Minggu, 26 Februari 2012

Kolam Renang Ngalau Ditutup.

Longsor juga Mengintai Limapuluh Kota

Payakumbuh, Padek— Kolam renang Ngalau Indah Payakumbuh dinyatakan ditutup selama sepekan, terhitung sejak Jumat (24/2) pagi. Ini terjadi akibat  kolam renang yang dilengkapi arena bermain anak tersebut, dihantam longsor sejak Kamis (23/2) malam.

Sekretaris Kota Payakumbuh Irwandi Dt Batujuah  mengatakan, longsor di kolam renang Ngalau Indah terjadi akibat runtuhnya tebing di kawasan tersebut. “Tebing runtuh, beberapa saat setelah hujan deras mengguyur kota ini,” ujar Irwandi kepada Padang Ekspres, Jumat (24/2).

Irwandi memerintahkan Badan Kesatuan Bangsa dan Penanggulangan Bencana Daerah untuk berkordinasi dengan Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga, dalam menangani longsor yang menimbun objek wisata andala Payakumbuh tersebut.

“Selain longsor Ngalau, longsor yang terjadi di jalan menuju TPA Regional Sumbar di kawasan Kapalokoto, Auakuniang, Payakumbuh Selatan, juga harus ditangani. Walaupun longsor di jalan menuju TPA itu, tidak terlalu parah,” ujar Irwandi.

Terpisah, Kadisparpora Payakumbuh Rida Ananda menyebutkan, material longsor yang masuk ke kolam renang Ngalau Indah, membuat air kolam renang menjadi coklat dan berlumpur. “Untuk menangani ini, kolam renang kita tutup selama sepakan,” ujarnya.

Rida tidak menampik, penutupan kolam renang selama sepekan, akan berpengaruh terhadap pemasukan retribusi yang menjadi target Disparpora. Penutupan itu juga membuat puluhan atlet renang Payakumbuh, urung latihan selama sepekan.

“Apa boleh buat, namanya juga musibah. Walau demikian, kita akan berupaya semaksimal mungkin. Agar kolam renang Ngalau Indah kembali bisa difungsikan. Material longsor akan segera kita bersihkan,” tegas Rida Ananda.

Diintai Longsor
Dari Kabupaten Limapuluh Kota,  hujan deras yang turun dalam dua hari terakhir juga dikhawatirkan menimbulkan longsor dan banjir pada sejumlah wilayah Kabupaten Limapuluh Kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), meminta warga agar waspada.

“Sampai Jumat sore ini, memang belum ada laporan banjir dan longsor yang masuk ke BPBD. Namun kita tetap meminta masyarakat agar waspada, dengan tingginya curah huja,” ujar pejabat BPBD Limapuluh Kota Firmansyah.

Dia mengatakan, banjir perlu diwaspadai di Kecamatan Pangkalan, Harau dan Lareh Sago Halaban. “Di Pangkalan, kalau musim hujan, sungai-sungai di kawasan tersebut meluap. Begitupula di Lareh Sago Halaban, kawasan Kubangrasau bisa kebanjiran,” ujar Firmansyah.

Sementara di Kecamatan Harau, banjir akibat musim hujan perlu diwaspadai di kawasan Taram, Batubalang dan sebagian Sarilamak. “Di SMP 1 Payakumbuh yang berbatas dengan Limapuluh Kota, banjir juga perlu diwaspadai,” kata Firmansyah.

Dia juga mengingatkan pengemudi Sumbar-Riau, agar tidak mengemudikan kendaraan saat hujan turun dengan curah tinggi. “Ada banyak titik rawan longsor di jalan Sumbar-Riau yang perlu diwaspadai,” demikian Firmansyah. (padang ekspres)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar