan alami mereka.''
''Tetapi Flo-Jo tidak pernah gagal tes doping. Kalau kita menerima begitu saja apa yang terjadi, sungguh kejadian yang indah.''
Rekor lain yang selalu disebut kalau berbicara tentang kecurigaan doping adalah 800 meter putri yang diciptakan Jarmila Kratochvilova dari Ceko dengan satu menit 53,28 detik tahun 1983.
30 tahun kemudian, catatan terbaik juara dunia 800 meter Mariya Savinova dari Rusia masih dua detik lebih lambat darinya.

Tidak semua dicurigai
Tentu ada rekor fantastis yang tidak dicurigai. Walau bukan dari era 1980-an, rekor 43,18 detik untuk 400 meter yang dicatatkan Michael Johnson di tahun 1999 dianggap luar biasa. Catatan terbaik juara dunia saat ini, Kirani James masih satu detik lebih lambat.
Michael Johnson dikenal sebagai atlet yang sangat bersih. Seperti halnya Sergey Bubka dengan rekor lompat galahnya yang 6,14 meter. Atau Jonathan Edwards dengan 18,29m untuk loncat jangkitnya. Tidak melupakan tentunya rekor 100 meter dan 200 meter milik Usain Bolt.
Rekor-rekor itu akan kemungkinan bisa bertahan hingga sepuluh tahun kemudian. Apalagi di Olimpiade kali ini. Kecuali kalau misalnya Usain Bolt berambisi, dalam keadaan prima dan konsentrasi penuh. Mungkin ada satu dua rekor pecah nantinya.

Antara velodrom, sepeda dan atlet
Kalau atletik dan renang tidak terlalu bisa diandalkan untuk melihat bertumbangannya rekor, Olimpiade London mungkin harus menyandarkan harapannya ke balap sepeda.

Persaingan antara Inggris Raya dan Australia di cabang ini layaknya perseteruan Amerika Serikat dan Uni Soviet di zaman Perang Dingin dulu. Sejak Australia dipermalukan Inggris dengan raihan tujuh medali emas di Beijing, keduanya benar-benar menjadi seteru yang sengit.
Sengitnya persaingan kedua negara ini ikut menyedot negara-negara lain untuk juga memacu diri. Teknologi dipakai hingga titik maksimal untuk membuat sepeda terbaik dan atletnya dipacu hingga keringat penghabisan.
Pada kejuaraan dunia di Melbourne, Australia awal tahun ini, tiga rekor dunia tumbang: dua di tangan Inggris dan satu di tangan Jerman.
Velodrom yang akan dipakai untuk Olimpiade London disepakati sebagai yang terbaik di dunia dan sangat cepat. Dengan atlet di kondisi puncak, sepeda yang bagus dan velodrom yang cepat, akan menjadi gabungan faktor yang diyakini berpotensi untuk terjadinya penumbangan rekor.
''Ini velodrom yang luar biasa cepat,'' kata direktur kinerja balap sepeda Inggris, Dave Brailsford setelah melakukan uji coba velodrom. ''Semoga kita melihat rekor bertumbangan.'' (tribunnews jakarta)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar