Kamis, 26 Juli 2012

Rahasia di Seputar Upacara Pembukaan Olimpiade


Ali dan Beckham

LONDON, AKUATIK INDONESIA  - Upacara pembukaan Olimpiade London, Jumat (27/7) diperkirakan akan spektakuler meski ada beberapa hal yang masih disimpan rapat oleh panitia.

Rahasia terbesar adalah siapa atlet yang akan menyulut api Olimpiade 2012. Hingga saat ini belum ada kepastian nama, bahkan nama-nama calon yang layak untuk melakukan hal tersebut pun jarang disebut-sebut.

David Beckham, mantan kapten timnas sepakbola Inggris yang berjasa dalam proses keberhasilan London menjadi tuan rumah Olimpiade menyebut syarat seorang penyulut api adalah seorang Olympian dan berjasa kedapa negara (Inggris Raya).

Rahasia lain adalah apakah panitia akan menghadirkan petinju atau atlet terbesar sepanjang masa, Muhammad Ali. Mantan petinju asal AS ini merupakan peraih medali emas kelas berat ringan Olimpiade Roma 1960.

Namun Ali kini telah berusia 70 tahun dan -parahnya- mengalami sindroma Parkinson, suatu penyakit degeneratif yang membuat fisiknya sangat rentan dan mudah lelah

Saat Olimpiade dilangsungkan di Atlanta pada 1996, Ali tampil sebagai penyulut api Olimpiade. Meski saat itu sudah didiagnosis terkena Parkinson, Ali masih cukup perkasa untuk menaiki tangga dan kemudian menyulut  api. Saat ia mengangkat obor Olimpiade dengan tangannya yang gemetar, ribuan penonton di stadion dan milyaran lainnya di depan televisi menangis.

Ali adalah lambang keperkasaan pada dekade 1960-1970-an. Baik sebagai petinju mau pun sebagai manusia. Sebagai Cassius Clay ia meraih medali emas Olimpiade Roma pada 1960,  sebelum menjadi juara dunia tinju kelas berat pada 1963. Pada 1967 gelarnya dicabut dan ia kembali bertanding pada 1970 dan merebut gelar juara pada 1974. Ali bertahan sebagai juara hingga 1978 sebelum mundur pada 1981.

Sebagai manusia, Ali menghadapi banyak cercaan publik saat memeluk agama Islam dan mengganti nama Cassius Clay menjadi Muhammad Ali. Ia juga dikecam saat menolak wajib militer yang membuatnya kehilangan gelar juara dunia.

Ali kini sudah berada di London. Selasa (24/7) ia menghadiri acara penghargaan buat Matiullah Haidar, 19, seorang pengungsi asal Afghanisatan yang datang ke Inggris hanya bermodalkan satu tas di punggung dan kini menjadi pelatih olah raga dan penerjemah.

Saat itu Ali didampingi Beckham yang juga seorang duta Olimpiade London. "Ia adalah seorang ikon dunia yang telah menyentuh hidup banyak manusia," kata Beckham. Ia berharap Ali  akan dapat tampil bersamanya di malam pembukaan Olimpiade.

Kemungkinan tampilnya Ali tidak dibantah adiknya, Rahaman. "Mungkin saja," katanya. "Ia selalu membuat keputusan pada saat-saat terakhir." (Kompas.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar